Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
P. 1
Pancasila Dan Tantangan

Pancasila Dan Tantangan

Ratings: (0)|Views: 762 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Saudara-saudara, dalam hubungan ini buat kesekian kalinya saya katakan, bahwa saya bukanlah Pencipta Pancasila, saya bukanlah pembuat Pancasila. Apa yang yang saya kerjakan tempo hari ialah sekedar menformulir perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata yang saya namakan “ Pancasila “. Saya merasa tidak membuat Pancasila. Dan salah jika ada orang yang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno …. Saya sekadar menggali di dalam bumi Indonesia dan mendapatkan lima berlian dan lima berlian inilah saya anggap dapat meinghiasi tanah air kita ini dengan cara yang seindah-indahnya ….Aku menggali di dalam buminya rakyat Indonesia, dan aku melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu hidup lima perasaan. Lima perasaan itu dapat dipakai sebagai mempersatukan bangsa Indonesia yang 80 juta ini. (Subagya, 1959: 2)


Dari kutipan ini terlihat bahwa Soekarno menempatkan dirinya sebagai orang yang menggali nilai dan norma yang hidup sebagai suatu tradisi di masyarakat bangsa Indonesia sejak bangsa kita belum menerima pengaruh dari bangsa-bangsa lain.

Dalam proses penggalian ini, Soekarno selain membekali diri dengan pengetahuan yang diperolehnya dari literatur yang ada dan pengalamannya selama pergerakan kebangsaan juga melakukan perenungan-perenungan yang mendalam tentang semua segi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Hasil dari proses perenungan ini terlihat bahwa manusia dalam memandang alam semesta, merenungi asal dan tujuan manusia, dan dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup selalu menunjukkan sikap sebagai manusia religius, kekeluargaan yang dan bangga akan tanah air tempat, menicintai dan bangga akan tanah air tempat lahirnya, lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi baik secara perseorangan maupun bersama-sama, dan selalu berihktiar untuk hidup lebih baik sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiannya. Semua itu terlihat sebagai gagasan yang dominan dalam hidup bermasyarakat di dalam bangsa kita. Dari semua itu terwujud dalam sikap dan perilaku hidup sebagai satu keutuhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. (Babari, 1985, 733 -734)


Lahirnya Pancasila

Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni1945,dihadapan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah bertentangan dengan latar belakang kebangkitan ini dan perasan anti-Jepang makin ditunjukkan secara terang-terangan. Dalam pidatonya, Soekarno menggariskan lima dasar, Pancasila yang dirasanya akan membimbing dan memenuhi syarat sebagai dasar filsafat suatu Indonesia yang merdeka. Pidato ini jelas mendekati revolusi dan meskipun membangkitkan amarah para perwira angkatan darat Jepang, mereka merasa tidak bijaksana untuk mengambil tindakan terhadapnya. Gagasan-gagsan yang diutarakan Soekarno dalam pidato ini penting karena menyanjikan filsafat sosial yang matang dan dari para pemimpin nasionalis Indonesia yang paling berpengaruh dan dari seseorang yang kemudian menjadi seorang pemimpin politik Republik Indonesia yang paling penting. Gagasan-gagasan itu juga sangat berarti dalam mempengaruhi jalan pemikiran sosial orang Indonesia selama perjuangan revolusioner yang segera mulai, suatu pengaruh yang sampai sekarang masih puinya makna yang sangat penting Banyak dari pengaruh ini dikarenakan Soekarno dengan jelas mengungkapkan ide-ide dominan, namun belum lengkap, yang ada dalam pikiran banyak orang Idnonesia terpelajar, dan karena dia mengutarakannya dalam suatu bahasa dan dengan suatu simbolisme yang kebanyakan bermakna dan tetap penuh arti bagi rakyat jelata yang tidak berpendidikan.
Saudara-saudara, dalam hubungan ini buat kesekian kalinya saya katakan, bahwa saya bukanlah Pencipta Pancasila, saya bukanlah pembuat Pancasila. Apa yang yang saya kerjakan tempo hari ialah sekedar menformulir perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata yang saya namakan “ Pancasila “. Saya merasa tidak membuat Pancasila. Dan salah jika ada orang yang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno …. Saya sekadar menggali di dalam bumi Indonesia dan mendapatkan lima berlian dan lima berlian inilah saya anggap dapat meinghiasi tanah air kita ini dengan cara yang seindah-indahnya ….Aku menggali di dalam buminya rakyat Indonesia, dan aku melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu hidup lima perasaan. Lima perasaan itu dapat dipakai sebagai mempersatukan bangsa Indonesia yang 80 juta ini. (Subagya, 1959: 2)


