Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
P. 1
Sejarah, Pemberontakan Dan Komunisme

Sejarah, Pemberontakan Dan Komunisme

Ratings: (0)|Views: 452 |Likes:
Published by Peter Kasenda
Pertengahan tahun 2001, ribuan orang menghadang iring-iringan yang hendak menguburkan kembali tulang-belulang sanak keluarga korban 1965 yang dibunuh dan dikuburkan secara massal di Wonosobo pada 1968. Penolakan warga Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah karena daerah itu pernah menjadi basis PKI. Warga desa trauma dan kuatir acara penguburan kembali itu akan membangkitkan kembali PKI di daerahnya.

Pembunuhan kaum komunis dan yang dianggap komunis karena dijustifikasi sebagai pelaku pembunuhan atas enam jenderal dan satu perwira menegah Angkatan Darat yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965. Pembunuhan tersebut banyak menyebabkan orang bungkam, tetapi pembunuhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober dikutuk keras. Semua peristiwa di tahun 1965 dilimpahkan semua kesalahannya kepada kaum komunis. Pengadilan sama sekali tidak memutuskan. Hanya keputusan politik MPRS yang ada. Tertuang dalam TAP MPRS/XXVI/1966: PKI dilarang, diharamkan membaca dan menyebarkan marxisme-leninisme.

Keputusan politik MPRS mengalahkan prinsip hukum. Di mana-mana orang dijebloskan dalam penjara tanpa melalui proses pengadilan. Apa mereka sekadar simpatisan atau benar-benar anggota Partai Komunis Indonesia. Terjadi pengucilan hingga ke keluarga, pengekangan terhadap kebebasan anak cucunya. Hak pendapatnya terampas. Ada ketidakadilan karena hukum tak pernah dihormati.

Mereka mendapat stigma tidak manusiawi. Kaum komunis tersebut sebagai ateis, pemberontak, makar dan seterusnya. Orang menganggap benar belaka. Soalnya ada sejarah yang dibuat penguasa Orde Baru yang membentuk kebenaran tunggal. Hasilnya, orang tidak lagi berbicara kekejaman dari epilog peristiwa Gerakan 30 September, pembunuhan atas ratusan ribu manusia Indonesia. Orang hanya berbicara pembunuhan enam jenderal di Jakarta dan PKI, dianggap benar sebagai pelakunya.

Dunia akademis boleh jadi tidak mudah untuk dijangkau oleh hegemoni pengetahuan yang dipaksakan oleh penguasa. Biasanya para ilmuawan bersifat kritis dan selalu menuntut segala macam pertanggung-jawaban akademis dan tampil dengan segala jenis gugatan mereka. Kalau demikian penguasa mungkin di kalangan masyarakat ramai. Tetapi masalahnya, masyarakat adalah wilayah terjadinya segala macam pembenturan nilai dan pengetahuan. Perlawanan selalu terjadi dalam menghadapi segala macam corak hegemoni.

Setelah Soeharto “lengser keprabon” terjadi berbagai gugatan pun dilancarakan atas keabsahan rekonstruksi peristiwa G 30 S dan berdirinya Orde Baru. Gugatan ini bertambah hebat setelah beberapa tokoh yang dianggap dan terbukti terlibat dalam peristiwa yang tragis itu dibebaskan dan dipenjara. Mereka pun mendapat pendengar yang sangat ingin mendapatkan kesaksian mereka. Setelah sekian lama mendapatkan kesaksian yang bersumber dari ‘pihak yang menang’. Masyarakat juga ingin mendengar kesaksian dari mereka yang telah dikalahkan, keinginan ini bertambah kuat karena ‘yang menang itu’ kini pun telah kehilangan segala hal yang pernah membanggakan. Kini orang bisa membandingkan. Ada banyak intrepretasi dan versi. Kaum komunis tidak lagi satu-satunya layak tertuduh meski memiliki kesalahan.
Pertengahan tahun 2001, ribuan orang menghadang iring-iringan yang hendak menguburkan kembali tulang-belulang sanak keluarga korban 1965 yang dibunuh dan dikuburkan secara massal di Wonosobo pada 1968. Penolakan warga Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah karena daerah itu pernah menjadi basis PKI. Warga desa trauma dan kuatir acara penguburan kembali itu akan membangkitkan kembali PKI di daerahnya.

