Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
P. 1
Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi

Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi

Ratings: (0)|Views: 767 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Keberadaan manusia telah berlangsung kira-kira sejuta tahun . Ia telah mengenal tulisan kurang lebih selama 6.000 tahun , dan pertanian untuk waktu agak lebih lama lagi, kendati mungkin tidak sangat jauh berbeda . Ilmu pengetahuan , sebagai faktor utama yang menentukan keyakinan orang terdidik , telah ada kurang lebih 350 tahun ; dan sebagai sumber teknik ekonomi kira-kira telah berlangsung selama 200 tahun . Dalam waktu sesingkat ini ilmu pengetahuan membuktikan dirinya sebagai daya revolusioner yang dashyat . Bila kita melihat betapa barunya ilmu pengetahuan mencapai kekuatan itu, terpaksalah kita mengakui bahwa kita baru berada pada tahap yang sangat awal dari karyanya dalam mengubah kehidupan manusia . Akibat-akibatnya di masa depan hanya dapat kita duga , kendati begitu suatu penelitian mengenai akibat tersebut sampai sekarang bisa membuat dugaan tersebut tidak begitu sembrono .

Akibat ilmu pengetahuan amat sangat beragam . Ada dampak intelektual langsung , yaitu ditanggalkannya banyak kepercayaan tradisional dan dikenakannya cara-cara yang ditawarkan oleh keberhasilan metode ilmiah . Selain itu, ada akibat pada teknik di bidang industri dan perang . Selanjutnya , terutama sebagai akibat timbulnya berbagai teknik baru, terjadi perubahan-perubahan mendalam pada organisasi sosial yang lambat laun membawa perubahan politik . Akhirnya , sebagai akibat pengendalian baru atas lingkungan yang diberikan oleh ilmu pengetahuan , timbullah suatu filsafat baru yang menyangkut berubahnya pandangan tentang tempat manusia dalam alam semesta ( Russel, 1992 : 1 – 2 )

Suatu ciri khas pada manusia adalah bahwa ia selalu ingin tahu , dan setelah ia memperoleh pengetahuan tentang sesuatu , maka segera kepuasannya disusul lagi dengan kecenderungan untuk ingin lebih tahu lagi . Begitulah seterusnya , hingga tak sesaatpun ia sampai pada kepuasan mutlak untuk menerima realitas yang dihadapinya sebagai titik terminasi yang mantap . Ketidakmungkinan untuk merasa mantap pada suatu status pengetahuan ini dapat diterangkan dari berbagai sudut . Salah satu sebab yang paling dasar ialah bahwa apa yang menjelma kepada manusia sebagai realitas alamiah ditanggapinya sebagai kenyataan yang dwirupa : di satu pihak ia mengamati alamnya sebagai sesuatu yang mempunyai aspek statis , akan tetapi iapun mengamati terjadinya perubahan-perubahan , perkembangan-perkembangan dan lain sebagainya , yang menguatkan adanya aspek dinamis dari gejala-gejala alam itu sendiri . Aspek statis dan dinamis itulah merupakan ketegangan pertama yang mendorong manusia untuk selalu ingin lebih tahu . Jadi bukan saja fakta-fakta yang menggejala atau terlibat dalam suatu proses yang berlarut .

