Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
as Dan Vigor Benih

as Dan Vigor Benih

Ratings: (0)|Views: 3,689|Likes:
Published by Agung Syahida

More info:

Published by: Agung Syahida on Oct 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH
Secara umum vigor diartikan sebagai kemampuan benih untuktumbuh normal pada keadaan lingkungan yang sub optimal. (Sutopo,1984). Vigor dipisahkan antara vigor genetik dan vigor fisiologi. Vigor genetik adalah vigor benih dari galur genetik yang berbeda-beda sedangvigor fisiologi adalah vigor yang dapat dibedakan dalam galur genetik yangsama. Vigor fisiologi dapat dilihat antara lain dari indikasi tumbuh akar dariplumula atau koleptilnya, ketahanan terhadap serangan penyakit danwarna kotiledon dalam efeknya terhadap Tetrazolium Test.(Kartasapoetra,1986)Informasi tentang daya kecambah benih yang ditentukan dilaboratorium adalah pada kondisi yang optimum. Padahal kondisi lapangyang sebenarnya jarang didapati berada pada keadaan yang optimum.Keadaan sub optimum yang tidak menguntungkan di lapangan dapatmenambah segi kelemahan benih dan mengakibatkan turunnyapersentase perkecambahan serta lemahnya pertumbuhan selanjutnya.(Sajad, 1993)Secara ideal semua benih harus memiliki kekuatan tumbuh yangtinggi, sehingga bila ditanam pada kondisi lapangan yang beraneka ragamakan tetap tumbuh sehat dan kuat serta berproduksi tinggi dengan kualitasbaik. Vigor benih di cerminkan oleh dua informasi tentang viabilitas,masing-masing ‘kekuatan tumbuh’ dan ‘daya simpan’ benih. Kedua nilaifisioogi ini menempatkan benih pada kemungkinan kemampuannya untuktumbuh menjadi tanaman normal meskipun keadaan biofisik lapanganproduksi sub optimum atau sesudah benih melampui suatu periodesimpan yang lama. (Mugnisjah, 1990)Tanaman dengan tingkat vigor yang tinggi mungkin dapat dilihatdari performansi fenotipis kecambah atau bibitnya, yang selanjutnyamungkin dapat berfungsi sebagai landasan pokok untuk ketahananyaterhadap berbagai unsur musibah yang menimpa. Vigor benih untukkekuatan tumbuh dalam suasana kering dapat merupakan landasan bagikemampuannya tanaman tersebut untuk tumbuh bersaing dengantumbuhan pengganggu ataupun tanaman lainnya dalam pola tanam
Teknologi Benih (Viabilitas dan Vigor Benih)
1
 
multipa. Vigor benih untuk tumbuh secara spontan merupakan landasanbagi kemampuan tanaman mengabsorpsi sarana produksi secaramaksimal sebelum panen. Juga dalam memanfaatkan unsur sinamatahari khususnya selama periode pengisian dan pemasakan biji.(Sajad, 1993)Pada hakekatnya vigor benih harus relevan dengan tingkatproduksi, artinya dari benih yang bervigor tinggi akan dapat dicapai tingkatproduksi yang tinggi. Vigor benih yang tinggi dicirikan antara lain tahandisimpan lama, tahan terhadap serangan hama penyakit, cepat danmerata tumbuhnya serta mampu menghasilkan tanaman dewasa yangnormal dan berproduksi baik dalam keadaan lingkungan tumbuh yang suboptimal. Pada umumnya uji vigor benih hanya sampai pada tahapan bibit.Karena terlalu sulit dan mahal untuk mengamati seluruh lingkaran hiduptanaman. Oleh karena itu digunakanlah kaidah korelasi misal denganmengukur kecepatan berkecambah sebagai parameter vigor, karenadiketahui ada korelasi antara kecepatan berkecambah dengan tinggirendahnya produksi tanaman. Rendahnya vigor pada benih dapatdisebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor genetis, fisiologis,morfologis, sitologis, mekanis dan mikrobia. (Sutopo, 1984)Bahwa keadaan lingkungan di lapangan itu sangat penting dalammenentukan kekuatan tumbuh benih adalah sangat nyata dan perbedaankekuatan tumbuh benih dapat terlihat nyata dalam keadaan lingkunganyang kurang menguntungkan. Di samping itu kecepatan tumbuh benihdapat pula menjadi petunjuk perbedaan kekuatan tumbuh. (Harjadi, 1979)Kemunduran suatu benih dapat diterangkan sebagai turunnyakualitas atau viabilitas benih yang mengakibatkan rendahnya vigor dan jeleknya pertumbuhan tanaman serta produksinya. Di mana kejadiantersebut merupakan suatu proses yang tak dapat balik dari kualitas suatubenih. Benih yang memiliki vigor rendah akan berakibat terjadinyakemunduran yang cepat selama penyimpanan benih, makin sempitnyakeadaan lingkungan dimana benih dapat tumbuh, kecepatanberkecambah benih menurun, kepekaan akan serangan hama danpenyakit meningkat, meningkatnya jumlah kecambah abnormal dan
Teknologi Benih (Viabilitas dan Vigor Benih)
2
 
rendahnya produksi tanaman. (Sajad, 1993). Panen, pengeringan,pengolahan dan penyimpanan yang baik merupakan usaha-usaha yangdapat membantu menghambat proses kemunduran benih. Denganpenyimpanan yang baik dapat memperlambat terjadinya kemunduranfisiologis dari benih yang sudah mencapai vigor maksimum pada saatmasak fisiologis. (Justice,1990)
Viabilitas Benih
Berdasarkan pada kondisi lingkungan pengujian viabilitas benihdapat dikelompokkan ke dalam viabilitas benih dalam kondisi lingkungansesuai (favourable) dan viabilitas benih dalam kondisi lingkungan tidaksesuai (unfavourable). Pengujian viabilitas benih dalam kondisi lingkungantidak sesuai termasuk kedalam pengujian vigor benih. Perlakuan dengankondisi lingkungan sesuai sebelum benih dikecambahkan tergolong untukmenduga parameter vigor daya simpan benih, sedangkan jika kondisilingkungan tidak sesuai diberikan selama pengecambahan benih makatergolong dalam pengujian untuk menduga parameter vigor kekuatantumbuh benih (Mugnisjah dkk,1994).Permasalahan yang dihadapi dalam penyiapan atau pengadaanbenih kedelai adalah viabilitas benih kedelai yang cepat mengalamipenurunan. Sering terjadi viabilitas benih kedelai menurun sampai kurangdari 80% dalam waktu 2-3 bulan. Faktor-faktor yang berperan sebagaipenyebab tingginya laju penurunan viabilitas benih kedelai selamapenyimpanan adalah benih kedelai yang disimpan memiliki vigor awalyang rendah, benih disimpan atau dikemas pada kadar air yang tinggi,kondisi penyimpanan yang lembab dan panas, dan kerusakan benih olehhama, penyakit terbawa benih dan kerusakan benih secara mekanis(Purwantoro, 2009).Biasanya benih diuji daya kecambah dan viabilitasnya dilaboratorium yang dilengkapi dengan alat dan para pekerja untukmenentukan mutu benihnya. Pada uji daya kecambah, benih dikatakanberkecambah bila dapat menghasilkan kecambah dengan bagian-bagianyang normal atau mendekati normal. Ada suatu pengujian viabilitas yang
Teknologi Benih (Viabilitas dan Vigor Benih)
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->