Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uji Kekerasan Dan Jominy Test

Uji Kekerasan Dan Jominy Test

Ratings: (0)|Views: 645 |Likes:
Published by john mraz

More info:

Published by: john mraz on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

 
HomeGregorius Agung profileData CenterCatatan Harian…RSS
gRegORiuS aGunK woRLd……
"Think smart and do the best…."
Blog Stats
10,515 hits
Klik tertinggi
Tidak ada 
fiNd yOuR TaGs…
MaNufAkTuR...
 
Teknologi informasi dan komunikasi
Uncategorized
UJI KEKERASAN dan JOMINY TEST
Filed under:Uncategorizedby gregorius agung — 3 Komentar 22 November 2009
I. TUJUAN
Uji Kekerasan1.Mengetahui kekerasan logam (bahan) sebagai ukuran ketahanan logam tersebut terhadap deformasiplastis. Kekerasan ini dinyatakan dengan angka kekerasan Brinnel, Vickers atau skala Rockwell.Jominy Test1.Mengetahui kemampuan pengerasan logam (baja) dengan menentukan ketebalan dan distribusi kekerasan yang dicapai bila diberikan perlakuan panas tertentu sesuai dengan
II. TEORI
Makna nilai kekerasan suatu material berbeda untuk kelompok bidang ilmu yang berbeda. Bagi insinyurmetalurgi nilai kekerasan adalah ketahanan material terhadap penetrasi sementara untuk para insinyur
UJI KEKERASAN dan JOMINY TEST « gRegORiuS aGunK woRLd……file:///C:/Documents and Settings/budi/Desktop/uji material/UJI KEK...1 of 1202/08/2010 12:47
 
disain nilai tersebut adalah ukuran dari tegangan alir, untuk insinyur lubrikasi kekerasan berarti ketahananterhadap mekanisme keausan, untuk para insinyur mineralogi nilai itu adalah ketahanan terhadap goresan,dan untuk para mekanik work-shop lebih bermakna kepada ketahanan material terhadap pemotongan darialat potong.Begitu banyak konsep kekerasan material yang dipahami oleh kelompok ilmu, walaupun demikiankonsep-konsep tersebut dapat dihubungkan pada satu mekanisme yaitu tegangan alir plastis dari material yang diuji.Setiap material yang akan digunakan, maka sebelumnya perlu dilakukan pengujian/pengetesanmaterial/logam, meliputi antara lain:- Uji tarik material,- Uji kekerasan material,- Uji metalografi, dan lain-lain.Setiap material sebelum digunakan perlu dilakukan pengujian material/logam seperti di atas, denganmaksud dan tujuan yang pada umumnya adalah untuk mengetahui sifat-sifat utama dari material/logamtersebut, baik dari segi kekuatannya, ketahanan maupun sifat-sifat yang lain terhadap suatu beban yangakan diberikanDari uraian singkat di atas maka kekerasan suatu material dapat didefinisikan sebagai ketahanan materialtersebut terhadap gaya penekanan dari material lain yang lebih keras. Penekanan tersebut dapat berupa mekanisme penggoresan (scratching), pantulan ataupun ndentasi dari material keras terhadap suatupermukaan benda uji. Berdasarkan mekanisme penekanan tersebut, dikenal 3 metode uji kekerasan:Metode gores1.Metode ini tidak banyak lagi digunakan dalam dunia metalurgi dan material lanjut, tetapi masih seringdipakai dalam dunia mineralogi. Metode ini dikenalkan oleh Friedrich Mohs yang membagi kekerasanmaterial di dunia ini berdasarkan skala (yang kemudian dikenal sebagai skala Mohs). Skala ini bervariasidari nilai 1 untuk kekerasan yang paling rendah, sebagaimana dimiliki oleh material talk, hingga skala 10sebagai nilai kekerasan tertinggi, sebagaimana dimiliki oleh intan. Dalam skala Mohs urutan nilaikekerasan material di dunia ini diwakili oleh:Talc, Orthoclase Gipsum, Quartz, Calcite, Topaz, Fluorite, Corundum, Apatite, Diamond (intan)Prinsip pengujian: bila suatu mineral mampu digores oleh Orthoclase (no. 6) tetapi tidak mampu digoresoleh Apatite (no. 5), maka kekerasan mineral tersebut berada antara 5 dan 6. Berdasarkan hal ini, jelasterlihat bahwa metode ini memiliki kekurangan utama berupa ketidak akuratan nilai kekerasan suatumaterial. Bila kekerasan mineral-mineral diuji dengan metode lain, ditemukan bahwa nilai-nilainya berkisar antara 1-9 saja, sedangkan nilai 9-10 memiliki rentang yang besar.2. Metode elastik/pantul (rebound)Dengan metode ini, kekerasan suatu material ditentukan oleh alat Scleroscope yang mengukur tinggipantulan suatu pemukul (hammer) dengan berat tertentu yang dijatuhkan dari suatu ketinggian terhadappermukaan benda uji. Tinggi pantulan (rebound) yang dihasilkan mewakili kekerasan benda uji. Semakintinggi pantulan tersebut, yang ditunjukkan oleh dial pada alat pengukur, maka kekerasan benda uji dinilaisemakin tinggi.3. Metode IndentasiTipe pengetesan kekerasan material/logam ini adalah dengan mengukur tahanan plastis dari permukaansuatu material komponen konstruksi mesin dengan speciment standar terhadap penetrator”. Adapun
UJI KEKERASAN dan JOMINY TEST « gRegORiuS aGunK woRLd……file:///C:/Documents and Settings/budi/Desktop/uji material/UJI KEK...2 of 1202/08/2010 12:47
 