Berdasarkan penghayatan dasar yang pertama-tama inilah , maka manusia tidak lagi mampu melihat fakta sebagai kenyataan-kenyataan belaka , melainkan selalu menjangkau lebih jauh di balik kenyataan-kenyataan yang diamatinya, yaitu pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat diperkirakannya melalui kenyataan-kenyataan itu .Dengan lain perkataan : manusia melakukan transedensi terhadap realitas kongkret dan menuju kea rah kemungkinan-kemungkinan yang terbayang melalui pengamatan terhadap realitas itu. Inilah yang rupanya dimaksudkan oleh Immanuel Kant dengan menyatakan bahwa kemampuan manusia untuk mengetahui adalah berupa ein der Bilder deburftigert Verstand
Keberadaan manusia telah berlangsung kira-kira sejuta tahun . Ia telah mengenal tulisan kurang lebih selama 6.000 tahun , dan pertanian untuk waktu agak lebih lama lagi, kendati mungkin tidak sangat jauh berbeda . Ilmu pengetahuan , sebagai faktor utama yang menentukan keyakinan orang terdidik , telah ada kurang lebih 350 tahun ; dan sebagai sumber teknik ekonomi kira-kira telah berlangsung selama 200 tahun . Dalam waktu sesingkat ini ilmu pengetahuan membuktikan dirinya sebagai daya revolusioner yang dashyat . Bila kita melihat betapa barunya ilmu pengetahuan mencapai kekuatan itu, terpaksalah kita mengakui bahwa kita baru berada pada tahap yang sangat awal dari karyanya dalam mengubah kehidupan manusia . Akibat-akibatnya di masa depan hanya dapat kita duga , kendati begitu suatu penelitian mengenai akibat tersebut sampai sekarang bisa membuat dugaan tersebut tidak begitu sembrono .

Akibat ilmu pengetahuan amat sangat beragam . Ada dampak intelektual langsung , yaitu ditanggalkannya banyak kepercayaan tradisional dan dikenakannya cara-cara yang ditawarkan oleh keberhasilan metode ilmiah . Selain itu, ada akibat pada teknik di bidang industri dan perang . Selanjutnya , terutama sebagai akibat timbulnya berbagai teknik baru, terjadi perubahan-perubahan mendalam pada organisasi sosial yang lambat laun membawa perubahan politik . Akhirnya , sebagai akibat pengendalian baru atas lingkungan yang diberikan oleh ilmu pengetahuan , timbullah suatu filsafat baru yang menyangkut berubahnya pandangan tentang tempat manusia dalam alam semesta ( Russel, 1992 : 1 – 2 )

Suatu ciri khas pada manusia adalah bahwa ia selalu ingin tahu , dan setelah ia memperoleh pengetahuan tentang sesuatu , maka segera kepuasannya disusul lagi dengan kecenderungan untuk ingin lebih tahu lagi . Begitulah seterusnya , hingga tak sesaatpun ia sampai pada kepuasan mutlak untuk menerima realitas yang dihadapinya sebagai titik terminasi yang mantap . Ketidakmungkinan untuk merasa mantap pada suatu status pengetahuan ini dapat diterangkan dari berbagai sudut . Salah satu sebab yang paling dasar ialah bahwa apa yang menjelma kepada manusia sebagai realitas alamiah ditanggapinya sebagai kenyataan yang dwirupa : di satu pihak ia mengamati alamnya sebagai sesuatu yang mempunyai aspek statis , akan tetapi iapun mengamati terjadinya perubahan-perubahan , perkembangan-perkembangan dan lain sebagainya , yang menguatkan adanya aspek dinamis dari gejala-gejala alam itu sendiri . Aspek statis dan dinamis itulah merupakan ketegangan pertama yang mendorong manusia untuk selalu ingin lebih tahu . Jadi bukan saja fakta-fakta yang menggejala atau terlibat dalam suatu proses yang berlarut .

Berdasarkan penghayatan dasar yang pertama-tama inilah , maka manusia tidak lagi mampu melihat fakta sebagai kenyataan-kenyataan belaka , melainkan selalu menjangkau lebih jauh di balik kenyataan-kenyataan yang diamatinya, yaitu pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat diperkirakannya melalui kenyataan-kenyataan itu .Dengan lain perkataan : manusia melakukan transedensi terhadap realitas kongkret dan menuju kea rah kemungkinan-kemungkinan yang terbayang melalui pengamatan terhadap realitas itu. Inilah yang rupanya dimaksudkan oleh Immanuel Kant dengan menyatakan bahwa kemampuan manusia untuk mengetahui adalah berupa ein der Bilder deburftigert Verstand

More info:

Published by: Peter Kasenda on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/02/2014