Pembunuhan kaum komunis dan yang dianggap komunis karena dijustifikasi sebagai pelaku pembunuhan atas enam jenderal dan satu perwira menegah Angkatan Darat yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965. Pembunuhan tersebut banyak menyebabkan orang bungkam, tetapi pembunuhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober dikutuk keras. Semua peristiwa di tahun 1965 dilimpahkan semua kesalahannya kepada kaum komunis. Pengadilan sama sekali tidak memutuskan. Hanya keputusan politik MPRS yang ada. Tertuang dalam TAP MPRS/XXVI/1966: PKI dilarang, diharamkan membaca dan menyebarkan marxisme-leninisme.

Keputusan politik MPRS mengalahkan prinsip hukum. Di mana-mana orang dijebloskan dalam penjara tanpa melalui proses pengadilan. Apa mereka sekadar simpatisan atau benar-benar anggota Partai Komunis Indonesia. Terjadi pengucilan hingga ke keluarga, pengekangan terhadap kebebasan anak cucunya. Hak pendapatnya terampas. Ada ketidakadilan karena hukum tak pernah dihormati.

Mereka mendapat stigma tidak manusiawi. Kaum komunis tersebut sebagai ateis, pemberontak, makar dan seterusnya. Orang menganggap benar belaka. Soalnya ada sejarah yang dibuat penguasa Orde Baru yang membentuk kebenaran tunggal. Hasilnya, orang tidak lagi berbicara kekejaman dari epilog peristiwa Gerakan 30 September, pembunuhan atas ratusan ribu manusia Indonesia. Orang hanya berbicara pembunuhan enam jenderal di Jakarta dan PKI, dianggap benar sebagai pelakunya.

Dunia akademis boleh jadi tidak mudah untuk dijangkau oleh hegemoni pengetahuan yang dipaksakan oleh penguasa. Biasanya para ilmuawan bersifat kritis dan selalu menuntut segala macam pertanggung-jawaban akademis dan tampil dengan segala jenis gugatan mereka. Kalau demikian penguasa mungkin di kalangan masyarakat ramai. Tetapi masalahnya, masyarakat adalah wilayah terjadinya segala macam pembenturan nilai dan pengetahuan. Perlawanan selalu terjadi dalam menghadapi segala macam corak hegemoni.

Setelah Soeharto “lengser keprabon” terjadi berbagai gugatan pun dilancarakan atas keabsahan rekonstruksi peristiwa G 30 S dan berdirinya Orde Baru. Gugatan ini bertambah hebat setelah beberapa tokoh yang dianggap dan terbukti terlibat dalam peristiwa yang tragis itu dibebaskan dan dipenjara. Mereka pun mendapat pendengar yang sangat ingin mendapatkan kesaksian mereka. Setelah sekian lama mendapatkan kesaksian yang bersumber dari ‘pihak yang menang’. Masyarakat juga ingin mendengar kesaksian dari mereka yang telah dikalahkan, keinginan ini bertambah kuat karena ‘yang menang itu’ kini pun telah kehilangan segala hal yang pernah membanggakan. Kini orang bisa membandingkan. Ada banyak intrepretasi dan versi. Kaum komunis tidak lagi satu-satunya layak tertuduh meski memiliki kesalahan.