beberapa bentuk penetrator atau cara pegetesan ketahanan permukaan yang dikenal adalah :a. Ball indentation test [ Brinel]b. Pyramida indentation [Vickers]c. Cone indentation test [Rockwell]d. Uji kekerasan MikroBerikut penjelasannya :a. Metode BrinellPengujian kekerasan dengan metode Brinnel bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalambentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material ujitersebut (speciment). Idealnya, pengujian Brinnel diperuntukan bagi material yang memiliki kekerasanBrinnel sampai 400 HB, jika lebih dati nilai tersebut maka disarankan menggunakan metode pengujianRockwell ataupun Vickers. Angka Kekerasan Brinnel (HB) didefinisikan sebagai hasil bagi (Koefisien)dari beban uji (F) dalam Newton yang dikalikan dengan angka faktor 0,102 dan luas permukaan bekasluka tekan (injakan) bola baja (A) dalam milimeter persegi. Identor (Bola baja) biasanya telah dikeraskandan diplating ataupun terbuat dari bahan Karbida Tungsten. Jika diameter Identor 10 mm maka beban yang digunakan (pada mesin uji) adalah 3000 N sedang jika diameter Identornya 5 mm maka beban yangdigunakan (pada mesin uji) adalah 750 N.Diameter bola dengan gaya yang di berikan mempunyai ketentuan, yaitu:Jika diameter bola terlalu besar dan gaya yang di berikan terlalu kecil maka akan mengakibat kanbekas lekukan yang terjadi akan terlalu kecil dan mengakibat kan sukar diukur sehingga memberikan informasi yang salah.Jika diameter bola terlalu kecil dan gaya yang di berikan terlalu besar makan dapat mengakibat kandiameter bola pada benda yang di uji besar (amblas nya bola)sehingga mengakibat kan harga kekerasan nya menjadi salah.Pengujian kekerasan pada brinneel ini biasa disebut BHN(brinnel hardness number). Pada pengujianbrinnel akan dipengaruhi oleh beberapa factor berikut:1. Kehalusan permukaan.2. Letak benda uji pada identor.3. Adanya pengotor pada permukaan.Dalam Praktiknya, pengujian Brinnel biasa dinyatakan dalam (contoh ) : HB 5 / 750 / 15 hal ini berartibahwa kekerasan Brinell hasil pengujian dengan bola baja (Identor) berdiameter 5 mm, beban Uji adalahsebesar 750 N per 0,102 dan lama pengujian 15 detik. Mengenai lama pengujian itu tergantung pada material yang akan diuji. Untuk semua jenis baja lama pengujian adalah 15 detik sedang untuk materialbukan besi lama pengujian adalah 30 detik.b. Metode VickersVickers adalah hampir sama dengan uji kekerasan Brinell hanya saja dapat mengukur sekitar 400 VHN.Pengujian kekerasan dengan metode Vickers bertujuan menentukan kekerasan suatu material dalambentuk daya tahan material terhadap intan berbentuk piramida dengan sudut puncak 136.Derajat yangditekankan pada permukaan material uji tersebut. Angka kekerasan Vickers (HV) didefinisikan sebagaihasil bagi (koefisien) dari beban uji (F) dalam Newton yang dikalikan dengan angka faktor 0,102 dan luaspermukaan bekas luka tekan (injakan) bola baja (A) dalam milimeter persegi.
UJI KEKERASAN dan JOMINY TEST « gRegORiuS aGunK woRLd……file:///C:/Documents and Settings/budi/Desktop/uji material/UJI KEK...3 of 1202/08/2010 12:47

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->