 
Zk|kp Oa}kela
Hae{}da # Dch{ Zkebk|af{ae lae \kfeicibd
 Dch{ zkebk|af{ae |aeza abaha aoae |dhzaeb#]klaeboae abaha |aeza zkebk|af{ae aoae `{|a 
&Ac`kp| Kde}|kde$
Ok`kpalaae hae{}da |kcaf `kpcaeb}{eb odpa(odpa }kg{|a |af{e % Da |kcaf hkebkeac |{cd}aeo{paeb ck`df }kcaha >%::: |af{e # lae zkp|aedae {e|{o rao|{ abao ck`df caha cabd#okela|d h{ebode |dlao }aeba| ga{f `kp`kla % Dch{ zkebk|af{ae # }k`abad nao|ip {|ahataeb hkeke|{oae oktaodeae ipaeb |kpldldo # |kcaf ala o{paeb ck`df =;: |af{e ? lae}k`abad }{h`kp |koedo koieihd odpa(odpa |kcaf `kpcaeb}{eb }kcaha 0:: |af{e % Lacahrao|{ }k}deboa| ded dch{ zkebk|af{ae hkh`{o|doae ldpdeta }k`abad lata pk~ic{}diekp taeb la}fta| % @dca od|a hkcdfa| `k|aza `ap{eta dch{ zkebk|af{ae hkemazad oko{a|ae d|{#|kpzao}acaf od|a hkebao{d `afra od|a `ap{ `kpala zala |afaz taeb }aeba| arac lapdoaptaeta lacah hkeb{`af okfdl{zae hae{}da % Aod`a|(aod`a|eta ld ha}a lkzae faetalaza| od|a l{ba # okela|d `kbd|{ }{a|{ zkekcd|dae hkebkead aod`a| |kp}k`{| }ahzad}koapaeb `d}a hkh`{a| l{baae |kp}k`{| |dlao `kbd|{ }kh`piei %Aod`a| dch{ zkebk|af{ae aha| }aeba| `kpabah % Ala lahzao de|kcko|{ac caeb}{eb # tad|{ld|aebbacoaeeta `aetao okzkpmataae |pald}dieac lae ldokeaoaeeta mapa(mapa taebld|arapoae ickf ok`kpfa}dcae hk|ilk dchdaf % ]kcade d|{# ala aod`a| zala |koedo ld `dlaebdel{}|pd lae zkpaeb % ]kcaeg{|eta # |kp{|aha }k`abad aod`a| |dh`{ceta `kp`abad |koedo  `ap{# |kpgald zkp{`afae(zkp{`afae hkelacah zala ipbaed}a}d }i}dac taeb cah`a| ca{ehkh`ara zkp{`afae zicd|do % Aofdpeta # }k`abad aod`a| zkebkelacdae `ap{ a|a}cdebo{ebae taeb ld`kpdoae ickf dch{ zkebk|af{ae # |dh`{ccaf }{a|{ ndc}ana| `ap{ taebhketaebo{| `kp{`afeta zaelaebae |ke|aeb |khza| hae{}da lacah acah }khk}|a& P{}}kc# 1440 7 1 ” 0 $]{a|{ mdpd ofa} zala hae{}da alacaf `afra da }kcac{ debde |af{ # lae }k|kcaf dahkhzkpickf zkebk|af{ae |ke|aeb }k}{a|{ # haoa }kbkpa okz{a}aeeta ld}{}{c cabd lkebaeokmkelkp{ebae {e|{o debde ck`df |af{ cabd % @kbd|{caf }k|kp{}eta # fdebba |ao }k}aa|z{eda }ahzad zala okz{a}ae h{|cao {e|{o hkekpdha pkacd|a} taeb ldfalazdeta }k`abad |d|do |kphdea}d taeb hae|az % Ok|dlaoh{ebodeae {e|{o hkpa}a hae|az zala }{a|{ }|a|{} zkebk|af{ae ded laza| ld|kpaeboae lapd `kp`abad }{l{| % ]acaf }a|{ }k`a` taeb zacdebla}ap dacaf `afra aza taeb hkegkcha okzala hae{}da }k`abad pkacd|a} acahdafld|aebbazdeta }k`abad oketa|aae taeb lrdp{za 7 ld }a|{ zdfao da hkebaha|d acaheta}k`abad }k}{a|{ taeb hkhz{etad a}zko }|a|d} # aoae |k|azd daz{e hkebaha|d |kpgaldeta zkp{`afae(zkp{`afae # zkpokh`aebae(zkpokh`aebae lae cade }k`abadeta # taebhkeb{a|oae alaeta a}zko ldeahd} lapd bkgaca(bkgaca acah d|{ }keldpd % A}zko }|a|d} laeldeahd} d|{caf hkp{zaoae ok|kbaebae zkp|aha taeb hkelipieb hae{}da {e|{o }kcac{1
Rk`7 rrr%zk|kpoa}kela%riplzpk}}%mihKhadc7 hp%oa}kelaJbhadc%mih
 