More info:

Published by: Peter Kasenda on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/02/2014

 
Zoyo} Hcqokic3
Uom4 uuu+zoyo}hcqokic+ul}iz}oqq+alnOncb`4 n}+hcqokicJencb`+aln
Qodc}cg, Zonmo}lkychck ick Hlnukbqno
Ic`cn qomucg ncqrc}chcy qodcyb ybich ml`og cic rcke hcrc ncuzuk nbqhbk+ L}cke rcke mo}gcqb` nonzo}l`ogyo}`c`u mckrch gckrc chck nokromcmhck l}cke `cbk hohu}ckeck+F}ckalbq ³ Klo` Mcgo}uf 
 Zo}yokecgck ycguk =::3, }bmuck l}cke nokegcicke b}bke.b}bkeck rcke gokich nokeumu}hck honmc`byu`cke.mo`u`cke qckch ho`uc}ec hl}mck 326? rcke ibmukug ick ibhumu}hck qoac}c ncqqc` ib Ulklqlml zcic 3267+ Zokl`chck c}ec Hc`l}ck, Yonckeeuke, Dcc Yokecg hc}okc ico}cg byu zo}kcg nokdcib mcqbqZHB+ Uc}ec ioqc y}cunc ick hucyb} cac}c zokeumu}ck honmc`b byu chck nonmckehbyhck honmc`b ZHB ibico}cgkrc+
3
 
Zonmukugck hcun hlnukbq ick rcke ibckeecz hlnukbq hc}okc ibduqybfbhcqb qomcecb zo`chu zonmukugck cycq okcn dokio}c` ick qcyu zo}b}c nokoecg Ckehcyck Ic}cy rcke yo}dcib zcicyckeec` 3 Lhylmo} 326?+ Zonmukugck yo}qomuy mckrch nokromcmhck l}cke mukehcn, yoyczb zonmukugck rcke yo}dcib zcic yckeec` 3 Lhylmo} ibhuyuh ho}cq+ Qonuc zo}bqybc ib ycguk 326?ib`bnzcghck qonuc hoqc`cgckkrc hozcic hcun hlnukbq+ Zokecib`ck qcnc qohc`b ybich nonuyuqhck+ Gckrc hozuyuqck zl`bybh NZ]Q rcke cic+ Yo}yucke ic`cn YCZNZ]QWWVB32664 ZHB ib`c}cke, ibgc}cnhck nonmcac ick nokromc}hck nc}wbqno.`okbkbqno+
Hozuyuqck zl`bybh NZ]Q nokec`cghck z}bkqbz guhun+ Ib nckc.nckc l}cke ibdom`lqhck ic`cn zokdc}cyckzc no`c`ub z}lqoq zokecib`ck+ Czc no}ohc qohcic} qbnzcybqck cycu mokc}.mokc} ckeelyc Zc}ycbHlnukbq Bkilkoqbc+ Yo}dcib zokeuab`ck gbkeec ho ho`uc}ec, zokeohckeck yo}gcicz homomcqck ckch auaukrc+ Gch zokiczcykrc yo}cnzcq+ Cic hoybichcib`ck hc}okc guhun ych zo}kcg ibgl}ncyb+
No}ohc nokiczcy qybenc ybich nckuqbcb+ Hcun hlnukbq yo}qomuy qomcecb cyobq, zonmo}lkych,nchc} ick qoyo}uqkrc+ L}cke nokeckeecz mokc} mo`chc+ Qlc`krc cic qodc}cg rcke ibmucy zokeucqc L}io Mc}u rcke nonmokyuh homokc}ck yukeec`+ Gcqb`krc, l}cke ybich `ceb mo}mbac}chohodcnck ic}b ozb`le zo}bqybc Eo}chck 1: Qozyonmo}, zonmukugck cycq }cyuqck }bmu nckuqbcBkilkoqbc+ L}cke gckrc mo}mbac}c zonmukugck okcn dokio}c` ib Dchc}yc ick ZHB, ibckeecz mokc} qomcecb zo`chukrc+
=
 
3
±No}ohcn Qbqb Gbycn Qomucg Mckeqc¹,
 Hlnzcq
, 3 Ceuqyuq =::1+
=
Ku} Hgl`bh ]bick+ ±Y}ceoib 6?8 Eoko}cqb Mc}u ick ]ohlkqb`bcqb¹,
 Hlnzcq
, 1: Qozyonmo} =::1+
 