Dari kutipan ini terlihat bahwa Soekarno menempatkan dirinya sebagai orang yang menggali nilai dan norma yang hidup sebagai suatu tradisi di masyarakat bangsa Indonesia sejak bangsa kita belum menerima pengaruh dari bangsa-bangsa lain.

Dalam proses penggalian ini, Soekarno selain membekali diri dengan pengetahuan yang diperolehnya dari literatur yang ada dan pengalamannya selama pergerakan kebangsaan juga melakukan perenungan-perenungan yang mendalam tentang semua segi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Hasil dari proses perenungan ini terlihat bahwa manusia dalam memandang alam semesta, merenungi asal dan tujuan manusia, dan dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup selalu menunjukkan sikap sebagai manusia religius, kekeluargaan yang dan bangga akan tanah air tempat, menicintai dan bangga akan tanah air tempat lahirnya, lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi baik secara perseorangan maupun bersama-sama, dan selalu berihktiar untuk hidup lebih baik sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiannya. Semua itu terlihat sebagai gagasan yang dominan dalam hidup bermasyarakat di dalam bangsa kita. Dari semua itu terwujud dalam sikap dan perilaku hidup sebagai satu keutuhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. (Babari, 1985, 733 -734)


Lahirnya Pancasila

Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni1945,dihadapan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah bertentangan dengan latar belakang kebangkitan ini dan perasan anti-Jepang makin ditunjukkan secara terang-terangan. Dalam pidatonya, Soekarno menggariskan lima dasar, Pancasila yang dirasanya akan membimbing dan memenuhi syarat sebagai dasar filsafat suatu Indonesia yang merdeka. Pidato ini jelas mendekati revolusi dan meskipun membangkitkan amarah para perwira angkatan darat Jepang, mereka merasa tidak bijaksana untuk mengambil tindakan terhadapnya. Gagasan-gagsan yang diutarakan Soekarno dalam pidato ini penting karena menyanjikan filsafat sosial yang matang dan dari para pemimpin nasionalis Indonesia yang paling berpengaruh dan dari seseorang yang kemudian menjadi seorang pemimpin politik Republik Indonesia yang paling penting. Gagasan-gagasan itu juga sangat berarti dalam mempengaruhi jalan pemikiran sosial orang Indonesia selama perjuangan revolusioner yang segera mulai, suatu pengaruh yang sampai sekarang masih puinya makna yang sangat penting Banyak dari pengaruh ini dikarenakan Soekarno dengan jelas mengungkapkan ide-ide dominan, namun belum lengkap, yang ada dalam pikiran banyak orang Idnonesia terpelajar, dan karena dia mengutarakannya dalam suatu bahasa dan dengan suatu simbolisme yang kebanyakan bermakna dan tetap penuh arti bagi rakyat jelata yang tidak berpendidikan.