Zk|kp Oa}keladebde ck`df |af{ % Gald `{oae }aga nao|a(nao|a taeb hkebbkgaca a|a{ |kpcd`a| lacah }{a|{ zpi}k} taeb `kpcap{| %@kpla}apoae zkebfata|ae la}ap taeb zkp|aha(|aha dedcaf # haoa hae{}da |dlao cabdhahz{ hkcdfa| nao|a }k`abad oketa|aae(oketa|aae `kcaoa # hkcadeoae }kcac{ hkegaeboa{ck`df ga{f ld `acdo oketa|aae(oketa|aae taeb ldaha|deta# tad|{ zala okh{ebodeae(okh{ebodeae taeb laza| ldzkpodpaoaeeta hkcac{d oketa|aae(oketa|aae d|{ %Lkebae cade zkpoa|aae 7 hae{}da hkcao{oae |pae}klke}d |kpfalaz pkacd|a} oiebopk| lae hke{g{ okapaf okh{ebodeae(okh{ebodeae taeb |kp`ataeb hkcac{d zkebaha|ae |kpfalaz pkacd|a}d|{% Dedcaf taeb p{zaeta ldhao}{loae ickf Dhhae{kc Oae| lkebae hketa|aoae `afraokhahz{ae hae{}da {e|{o hkebk|af{d alacaf `kp{za
kde lkp @dclkp lk`{pn|dbkp| ^kp}|ael 
Lkebae }doaz lkhdodae d|{caf hae{}da hkebacahd zkp|kh{aeeta lkebae acah}kod|apeta% Lacah zkpokh`aebaeeta }kgao cafdp # aeao hae{}da hkekh{d lae `kpba{clkebae l{edaeta }k`abad oketa|aae(oketa|aae lkebae okh{ebodeae(okh{ebodeae}koacdb{} % Da `kpaeb}{p(aeb}{p hkebkeac `afra }kelio taeb ld`{aebeta ok cae|adhkh`{a| }{apa |kp|ke|{ # lae zkp`{a|ae ded ld{caeb({caeb |aeza fke|deta ? }{apa|kphao}{l }k`keapeta |dlao fap{} hkp{zaoae `abdae lapd }dna|(}dna| }kelio d|{ }keldpd ?lae }kg{hcaf zkphadeae }kp|a ofatacae aeao }kbkpa hke{eg{ooae `k|aza zkebaha|aeetad|{ ck`df lapd }koklap hkekpdha pkacd|a} `kcaoa %Aofdpeta # fac taeb }aha lacah `ke|{o taeb ck`df hagkh{o laza| od|a }ao}doae zala zkpokh`aebae okfdl{zae hkh`{lata zala {ha| hae{}da% Gald |pae}kelke}d |kpfalazoketa|aae d|{ alacaf }{a|{ zpi}k} taeb laza| od|a }ao}doae `ado lacah zpi}k} ndcibkek|d}ha{z{e ie|ibkek|d} % Eah{e lkhdodae # }kh{aeta d|{ `kc{h hkh`kpd okl{l{oaeof{}{} zala aza taeb ld}k`{| zkebaha|ae dchdaf ? zacdeb ga{f od|a `d}ahkebaebbazeta }k`abad mdpd –debde |af{ – taeb hkckoa| zala oilpa| hae{}dard % Lapd}doaz ded }aga taeb ldmazad alacaf zkebk|af{ae # lae `{oae &a|a{ `kc{h $ dch{ % & N{alFa}ae # 1422 7 6 ” 4 $
Hae{}da lae Zkebk|af{ae
]kh{a `ke|{o zketkcdldoae okapaf zkebk|af{ae h{cad lkebae zkebacahae % Haoa fao  zkp|aha lae {|aha taeb hkela}apd lae taeb hkh{ebodeoae alaeta zkebk|af{ae alacaf zkebacahae % Zkebacahae alacaf ok}kc{p{fae zkpd}|dra zkpg{hzaae lae aza taeb |kpgald zala hae{}da lacah de|kpao}deta lkebae acah # ldpd }keldpd # cdebo{ebae }i}dac }kod|apetalae lkebae }kc{p{f oketa|aae % Ala l{a hamah zkebacahae # taoed zkebacahae zpdhkp lae zkebacahae }ko{elkp% Zkebacahae zpdhkp alacaf zkebacahae caeb}{eb aoae zkp}ke|{fae delkpard lkebae `kela(`kela oieopk| ld c{ap hae{}da lae aoae zkpd}|drataeb ld}ao}doae }keldpd % Zkebacahae }ko{elkp alacaf zkebacahae |ao caeb}{eb a|a{ zkebacahae pkncko|dn hkebkead zkebacahae zpdhkp % ]ata }alap aoae aza taeb }ata cdfa|lkebae ha|a }ata # aza taeb }ata lkebae lkebae |kcdeba }ata # lae aza taeb }atapa}aoae lkebae delkpa zkpa`a }ata % ]ata }alap aoae alaeta oketa|aae cade ld c{ap }atataeb hkpaeb}aeb ipbae(ipbae lacah |{`{f }ata lae }ata g{ba }alap aoae ok}alapae }ata0
Rk`7 rrr%zk|kpoa}kela%riplzpk}}%mihKhadc7 hp%oa}kelaJbhadc%mih
 
