Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab-1 llpi

Bab-1 llpi

Ratings: (0)|Views: 633 |Likes:
Published by ipa5_imadeyana

More info:

Published by: ipa5_imadeyana on Oct 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
Sistem Moneter Internasional
Pendahuluan
Interdependensi perekonomian dunia membuat setiap perubahan kurs riil suatunegara mempengaruhi perubahan yang sebaliknya pada kurs riil negara lain. Hal inimenyulitkan pembuat kebijakan untuk mencapai stabilitas harga dan tingkatkesempatan kerja penuh (
 full employment 
). Interdependensi itu sendiri ternyataditentukan oleh pengaturan moneter dan kurs yang dipakai oleh banyak negara, yangsering disebut Sistem Moneter Internasional.Sistem Moneter Internasional dapat didefinisikan sebagai struktur, instrumen,institusi, dan perjanjian yang menentukan kurs atau nilai berbagai mata uang didunia. Termasuk juga penyesuaian aliran modal dan perdagangan internasional, danneraca pembayaran (Eitmen et. Al., 1995, hal. 26).Dalam bab ini akan dibahas tentang pengertian kurs valuta asing, macam-macamalternatif sistem kurs mata uang, sejarah perkembangan Sistem MoneteInternasional, Sistem Mmoneter Eropa, dan sekilas tentang Eurocurrencies.
Pengertian Kurs Valuta Asing
Kurs valuta asing adalah harga mata uang suatu negara dalam unit komoditas(seperti emas dan perak) atau mata uang negara lain. Apabila pemerintah suatunegara mengatur nilai tukar mata uangnya, maka diklasifikasikan sebagai sistemkurs tetap (
 fixed exchange rate
). Sedangkan jika besarnya nilai tukar diserahkankepada mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah, diklasifikasikan sebagaisistem kurs mengambang (
 floating exchange rate
). Penjelasan tentang berbagaiklasifikasi sistem kurs yang dianut akan dibahas pada bagian selanjutnya dalam babini.Suatu mata uang dikatakan
konvertibel
(
convertible currency
) apabila mata uangtersebut
bisa dipertukarkan secara bebas dengan mata uang
negara
lain
 Bab-1 Sistem Moneter Internasional 
1
Bab
TIU :
Mahasiswa mampu memahami danmengerti Sistim Moneter yang berlaku diduni Internasional
TIK :
Dapat menjelaskan sejarah moneteinternasional
Dapat menjelaskan sistem kurs yang berlaku dibeberapa negara
Dapat menjelaskan kekuatan dan-
Materi Bahasan
:
Pengertian Kurs Valuta Asing
Macam-macam Kurs Valuta Asing
Sejarah Perkembangan Sistem Monter Internasional
Sistem Moneter Eropa
 
(Krugman dan Obstfeld
, 1994, hal. 537). Tidak adanya mata uang yangkonvertibel akan menyulitkan perdagangan antar negara, karena masing-masingtidak akan mau menerima mata uang mitra dagangnya. Dalam keadaan seperti iniyang terjadi adalah perdagangan barter, yaitu menukar barang secara langsung.Tetapi, jika mata uang semua negara konvertibel maka perdagangan multinasionalyang terjadi akan lebih efektif. Kerena itu, Dana Moneter Internasional (IMF)meminta negara anggotanya untuk mengusahakan mata uangnya konvertibel selekasmungkin.Mata uang negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Jepangsudah merupakan mata uang yang konvertibel, terlebih lagi dolar Amerika Serikatsehingga setiap negara mau menerima US$ dalam perdagangan internasional yangmereka lakukan. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena Amerika Serikatmerupakan negara maju yang perekonomiannya sangat mantap sejak pasca perangDunia II. Selain itu, dolar sangat atraktif bagi para eksportir dan importir karenadapat dipergunakan untuk membeli produk-produk yang dihasilkan Amerika Serikatyang pada saat itu sangat diperlukan oleh negara-negara yang mengalami kerusakanakibat perang.Dalam mempelajari sistem moneter internasional, khususnya tentang perubahan kursmata uang, ada beberapa istilah yang perlu diketahui, seperti devaluasi, depresiasi,
 soft 
dan
hard currency
.
Devaluasi
secara semantik dan sempit dapat diartikansebagai
turunnya nilai mata uang suatu negara yang menggunakan sistem kurstertambat (
 pegged 
) atau sistem kurs tetap terhadap nilai mata uang negaralain.
Kebalikan dari devaluasi adalah revaluasi.
Depresiasi
mengacu pada
turunnya nilai mata uang negara yang menggunakansistem kurs mengambang terhadap mata uang negara lain.
Kebalikan depresiasiadalah apresiasi. Suatu mata uang disebut
 soft currency
apabila mata uangtersebut diharapkan mengalami devaluasi atau depresiasi terhadap sebagianmata uang di dunia sehingga tidak secara luas diterima negara-negara yangmelakukan perdagangan internasional.
 