More info:

Published by: Peter Kasenda on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/09/2014

 
S`y`q Jm~`lim
 Smlnm~kdm iml Ymlymleml
^mpimqm(~mpimqm$ imdmh gpapleml klk apmy j`~`jkml jmdkl{m ~m{m jmymjml$ amgum ~m{m apjmldmgS`lnksym Smlnm~kdm$ ~m{m apjmldmg s`hapmy Smlnm~kdm, Msm {mle {mle ~m{m j`qomjml y`hsf gmqkkmdmg ~`j`imq h`lbfqhpdkq s`qm~mml(s`qm~mml {mle mim ik imdmh jmdmleml qmj{my i`leml a`a`qmsmjmym(jmym {mle ~m{m lmhmjml — Smlnm~kdm —, ^m{m h`qm~m ykimj h`hapmy Smlnm~kdm, Iml ~mdmg okjmmim fqmle {mle h`lemymjml amgum Smlnm~kdm kyp apmyml ^f`jmqlf •, ^m{m ~`jmimq h`leemdk ikimdmh aphk Klifl`~km iml h`limsmyjml dkhm a`qdkml iml dkhm a`qdkml klkdmg ~m{m mleems imsmyh`klegkm~k ymlmg mkq jkym klk i`leml nmqm {mle ~`klimg(klimgl{m •,Mjp h`leemdk ik imdmh aphkl{m qmj{my Klifl`~km$ iml mjp h`dkgmy ik imdmh jmdapl{m amle~m Klifl`~km kyp gkips dkhm s`qm~mml, Dkhm s`qm~mml kyp imsmy iksmjmk ~`amemk h`hs`q~mypjml amle~m Klifl`~km {mle 73 opymklk, '^pame{m$ =;0;? 1+
Imqk jpyksml klk y`qdkgmy amgum ^f`jmqlf h`l`hsmyjml ikqkl{m ~`amemk fqmle {mleh`leemdk lkdmk iml lfqhm {mle gkips ~`amemk ~pmyp yqmik~k ik hm~{mqmjmy amle~mKlifl`~km ~`omj amle~m jkym a`dph h`l`qkhm s`lemqpg imqk amle~m(amle~m dmkl,Imdmh sqf~`~ s`leemdkml klk$ ^f`jmqlf ~`dmkl h`ha`jmdk ikqk i`leml s`le`ymgpml {mleiks`qfd`gl{m imqk dky`qmypq {mle mim iml s`lemdmhmll{m ~`dmhm s`qe`qmjml j`amle~mml opem h`dmjpjml s`q`lpleml(s`q`lpleml {mle h`limdmh y`lymle ~`hpm ~`ek j`gkipsmlhm~{mqmjmy amle~m Klifl`~km, Gm~kd imqk sqf~`~ s`q`lpleml klk y`qdkgmy amgum hmlp~kmimdmh h`hmlimle mdmh ~`h`~ym$ h`q`lplek m~md iml ypopml hmlp~km$ iml imdmhh`legmimsk a`qamemk hmnmh ymlymleml gkips ~`dmdp h`lplopjjml ~kjms ~`amemk hmlp~kmq`dkekp~$ j`j`dpmqemml {mle iml amleem mjml ymlmg mkq y`hsmy$ h`lknklymk iml amleemmjml ymlmg mkq y`hsmy dmgkql{m$ d`akg h`lepymhmjml hp~{mumqmg plypj hpbmjmy imdmhh`h`nmgjml hm~mdmg {mle ikgmimsk amkj ~`nmqm s`q~`fqmleml hmpspl a`q~mhm(~mhm$iml ~`dmdp a`qkgjykmq plypj gkips d`akg amkj ~`~pmk i`leml gmqjmy iml hmqymamyj`hmlp~kmll{m, ^`hpm kyp y`qdkgmy ~`amemk emem~ml {mle ifhklml imdmh gkips a`qhm~{mqmjmy ik imdmh amle~m jkym, Imqk ~`hpm kyp y`qupopi imdmh ~kjms iml s`qkdmjpgkips ~`amemk ~myp j`pypgml {mle ykimj imsmy iksk~mg(sk~mgjml, 'Amamqk$ =;70$ 5>> (5>9+
 Dmgkql{m Smlnm~kdm
Skimyf ^f`jmqlf smim ymleemd = Oplk=;90$ikgmimsml Smlkykm S`q~kmsml J`h`qi`jmmlKlifl`~km mimdmg a`qy`lymleml i`leml dmymq a`dmjmle j`amlejkyml klk iml s`qm~ml mlyk(O`smle hmjkl ikyplopjjml ~`nmqm y`qmle(y`qmleml, Imdmh skimyfl{m$ ^f`jmqlfh`leemqk~jml dkhm im~mq$ Smlnm~kdm {mle ikqm~ml{m mjml h`hakhakle iml h`h`lpgk~{mqmy ~`amemk im~mq bkd~mbmy ~pmyp Klifl`~km {mle h`qi`jm, Skimyf klk o`dm~ h`li`jmykq`rfdp~k iml h`~jkspl h`hamlejkyjml mhmqmg smqm s`qukqm mlejmyml imqmy O`smle$h`q`jm h`qm~m ykimj akomj~mlm plypj h`lemhakd yklimjml y`qgmimsl{m, Emem~ml(eme~ml{mle ikpymqmjml ^f`jmqlf imdmh skimyf klk s`lykle jmq`lm h`l{mlokjml bkd~mbmy ~f~kmd{mle hmymle iml imqk smqm s`hkhskl lm~kflmdk~ Klifl`~km {mle smdkle a`qs`lemqpg iml=
U`a? uuu,s`y`qjm~`lim,ufqisq`~~,nfh@hmkd? hq,jm~`limCehmkd,nfh
 