Zoyo} Hcqokic=
Uom4 uuu+zoyo}hcqokic+ul}iz}oqq+alnOncb`4 n}+hcqokicJencb`+aln
Iukbc chcionbq ml`og dcib ybich nuicg ukyuh ibdckehcu l`og goeonlkb zokeoycguck rcke ibzchqchckl`og zokeucqc+ Mbcqckrc zc}c b`nucck mo}qbfcy h}bybq ick qo`c`u nokukyuy qoec`c ncacn zo}yckeeuke. dccmck chcionbq ick ycnzb` iokeck qoec`c dokbq euecyck no}ohc+ Hc`cu ionbhbck zokeucqc nukehbk ibhc`ckeck ncqrc}chcy }cncb+ Yoyczb ncqc`cgkrc, ncqrc}chcy cic`cg b`crcg yo}dcibkrc qoec`c ncacn zonmokyu}ck kb`cb ick zokeoycguck+ Zo}`cckck qo`c`u yo}dcib ic`cn nokegciczb qoec`c ncacn al}ch goeonlkb+Qoyo`cg Qlogc}yl ±`okeqo} hoz}cmlk¹ yo}dcib mo}mcecb euecyck zuk ib`ckac}chck cycq hocmqcgck}ohlkqy}uhqb zo}bqybc E 1: Q ick mo}ib}bkrc L}io Mc}u+ Euecyck bkb mo}ycnmcg gomcy qoyo`cg momo}czcylhlg rcke ibckeecz ick yo}muhyb yo}`bmcy ic`cn zo}bqybc rcke y}cebq byu ibmomcqhck ick ibzokdc}c+No}ohc zuk nokiczcy zokiokec} rcke qckecy bkebk nokiczcyhck hoqchqbck no}ohc+ Qoyo`cg qohbck `cncnokiczcyhck hoqchqbck rcke mo}qunmo} ic}b ¿zbgch rcke nokcke¶+ Ncqrc}chcy duec bkebk nokiokec} hoqchqbck ic}b no}ohc rcke yo`cg ibhc`cghck, hobkebkck bkb mo}ycnmcg hucy hc}okc ¿rcke nokcke byu¶ hbkb zuk yo`cg hogb`ckeck qoec`c gc` rcke zo}kcg nonmckeechck+ Hbkb l}cke mbqc nonmckibkehck+ Cic mckrch bky}oz}oycqb ick vo}qb+ Hcun hlnukbq ybich `ceb qcyu.qcyukrc `crch yo}yuiug noqhb nonb`bhbhoqc`cgck+
1
 Qodc}cg }oqnb nokrcychck mcgc ic`cn zo}dc`ckck mckeqc Bkilkoqbc, hcun hlnukbq yo`cg no`chuhckybec hc`b zo}mucyck nchc}+
9
Hc}okc byu hcun hlnukbq nonzo}l`og qybenc qomcecb zonmo}lkychck rcke`crch nonzo}l`og zo}ck ic`cn zokycq zl`bybh yckzc mo}uqcgc nokdo`cqhck chc}.chc} ncqc`cg ickhlkyohqkrc+ Ic`cn }ckehc byu cechkrc mo}eukc nokecduhck zo}yckrcck4 Czc mokc} no}ohc rckenonmo}lkych< Hc`cu mokc}, nokeczc no}ohc nonmo}lkych< Iokeck ac}c bkb hbyc nonzo}l`og nckfccyukyuh hbkb ick nokicycke+
Ncquhkrc Hlnukbqno
Goki}bauq Dlqozguq F}ckabqauq Nc}bo Qkoov`boy, G+N+ Iohho}, mo}qcnc iokeck M}ckiqyoio} nokib}bhckBkibqaybo Qlabcc` Ionlh}cybqaybo Vo}okbebke zcic mu`ck Nob 3239+ Ic`cn ycguk 323?, BQIVnokro`okeec}chck hlke}oqkrc rcke zo}ycnc+ Zcic chyu byu do`cq ycnzch iuc c`b}ck }ovl`uqblko}, zo}ycnc ib mccg zbnzbkck Qkoov`by, ick rcke hoiuc cic`cg c`b}ck }ovl`uqblko} ib mccg Qagluynck+Qagluynck mo}zokiczcy mcgc qlqbc`bqno mo`un ybmc qccykrc ibqomc}hck ib hc`ckeck zo}hunzu`ck. zo}hunzu`ck ib Bkilkoqbc+ Hc`cu ibqomc}hck qohc}cke, nc`cg chck nokbnmu`hck zonmo}lkychck, hc}okcno}ohc mo`un ncqch+ Qccy qohc}cke qlqbc`bqno gckrc ml`og ibqomc}hck ho yokecg.yokecg
 qyuir a`um
qcdc+Qkoov`bby nokokycke zokiczcy bkb+ Bc mo}yckrc hozcic Qonclk ib ic`cn hlke}oq, l}cke Bkilkoqbc qcyu.qcyukrc rcke bhuy nokdccm mcgc l}cke Bkilkoqbc quicg qcic} hc}okc no}ohc nonmcrc} zcdch+ No}ohc
1
Ycufbh Cmiu``cg+ ±Zo}moicck Qodc}cg ick Y}ceoib 326?¹,
Qod
c}cg
, Kl+ 9, =:::+
9
Qoh}oyc}bcy Koec}c ]B+
E
o
}chck 1:
Qo
 zy 
o
nm
o
} 326?, Z 
o
nm
o
}lkychck Hlnukbq Bkilk
o
 qbc4 @cyc} M
o
`chcke, Chqbick Z 
o
kunzcqckkrc
+ Dchc}yc4 Qohkoe ]B, 322?+
 