 Hard Currency
adalah mata uang yangdiharapkan mengalami ravaluasi atau apresiasi relatif terhadap sebagian besar matauang dunia. Mata uang jenis ini diterima secara luas sebagai bukti pembayaraninternasional.
Macam-macam Alternatif Sistem Kurs Mata Uang
Sistem kurs mata uang secara ekstrem dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sistemkurs mengambang bebas
(freely floating rate)
dan sistem kurs tetap
(fixed rate)
.Diantara kedua sistem ekstrem ini terdapat beberapa sistem kurs lain yangmerupakan pengembangan dari kedua sistem tersebut, yaitu sistem kursmengambang terkendali
(managed float)
, sistem kurs dengan peraturan zona target
(target-zone arrangement),
sistem kurs tertambat
(pegged)
, sistem kurs tertambatmerangkak 
(crawling pegged)
, dan sistem kurs tertambat pada sekeranjang matauang
(pegged to a basket of currencies)
. Tabel 2.1 menyajikan sistem kurs yangdigunakan oleh negara-negara di dunia.
Sistem Kurs Mengambang Bebas 
 Bab-1 Sistem Moneter Internasional 
2
 
Dalam sistem kurs mengambang bebas, tingkat kurs sepenuhnya ditentukan olehinteraksi permintaan dan penawaran mata uang, tanpa adanya campur tangan pemerintah. Fluktuasi volume permintaan dan penawaran mata uang dipengaruhioleh perubahan pada sejumlah parameter ekonomi, misalnya: perubahan tingkatharga, perbedaan suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan,dan lain-lain. Adanya perubahan pada salah satu parameter ekonomi akanmenyebabkan perubahan kurs melalui penyesuaian pasar. Sistem ini sering puladisebut sistem kurs mengambang bersih/murni
(clear/pure floating rates).
Kelebihan dari sistem kurs mengambang bebas adalah mampu menyesuaikan nilaitukar mata uang terhadap perubahan kondisi perekonomian dengan cepat sehingganilai tukar mencerminkan nilai yang wajar atau sesungguhnya. Misalkan laju inflasidi negara asing tiba-tiba melonjak naik secara drastis sementara laju inflasi di dalamnegara relatif stabil. Akibatnya harga barang dari negara asing akan naik. Kondisi iniakan menurunkan permintaan terhadap barang asing dan sebaliknya akan menaikkan permintaan terhadap barang domestik. Akibatnya, nilai mata uang domestik akannaik terhadap mata uang negara asing yang menyebabkan daya saing barangdomestik di pasar ekspor akan menurun karena di luar negeri harganya men- jadimahal. Keadaan ini akan mengurangi tekanan terhadap tingkat kesempatan kerjadan laju inflasi di negara asing, karena konsumen di negara asing akan tetap bersediamembeli barang lokal karena harga barang impor mengalami kenaikan . Sebaliknya,konsumen dalam negeri tetap bersedia membeli barang dari negara asing karenaharga barang dari negara asing menjadi lebih murah. Mekanisme pasar ini akan bekerja secara otomatis sampai terciptanya kondisi keseimbangan yang baru.Kelemahan utama dari sistem ini justru terletak pada aspek yang membuatmekanisme pasar dapat bekerja secara optimal. Karena kurs dapat berubah secara bebas tanpa ada intervensi dari otoritas moneter, maka hal ini sering kalimenyulitkan pemerintah maupun pengusaha dalam membuat perencanaan atau perhitungan bisnis. Sebagai contoh, seorang eksportir yang menunggu pencarian
letter of credit 
90 hari yang akan datang tidak akan dapat menentukan secara tepat berapa uang yang akan diperoleh, jika valuta asing yang diterima diubah menjadimata uang domestik. Penerapan sistem kurs mengambang bebas jelas akanmeningkatkan ketidakpastian. Dalam kondisi ini, instrumen-instrumen keuanganuntuk melakukan upaya-upaya pemagaran resiko mutlak perlu dikembangkan.
Sistem Kurs Tetap
 
Dalam sistem kurs tetap, seperti
 Bretton Wood 
, pemerintah menjaga nilai mata uang pada tingkat yang telah ditetapkan dengan membeli atau menjual valuta asing dalam jumlah yang tidak terbatas. Apabila nilai mata uang resmi yang telah ditetap- kantidak dapat dipertahankan lagi, maka pemerintah akan menetapkan nilai mata uang baru dan mengumumkannya. Devaluasi dan revaluasi mata uang merupakanalternatif terakhir yang akan diambil, yaitu saat transaksi berjalan mengalami defisitatau surplus terus menerus.Secara umum, ada empat alternatif kebijakan yang akan diambil pemerintahsebelum melakukan devaluasi atau revaluasi, yakni membiayai defisit transaksi ber- jalan melalui pinjaman luar negeri, pengetatan anggaran belanja negara, pengendali-an harga dan upah, dan pengendalian kurs.Pembiayaan dengan pinjaman luar negeri merupakan solusi yang sementara bagidefisit transaksi berjalan yang berkepanjangan. Dana asing, apalagi yang ber- jangka
 Bab-1 Sistem Moneter Internasional 
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dita Pratiwi liked this
Deyla Naftalia liked this
Venti Linda liked this
David Aja liked this
Ainul Bashirah liked this
irham82 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->