Zk|kp Oa}kela]kcade zkebacahae delkpard lae edpdelkpard # zkebk|af{ae g{ba ldla}apoae a|a} deba|aeLacah okl{l{oaeeta }k`abad la}ap zkebk|af{ae % `ado zkebacahae delkpard ha{z{edeba|ae }acdeb hkebaeladoae % \aeza deba|ae # zkebacahae delkpard |dlao aoae laza| `kpokh`aeb hkegald zkebk|af{ae % Ld cade zdfao # deba|ae hkebaeladoae zkebacahaedelkpard }k`abad }{h`kp lae la}ap p{g{oaeeta % Od|a faeta laza| hkebdeba| aza taeb}k`kc{heta zkpeaf od|a acahd }kmapa delkpard # ke|af }kmapa caeb}{eb a|a{ |dlao caeb}{eb Okela|d deba|ae }kpdeb oacd laza| hkegald oa`{p lae |dlao |kza| # a|a{ lkebaeoa|a cade laza| okcdp{ # eah{e lacah fdl{z }kfapd(fapd # `ado }kmapa |kipd|d} ha{z{e zpao|d} # zkebk|af{ae od|a la}apoae a|a} deba|ae % ]kaeladeta deba|ae }aha }koacd |ao `d}aldaelacoae # haoa od|a |ao laza| hkcao{oae |{ba} }kfapd(fapd % Hd}aceta od|a |dlao laza|hkekh{oae gacae taeb zkpeaf od|a cac{d % \aeza deba|ae # okbda|ae zkeacapae z{e hkegald|dlao h{ebode % Oapkea {e|{o laza| `kpeacap lae hkeapdo ok}dhz{cae od|a fap{} `d}ahkebdeba| zpkhd}(zpkhd}eta %Zkebacahae delkpard caeb}{eb lae deba|ae zpd`ald hkebkead }{a|{ zkpd}|dra a|a{ nao|a|kp|ke|{ |dlao }kcac{ od|a hdcdod % Aoae |k|azd # zkebk|af{ae g{ba }kpdeb oacd od|a zkpickflapd ok}ao}dae ipaeb cade taeb od|a zkpmatad %Lacah fdl{z }kfapd(fapd od|a `aetao hkhzkpmataoae ldpd zala ok}ao}dae ipaeb cade % Lacah hkhzkpmatad }{a|{ ok}ao}dae #od|a |dlao hkhz{etad m{o{z `{o|d de}|pde}do {e|{o ok`keapaeeta% Taeb od|a hdcdodfaetacaf `{o|d ko}|pde}do %\ke|{ }aga {e|{o hkekpdha }{a|{ ok}ao}dae }k`abad }{a|{ok}ao}dae taeb `keap #}{a|{ `{o|d de}|pde}do |k|az ldzkpc{oae %Okela|d ok}ao}dae |dlao laza| hkh`kpd okza}|dae h{|cao hkebkead ok`keapae d}d ok}ao}daeeta # eah{e }k`abadla}ap lae }{h`kp zkebk|af{ae mapa ded `aetao ld|khz{f %\dlao }kh{a zkebacahae hkegald zkebk|af{ae% [e|{o laza| `kpokh`aeb hkegald zkebk|af{ae # }{`tko taeb hkebacahd }k}{a|{ zkpc{ hkhdcdod hdea| lae pa}a debde |af{|ke|aeb aza taeb ldacahdeta % Haoa# fac cade taeb hkela}apd alaeta zkebk|af{ae alacafalaeta hdea| lae pa}a debde |af{ hae{}da % Hdea| hkebapafoae zkpfa|dae |kpfalaz fac(fac taeb ldacahd lae ldaebbaz zke|deb {e|{o ldzkpfa|doae % Ded `kpap|d `afra lacahokbda|ae hkebk|af{d }k`keapeta }kcac{ }{laf |kph{a| {e}{p zkedcadae % Ipaeb aoaehkhdea|d aza taeb da zaelaeb `kpedcad % ]klaeboae pa}a debde |af{ hkelipieb ipaeb{e|{o `kp|aeta lae hkcao{oae zketkcdldoae a|a{ aza taeb ldacahd lae hkeapdhdea|eta% ]kzkp|d ldeta|aoae ickf Apd}|i|kck} lacah oacdha| zkh`{oaae lapd `{o{eta
Hk|and}doa #
 zala la}apeta – }kh{a hae{}da debde hkebk|af{d %‘ Oketa|aae ded |kp{eboazlkebae gkca} hd}aceta lacah bkgaca hae{}da }k`abad haofc{o `kp|aeta %Pa}a debde |af{ kpa| |kpoad| lkebae zkebacahae okoab{hae a|a{ okfkpaeae aoae azataeb ldacahd % ]kzkp|d }{laf ldokh{oaoae ickf Zca|i # okbda|ae ndc}ana| }keldpd ldh{cadlkebae zkebacahae okoab{hae a|a{ okfkpaeae % Oketa|aae ded `kpcao{ {e|{o }kh{aokbda|ae hkemapd zkebk|af{ae % Lacah bkgaca hae{}da `kp|aeta |kp{eboaz oketa|aae `afra hae{}da ld }a|{ zdfao }{laf |af{ }k}{a|{ |k|azd }koacdb{} g{ba `kc{h |af{ # lae dadebde |af{ hkebkead fac(fac taeb `kc{h da ok|af{d % % Zkp|aetaae }kcac{ hke{eg{o zalaoketa|aae alaeta okh{ebodeae zkebk|af{ae taeb ck`df lapd aza taeb }ahzad }koapaeb}{laf ldok|af{d # }k|daz gara`ae a|a{ }{a|{ zkp|aetaae }kpdeb hkh{em{coae zkp|aetaae `ap{ taeb hkebfapazoae gara`ae % Laza| hkebag{oae zkp|aetaae taeb |kza|=
Rk`7 rrr%zk|kpoa}kela%riplzpk}}%mihKhadc7 hp%oa}kelaJbhadc%mih

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Patrick WolCot liked this
Riko BonBond liked this
Puput Lurah liked this
Lifa Mawadh liked this
Dhina Agustina liked this
Veny Kaa liked this
Adani Hanifati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->