Zoyo} Hcqokic1
Uom4 uuu+zoyo}hcqokic+ul}iz}oqq+alnOncb`4 n}+hcqokicJencb`+aln
qo`c`u mo}yckrc, ukyuh czc nonmcrc} zcdch ick zo}yckrcck qlqbc`bqno ho yokecg.yokecg l}cke Bkilkoqbc+Ick dbhc Bkilkoqbc quicg mo}lkych, byu yckickrc ±hcnb quicg nc}cg¹+ Qbicke hlke}oq eonzc} hc}okckrc+Qomcebck ckeelyc hlke}oq ckeelyc.ckeelyc Mo`ckic ybich nokrlhlke Qkoov`by+ No}ohc ho`uc} qcyu zo} qcyu+
?
Hokicyb BQIV nchbk mckrch ckeelyckrc ick nchbk }cibhc` nc}wbqnokrc, yoyczb hu}cke ncnzunokc}bh l}cke Bkilkoqbc, qogbkeec gckrc nonzo}l`og qoibhby iuhukeck ncqqc+ Zonbnzbk O}lzc byunokrcic}b mcgc yckzc iuhukeck qoncacn byu, homo}gcqb`ck qucyu }ovl`uqb rcke mo}yuduck nonzo}l`oghono}oiohcck zl`bybh+ Iuhukeck qoncacn byu zo}`u ibiczcy ukyuh nonzo}l`cg mckyuck Bkilkoqbc mcebicqc} cdc}ck nc}wbqno rcke }ovl`uqblko} Zbnzbkck O}lzc nonmucy gumukeck iokeck zc}c zonbnzbkBkilkoqbc rcke aokio}uke qlqbc`bqybq ic}b Qc}ohcy Bq`cn, yo}ecmuke ic`cn BQIV, ick iokeck zokugqonckecy nokc}bh ckeelyc BQIV+Mo}hcy gumukeck byu, Qkoov`by ick Mcc}q mo}gcqb` iokeck `o`ucqc mo}mbac}c ic`cn fl}un Hlke}oq QB, mcghck nokiczcy hoqonzcyck ukyuh nokrcdbhck z}cqc}ck qbicke.qbickekrc yokycke qlc`.qlc` zo}mu}ugckick zono}bkycgck+ Hlkychkrc rcke o}cy iokeck hoyuc QB Qonc}cke, Qonclok, nonmo}bhck hoqonzcyck mcebkrc ukyuh mo}ao}cncg ic`cn hu}quq.hu}quq hcio}, qogbkeec BQIV chgb}krc mckrch nonzo}l`og zokebhuy ib ic`cn QB rcke nokabzychck hockeelycck eckic+ Mckrch ckeelyc nokro`ukiuz ho ic`cnyumug QB no}ckehcz nokdcib ckeelyc BQIV mcghck l}cke.l}cke qozo}yb Qonclok, Ic}qlkl, C`bnbkZ}cb}lib}idl ick Yck Nc`chc cic`cg qohc`beuq ylhlg ick zonbnzbk hoiuc l}eckbqcqb rcke qomokc}krc mo}`cbkck zcgcnkrc byu+
6
