Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
I. PENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan sarana komunikasi manusia yang dipergunakan dalamkehidupan sehari-hari, untuk menyampaikan ide, pikiran, pendapat dan norma-norma yang berlaku. Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengungkapkan apayang terkandung di dalam pikiran dan isi sanubari. Dengan bahasa manusiadengan dinamis dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Bahasamerupakan sarana untuk menuangkan pikiran yang ada pada manusia bai berupa tulisan karya ilmiah maupun karya sastra.Menurut DR. Henry Guntur Tarigan (1986:2) pada prinsipnya tujuan pengajaran bahasa adalah agar para siswa terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak,terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis. Salah satu Standar Kopetensi adalah berbicara dengan Kopetendi Dasar yang diajarkan dan dikuasaioleh siswa kelas IX (sembilan) semester 1 (satu) Sekolah Menengan Pertama(SMP) dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah :Menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman padakesesuian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun. (silabus 6.2).1
 
Berdasarkan Standar Kopetensi dan Kopetensi dasar di atas diharapkan siswakelas IX Sekolah Menengah Pertama mampu menyanyikan puisi yang sudahdimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi dan suasana atau iramayang dipelajari. Dengan mempelajari puisi menggunakan teknik musikalisasidiharapkan siswa dapat mencintai karya sastra khususnya karya sastra puisi. Padakenyataannya sekarang ini para pelajar banyak yang tidak faham dan mencintaikarya sastra puisi, dan hal yang sangat mengkhawatirkan adalah para pendidik  pun kurang memahami dan mencintai materi sastra.Harapan dari menyanyikan puisi yang sudah dimusikaliasi adalah para pendidik dan para siswa dapat mencintai dan dapat menciptakan karya sastra puisi. Puisidan lagu adalah karya sastra yang memainkan kata-kata sehingga menjadi indahyang menimbulkan daya tarik bagi pembaca dan pendengar, puisi dan lagu hanyadibedakan oleh nada-na atau not-not yang mengisi lagu tersebut.Dari kenyataan yang ada dalam memahami puisi siswa mengalami kesulitandalam menentukan suasana puisi. Menurut Riffatterre (Pradopo, 1987:12,13)dalam modul UT 1997: 5.3. puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung,yaitu mengatakan suatu hal dengan arti yang lain.2
 
Ketidaklangsungan ini disebabkan oleh tiga hal : displacing (pergantian arti),distorting (penyimpangan arti), dan creating of meaning (penciptaan arti).Sebagai contoh pergantian arti terwujud pada metafora dan metonomia, penyimpangan arti terjadi pada ambiguitas, kontra diksi, dan nonsense, serta penciptaan arti terjadi pada perorganisasian ruang teks, seperti pensejajarantempat (homologues), enjambemen, dan tipografi.Dengan permainan kata yang menyimpang dari makna yang sebenarnya layaklahkalau pembaca mengalami kesulitan ketika memepelajari puisi, sebab puisiadalah dunia kata-kata yang karakternya berbeda dibandingkan dengan karakter kata dalam tulisan yang lain. Padahal dalam kehidupan sehari-hari kita menuntutnilai komunikasi yang sifatnya sangat praktis, jelas, lugas, dan langsung. Hal inisangat berlawanan dengan puisi yang sangat eksklusif.Atas dasar permasalahan-permasalahan di atas, maka sangatlah dituntut seorangguru dapat menjelaskan dan menerangkan secara rinci unsur-unsur yangmembangun sebuah puisi, dengan demikian siswa dapat menentukan suasana,irama, sajak, intonasi, pengulangan kata, tema, urutan logis, satuan arti yangdilambangkan, pola-pola citra, dan emosi. Setelah memahami hal-hal yangmembangun puisi siswa diharapkan dapat membuat musikaliasi puisi yangmereka kuasai.3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more