Ketidaklangsungan ini disebabkan oleh tiga hal : displacing (pergantian arti),distorting (penyimpangan arti), dan creating of meaning (penciptaan arti).Sebagai contoh pergantian arti terwujud pada metafora dan metonomia, penyimpangan arti terjadi pada ambiguitas, kontra diksi, dan nonsense, serta penciptaan arti terjadi pada perorganisasian ruang teks, seperti pensejajarantempat (homologues), enjambemen, dan tipografi.Dengan permainan kata yang menyimpang dari makna yang sebenarnya layaklahkalau pembaca mengalami kesulitan ketika memepelajari puisi, sebab puisiadalah dunia kata-kata yang karakternya berbeda dibandingkan dengan karakter kata dalam tulisan yang lain. Padahal dalam kehidupan sehari-hari kita menuntutnilai komunikasi yang sifatnya sangat praktis, jelas, lugas, dan langsung. Hal inisangat berlawanan dengan puisi yang sangat eksklusif.Atas dasar permasalahan-permasalahan di atas, maka sangatlah dituntut seorangguru dapat menjelaskan dan menerangkan secara rinci unsur-unsur yangmembangun sebuah puisi, dengan demikian siswa dapat menentukan suasana,irama, sajak, intonasi, pengulangan kata, tema, urutan logis, satuan arti yangdilambangkan, pola-pola citra, dan emosi. Setelah memahami hal-hal yangmembangun puisi siswa diharapkan dapat membuat musikaliasi puisi yangmereka kuasai.3