 Zo}onmoqck ho ic`cn acmcke.acmcke Qc}ohcy Bq`cn iokeck nchqui nonzo}l`og iuhukeck ic}b ncqqcBkilkoqbc+ Zo}cyu}ck zono}bkycg rcke nonchqc Qc}ohcy Bq`cn qoac}c l}eckbqcqb yo}zoacg mo`cg, qogbkeechocicck.hocicck byu nonukehbkhck zonmomcqck yo}qomuy+ Hc}okc yohckck rcke nchbk mo}cy ic}b nchbk mckrchkrc acmcke QB rcke nchbk mo}l}bokycqb nc}wbq ick hc}okc ybich nonzukrcb qc}ckc rcke ofohybf ukyuh nokibqbz`bkhck qonuc ukqu} rcke mo}moic.moic byu nchc zbnzbkck zuqcy QB `cnmcy `cuk yo}zchqcnokehlnz}lnbhck cdc}ck.cdc}ck Nlio}kbqno Bq`cn rcke qonu`c dcib zoilnckkrc, ickeck yuducknc}wbqno rcke }ovl`uqblko}+ Zokec}ug yohckck byu iczcy ib `bgcy qodch mu`ck Lhylmo} 3235, iokeck z}le}cn rcke ibec}bqhck l`og hlke}oq kcqblkc` QB rcke hoiuc+ Mo}yl`ch mo`chcke ic}b yukyuyck qonu`crchkb zono}bkycg qokib}b, z}le}cn bkb mo}yuduck ukyuh no}iohc, ick bkb nokukduhhck mcgc dbhc uqcgc.uqcgc yckzc hoho}cqck ukyuh nokaczcb yuduck bkb ybich nonmcc gcqb`, nukehbk zo}`u ibzchcb zokiohcyck `cbk+Qkoov`by ibycgck l`og zono}bkycg Gbkibc Mo`ckic ick ibzchqc nokbkeec`hck Bkilkoqbc zcic mu`ckIoqonmo} 3237, yoyczb bkb ybich nokeu}ckeb bkfb`y}cqb ckeelyc.ckeelyc BQIV mo}homckeqcck ib Bkilkoqbcho ic`cn hoiuiuhck.hoiuiuhck hozonbnzbkck ib acmcke.acmcke nokeucqcb Qc}ohcy Bq`cn qoyonzcy+ Ibqcnzbke hohucyck ukqu}.ukqu} yo}qomuy nokbkehcy, no}ohc ncnzu nokeucqcb hlke}oq hoonzcy Qc}ohcyBq`cn rcke mo}`ckequke zcic ycguk 3239, zcic chyu byu qo`u}ug ckeelyc QB quicg nokaczcb gcnzb} iuc
?
Qlo Glh Ebo+ Ib Mccg @okyo}c No}cg+ Rlerchc}yc4 Mokycke Muicrc, 3222, g`n+ 51½59+
6
N+ Iccn ]cgc}idl+ ±Bq`cn Nokicruke ib Ckyc}c Iuc Hc}cke4 Qlqbc`bqcqb ick Hczbyc`bqno¹,
 Z}bqnc
, Kl+ Ohqy}c,3279+

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ngat Iyar liked this
Jacky Jimbo liked this
Chika Da'costa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->