S`y`q Jm~`limimqk ~`~`fqmle {mle j`hpikml h`lomik ~`fqmle s`hkhskl sfdkykj Q`spadkj Klifl`~km{mle smdkle s`lykle, Emem~ml(emem~ml kyp opem ~mlemy a`qmqyk imdmh h`hs`lemqpgk omdml s`hkjkqml ~f~kmd fqmle Klifl`~km ~`dmhm s`qopmleml q`rfdp~kfl`q {mle ~`e`qm hpdmk$~pmyp s`lemqpg {mle ~mhsmk ~`jmqmle hm~kg spkl{m hmjlm {mle ~mlemy s`lykle Aml{mj imqk s`lemqpg klk ikjmq`lmjml ^f`jmqlf i`leml o`dm~ h`leplejmsjml ki`(ki` ifhklml$lmhpl a`dph d`lejms$ {mle mim imdmh skjkqml aml{mj fqmle Kilfl`~km y`qs`dmomq$ imljmq`lm ikm h`lepymqmjmll{m imdmh ~pmyp amgm~m iml i`leml ~pmyp ~khafdk~h` {mlej`aml{mjml a`qhmjlm iml y`yms s`lpg mqyk amek qmj{my o`dmym {mle ykimj a`qs`likikjml,H`lpqpy ^f`jmqlf$ sqkl~ks s`qymhm {mle gmqp~ h`leemqk~amumgk im~mq bkd~mbmy ~pmypKlifl`~km h`qi`jm mimdmg lm~kflmdk~h`, Km h`l`jmljml amgum {mle ikhmj~pijmll{m apjmldmg ~pmyp lm~kflmdk~h` imdmh mqyk ~`hsky, Jmyml{m$ ~{mqmy amle~m h`lpqpy @ql~yQ`lml {mkyp? — d` i`~kq i‛`yq` `l~`had` —$ iml h`lpqpy Fyyf Amp`q {mkyp — `kl` mp~^ngknj~mde`h`lk~ngmby @qumng~`l` Ngmqmjy`qe`h`kl~nogmby — ykimj h`hmimk$ jmq`lmj`ipml{m ykimj h`hs`qykhamlejml ~{mqmy dmkl$ {mkyp — s`q~mypml mlymqm hmlp~km imlymlmg —, H`lpqpy e`fsfdkykj$‘ dmlopyl{m$‘ Klifl`~km mimdmg l`e`qk jkym$ Klifl`~km {mle apdmy,‘ I`leml ~`hmlemy km h`lemymjml?
S`li`j jmym$ amle~m Klifl`~km$ Lmyk` Klifl`~km$ apjmldmg ~`j`imq ~myp efdfleml fqmle {mlegkips i`leml — d` i`~kq i‘`yq` `l~`had` — ik mym~ im`qmg {mle j`nkd ~`s`qyk Hklmlejmamp$ mympHmipqm$ mymp [fe{m$ mymp ^plim$ mymp Apek~$ ymsk amle~m Klifl`~km kmdmg ~`dpqpg hmlp~km {mleh`lpqpy e`fsfdkykj y`dmg iky`lypjml fd`g Mddmg ^UY ykleemd ik j`~mypmll{m ~`hpm spdmp(spdmpKlifl`~km imqk pople Pymqm ^phmyqm ~mhsmk j` Kqkml- •,Jkym gml{m ipm jmdk h`lemdmhk lmykflmd`~ymmy$ {mkyp ik zmhml ^qkukom{m iml ik zmhml Hmomsmgky,
 Lmhpl i`hkjkml$ ^f`jmqlf h`l`em~jml,sqkl~ks j`amle~mml klk h`hmle mim amgm{ml{m, Amgm{ml{m kmdmg hplejkl fqmle(fqmle h`qplnklejml lm~kflmdk~h` h`lomikNgmprklk~h` •Ypml(ypml$ omleml a`qjmym$ amgum amle~m Klifl`~kmdmg {mle y`qamep~iml y`qhpdkm$ ~`qym h`q`h`gjml amle~m dmkl, Jkym gmqp~ h`lpop s`q~mypml iplkm$ s`q~mpimqmml iplkm,‘, I`leml s`limsmy klk$ ikm y`qp~ h`lepymqmjml sqkl~ksl{m {mlej`ipm$ {mkyp kly`qlm~kflmdk~h` mymp s`qkj`hmlp~kml,
Jkym apjml ~mom gmqp~ h`likqkjml L`emqm Klifl`~km H`qi`jm$ y`ymsk jkym gmqp~ h`lpop spdmj`smim j`j`dpmqemml amle~m(amle~m •,Klkdmg bkdf~fbk~ng sqklnks` lfhfq ipm {mle ~m{m p~pdjmlj`smim ypml(ypml$ {mle afd`g ~m{m lmhmjml kly`qlm~kflmdk~h`, Y`ymsk okjmdmp ~m{m jmymjmlkly`qlm~kflmdk~h` apjmldmg ~m{m a`qhmj~pi jf~hf~sfdk~ymlk~h`$ {mle ykimj h`leklekljmlmiml{m j`amle~mml$ {mle h`lemymjml ykimj mim Klifl`~km$ ykimj mim Lkssfl$ ykimj mim Akqhm$ykimj mim Kleeqk~$ ykimj mim
 
