Dalam sifat koligatif, suatu larutan campuran akan memiliki titik beku yang lebihrendah dibandingkan pelarut murninya. Hal ini dikarenakan adanya penghalang antar partikel pelarut yang sejenis oleh larutan terlarut, sehingga larutan campuran memerlukansuhu yang lebih rendah agar partikel-partikel pelarut sejenisnya menjadi rapat(membeku). Hal ini sesuai dengan pengertian bahwa semakin tinggi suhunya, maka jarak antar partikel sejenis akan merenggang.Larutan elektrolit akan memiliki sifat koligatif yang lebih besar dibandingkan larutannon-elektrolit. Hal ini disebabkan, pada suatu reaksi sederhana suatu larutan A elektrolitmenjadi ion B, kita dapat menyimpulkan bahwa larutan A akan terionisasi menjadi lebih besar atau sama dengan 1 ion jumlahnya. Hal ini menyebabkan, bila larutan elektrolitmemiliki derajat ionisasi sebesar
α
, maka reaksi akhir yang terjadi adalah (larutanelektrolit A -
α
* larutan elektrolit A) dan menghasilkan juga (jumlah ion terbentuk *
α
*larutan elektrolit A). Sehingga akan terdapat Larutan elektrolit A * (1 +
α
*(jumlah ionterbentuk -1)), atau dapat dinotasikan dalam faktor van’t Hoff (i).Faktor van’t hoff:Jumlah zat larutan elektrolit =(1(1))
M n
α
+ −
Dimana : M = Jumlah larutan elektrolit An = Jumlah ion terbentuk Dari uraian diatas, didapatkan bahwa rumus penurunan titik beku larutan (
f
T
∆
) adalahsebagai berikut:-Non elektrolit
f
T
∆
=.
f
mK
=1000**
f
G K Mr P
G = massa zat terlarutP = massa zat pelarut-Elektrolit
f
T
∆
=..
f
mK i
=1000***(1(1))
f
G K M nMr P
α
+ −
Dimana i adalah faktor van’t Hoff tersebut.2