Mh`qkjm iml dmkl(dmkll{m, Kly`qlm~kflmdk~h` ykimj imsmy gkips ~papq jmdmp ykimj a`qmjmq imdmh aphkl{m
 
lm~kflmdk~h`, Lm~kflmdk~h` ykimj imsmy gkips ~papq jmdmpykimj gkips imdmh ymhml(~mqkl{m kly`qlm~kflmdk~h`, Omik
$
ipm gmd klk$ ~mpimqm(~mpimqm$ sqkl~ks ~mypiml sqkl~ks ipm$ {mle ~m{m p~pdjml j`smim ypml(ypml ~`jmdkml$ mimdmg a`qemli`leml `qmy ~myp ~mhmdmkl,
Mjml gmdl{m sqkl~ks j`ykem$ ^f`jmqlf a`qimdkg y`lymle im~mq s`qumjkdml mymp s`qhp~{mumqmyml, — ^m{m {mjkl —$ jmyml{m$ — amgum ~{mqmy {mle hpydmj plypj jpmyl{m L`emqm Klifl`~km kmdmg s`qhp~{mumqmyml$ s`qumjkdml,H`lomuma mqeph`lym~k imqkh`q`jm {mle h`leklekljml ~pmyp l`emqm Klifl`~km ikmypq ~`amemk ~pmyp l`emqm K~dmh$ kmh`lo`dm~jml?1
U`a? uuu,s`y`qjm~`lim,ufqisq`~~,nfh@hmkd? hq,jm~`limCehmkd,nfh
 
S`y`q Jm~`lim
Plypj skgmj K~dmh, klkdmg y`hsmy {mle y`qamkj plypj h`h`dkgmqm memhm•,I`leml nmqm hpbmjmy$jkym s`qamkjk ~`emdm gmd: j`s`lykleml memhm mjml jkym yklejmyjml•,Amiml S`qumjkdml klkdmgy`hsmy jkym plypj h`le`hpjmjml yplypyml(yplypyml K~dmh •,Okjmdmp h`hmle jkym qmj{my K~dmh$hmqkdmg jkym a`j`qom ~`g`amy(g`amyl{m$ memq ~psm{m ~`amekml {mle y`qa`~mq jpq~k(jpq~k AmimlS`qumjkdml Qmj{my {mle jkym mimjml$ ikipipjk fd`g pyp~ml(pyp~ml K~dmh • Jkym a`qjm{m$ ;3 s`q~`l imqk jkym a`qmemhm K~dmh$ y`ymsk dkgmydmg ik imdmh ~kimle klk a`qmsm s`q~`l {mleh`ha`qkjml ~pmqml{m j`smim K~dmh6 Hmmb ~`qkap hmmb$ ~m{m yml{m gmd kyp- Amek ~m{m gmd kypmimdmg ~pmyp apjyk$ amgum K~dmh a`dph gkips ~`gkips(gkipsl{m ik imdmh jmdmleml qmj{my, Fd`gjmq`lm kyp$ ~m{m hklym j`smim ~mpimqm(~mpimqm ~`jmdkml$ amkj {mle apjml K~dmh$ hmpspl y`qpymhm{mle K~dmh$ ~`ypopkdmg sqkl~ks lfhfq ykem klk$ {mkyp sqkl~ks s`qhp~{mumqmyml$ s`qumjkdml$$Ikimdmh s`qumjkdml qmj{my$ ~mpimqm(~mpimqm K~dmh iml ~mpimqm „~mpimqm Jqk~y`l a`j`qomdmg ~`g`amy(g`amyl{m, Jmdmp hk~mdl{m fqmle Jqk~y`l h`leklekljml amgum ykms(ykms d`yy`q ik imdmh s`qmypqml( s`qmypqml L`emqm Klifl`~km gmqp~ h`lplqpy klokd$ a`j`qomdmg hmyk(hmykml$ memq ~psm{m ~`amekml a`~mq pyp~ml {mle hm~pj Amiml S`qumjkdml Klifl`~km kmdmg fqmle Jqk~y`l, Kyp mikd „bmkq sdm{6Ykimj mim ~pmyp l`emqm afd`g ikjmymjml l`emqm gkips$ jmdmp ykimj mim s`qopmleml ik imdmhl{m,
^f`jmqlf h`l{mymjml amgum sqkl~ksl{m {mle j``hsmy$ mimdmg sqkl~ks j`mikdml ~f~kmdiml j`~`omgy`qmml, Ikjmymjmll{m?
Msmjmg jkym hmp Klifl`~km H`qi`jm {mle jmph jmskymdl{m h`qmomd`dm$ mympjmg {mle ~`hpmqmj{myl{m ~`omgy`qm$ ~`hpm fqmle npjps hmjml$ npjps smjmkml$ gkips imdmh j`~`omgy`qmml$h`qm~m iksmlejp fd`g Kap S`qykuk {mle npjps h`ha`qk ~mlimle smleml j`smiml{m6 Omleml~mpimqm jkqm$ amgum jmdmp Amiml S`qumjkdml Qmj{my ~pimg mim$ jkym i`leml ~`likqkl{m ~pimgh`lnmsmk j`~`omgy`qmml klk, Jkym ~pimg dkgmy ik l`emqm(l`emqm @qfsm mim amiml(amiml s`qumjkdml$mim smqd`h`lymkq` i`hfnqmyk`, Ymsk ykimjdmg ik @qfsm$ op~yqp jmph jmskymdk~ h`qmomd`dm 6Ik Mh`qkjm mim ~pmyp amiml S`qumjkdml Qmj{my$ iml ykimjdmg ik ~`dpqpg a`lpm @qfsm Amqmy jmphjmskymdk~ h`qmomd`dm6 Ymj dmkl ymj apjml ~`amal{m kmdmg jmq`lm amiml(amiml s`qumjkdml qmj{my{mle ikmimjml ik ~mlm kyp ~`j`imq h`lpqpy q`~`sl{m Q`rfdp~k S`qmlnk~, Msm {mle iklmhmjmli`hfjqm~k ik ~mlm$ gml{mdmg i`hfjqm~k sfdkykj ~mom ykimj mim j`mikdml ~f~kmd iml i`hfjqm~k`jflfhk ~mhm ~`jmdk,
Plypj h`lo`dm~jml amgum i`hfjqm~k sfdkykj ykimj h`lomhkl i`hfjqm~k `jflfhk$^f`jmqlf i`leml h`l{fdfj h`l{kykq s`limsmy ~`fqmle ^f~kmdk~ Q`rk~kflk~$ O`ml Ompq`~iml apjml imqk ~`fqmle Hmqwk~ fqyfifj~, Dmdp km h`dmlopyjml?
^mpimqm(~mpimqm$ ~m{m p~pdjml? Jmdmp jkym h`lnmqk i`hfjqm~k$ g`limjl{m apjml i`hfjqm~k Amqmy$y`ymsk •, I`hfjqm~k `jflfhk sfdkykj {mle hmhsp h`limymlejml j`~`omgy`qmml ~f~kmd- Qmj{myKlifl`~km ~pimg dmhm aknmqm y`lymle gmd klk, Msmjmg {mle ikhmj~pi i`leml‘ Qmyp Mikd —6 Klkmimdmg j`mikdml ~f~kmd, Qmj{my klekl ~`omgy`qm, Qmj{my {mle ymikl{m h`qm~m ikqkl{m jpqmle hmjml$jpqmle smjmkml$ klekl h`lnksymjml ~pmyp iplkm amqp {mle ik imdmhl{m mim j`mikdml$ ik amumg skhsklml Qmyp
 
Mikd, Fd`g jmq`lm kyp$ okjmdmp jkym h`hmle a`lmq(a`lmq h`le`qyk$ h`leklemy$h`lnksym qmj{my Klifl`~km$ hmqkdmg jkym y`qkhm sqkl~ks j`mikdml ~f~kmd klk {mle apjml gml{m
 s`q~mhmml sfdkykj$ ~mpimqm(
~mpimqm, Opem imdmh akimle `jflfhk$ jkym gmqp~ h`lemimjml s`q~mhmml$ iml j`~`omgy`qmml a`q~mhm {mle ~`amkj(amkjl{m,^mpimqm(~mpimqm$ amiml s`qhp~{mumqmyml {mle jkym mjml apmy$ g`limjl{m apjml amiml s`qhp~{mumqmyml i`hfjqm~k sfdkykj ~mom$ y`ymsk amiml {mle a`q~mhm i`leml hm~{mqmjmy imsmyh`upopijml ipm sqkl~ks? j`mikdml sfdkykj iml j`mikdml ~f~kmd,
Sqkl~ks ^f`jmqlf {mle j`dkhm mimdmg amgum fqemlk~m~k Klifl`~km H`qi`jm gmqp~l{miky`qmlek fd`g ~pmyp j`s`qnm{mml j`smim Ypgml, Imdmh pqmkmll{m$ km h`l{mymjml?>
U`a? uuu,s`y`qjm~`lim,ufqisq`~~,nfh@hmkd? hq,jm~`limCehmkd,nfh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->