Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Vektor Dengan Pendekatan Matriks

Analisis Vektor Dengan Pendekatan Matriks

Ratings: (0)|Views: 656 |Likes:
Mempelajari cara menganalisis vektor dan melakukan operasi matematika pada vektor melalui pendekatan konsep matriks.
Mempelajari cara menganalisis vektor dan melakukan operasi matematika pada vektor melalui pendekatan konsep matriks.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Prasetiyo Hadi Purwoko on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

 
Analisis Vektor dengan Pendekatan Matriks
Definisi Vektor
 Vektor adalah istilah yang sangat akrab bagi orang - orang yang berkecimpung di bidangfisika. Tentu saja karena vektor adalah istilah penting yang berhubungan dengan sifat yangdimiliki oleh suatu objek. Vektor atau besaran vektor didefinisikan sebagai besaran yangmempunyai besar atau nilai dan arah, sedangkan definisi dari besaran adalah sesuatu yangdapat diukur dan dinyatakan dalam satuan. Akan sangat panjang jika kita membahas definisibesaran di sini, maka mari kita kembali menengok pembahasan vektor kita. Catatan ini akanlebih banyak membahas operasi matematika pada vektor, jika pembaca ingin mengetahuilebih banyak tentang definisi vektor dan aturan penulisan vektor, pembaca dapat membacareferensi - referensi lain yang membahas tentang vektor.Vektor dapat direpresentasikan ke dalam bentuk vektor satuan. Vektor satuan adalah vektorpada arah sumbu x, y, atau z pada koordinat kartesian yang memiliki besar satu satuan.Misalnya suatu vektor dua dimensi pada koordinat kartesian
F
= 16 N pada arah 60 derajatdapat direpresentasikan dalam vektor satuannya sebagai
F
= (8
i
+ 13.86
 j
) N, dengan huruf 
i
 menunjukkan vektor satuan dari
F
yang bernilai 8 N pada arah sumbu x dan huruf 
 j
 menunjukkan vektor satuan dari
F
yang bernilai 13.86 N pada arah sumbu y. Untuk vektortiga dimensi kita dapat menambahkan vektor satuan dengan lambang
k
untuk merepresentasikan vektor pada arah sumbu z. Secara umum kita dapat menuliskan suatuvektor
F
= Fx
i
+ Fy
 j
+ Fz
k
, dengan Fx, Fy, dan Fz masing - masing adalah nilai komponenvektor
F
pada arah sumbu x, y, dan z.Berawal dari penulisan besaran vektor dalam bentuk vektor satuan, kita akan menemukanbahwa melalui suatu persamaan bentuk, maka kita dapat mengaplikasikan operasi matriksdalam menganalisis nilai dari operasi matematika untuk satu atau lebih besaran vektor. Adabeberapa operasi matematika pada besaran vektor, misalnya penjumlahan, pengurangan,perkalian titik (dot product), dan perkalian silang (cross product). Ada pula istilah
operator 
didalam analisis vektor, Anda akan memahaminya lebih dalam ketika belajar tentang KalkulusVektor. Kali ini kita akan membahas operasi - operasi matematika dasar pada vektor melaluipendekatan bentuk matriks. Melalui pendekatan ini diharapkan akan mempermudah prosesanalisis besaran vektor dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang besaranvektor.
 
Operasi Matematika pada Vektor dengan Pendekatan Matriks
 Besaran vektor dapat dijumlahkan satu sama lain, misal kita mempunyai vektor
A
= 5
i
+ 5
 j
-5
k
dan vektor
B
= 4
i
-3
 j
+2
k
. Maka kita dapat mengetahui hasil penjumlahan vektor
A
+
B
=
R
dengan menjumlahkan nilai masing - masing komponen vektor satuannya yangbersesuaian. Melalui konsep tersebut kita bisa menentukan nilai
R
= (5+4)
i
+ (5+(-3))
 j
+ ((-5)+2)
k
, sehingga
R
= 9
i
+ 2
 j
- 3
k
. Sekarang kita menggunakan pendekatan matriks untuk operasi penjumlahan tersebut, bayangkan kita memiliki sebuah matriks 1x3, dengan masing -masing kolom terisi nilai vektor pada sumbu x, y, dan z. Misalnya,
F
= [Fx Fy Fz], dengan Fxadalah nilai vektor F pada sumbu x, Fy adalah nilai vektor F pada sumbu y, dan Fz adalahnilai vektor F pada sumbu z. Kita akan mendapatkan vektor
A
= [5 5 -5] dan vektor
B
= [4 -32], dari bentuk matriks tersebut kita dapat memperoleh hasil penjumlahan kedua vektortersebut,
R
, dengan cara menjumlahkan vektor (atau sekarang bisa kita sebut matriks)
A
dan
B
melalui operasi penjumlahan pada matriks biasa. Kita akan memperoleh
R
= [9 2 -3],bandingkan dengan hasil yang kita peroleh sebelumnya, bersesuaian bukan?Untuk operasi pengurangan vektor, mari kita tinjau kembali konsep dari pengurangan suatuvektor dengan vektor yang lain. Kita akan mendapatkan bahwa mengurangkan suatu vektordengan vektor yang lain sama dengan menjumlahkan suatu vektor dengan
lawan
vektor yanglain. Dalam hal ini, yang dimaksud lawan adalah nilai negatif dari vektor yang dimaksud,contohnya -1 adalah lawan dari 1. Dari sini kita dapat menggunakan konsep penjumlahanvektor dengan catatan mengubah nilai vektor pengurangnya menjadi nilai lawannya.Misalkan kita akan mengurangkan vektor
A
dengan vektor
B
pada contoh sebelumnya. Makakita akan memperoleh
R
=
A
+ (
-B
), dengan nilai
-B
= [-4 3 -2], sehingga
R
= [1 8 -7].Perkalian pada vektor ada dua macam, yaitu perkalian titik atau perkalian skalar (dot product)dan perkalian silang (cross product). Masing - masing bentuk perkalian mempunyai sifat -sifat tersendiri, sehingga saya sarankan pembaca lebih mendalami konsep perkalian vektordengan membaca buku - buku referensi yang ada.Perkalian titik atau perkalian skalar (dot product) merupakan perkalian antara dua buahbesaran vektor yang menghasilkan suatu nilai skalar. Aplikasi perkalian titik contohnya padaperhitungan usaha, usaha didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh dikalikan besar gayayang sejajar dengan arah perpindahan. Secara matematis usaha didefinisikan sebagai W =
F.s
, di sini kita melihat salah satu aplikasi perkalian titik pada bidang fisika.
 
Secara matematis, perkalian titik dirumuskan dalam bentuk R =
A.B
dan R = AB cos(t),dengan t adalah besar sudut apit terkecil di antara kedua vektor. Konsep penting dalamperkalian titik adalah sifat perkalian titik antar vektor satuan. Pada perkalian titik perkalianantara dua buah vektor satuan yang sama memberikan nilai 1 dan perkalian antara dua buahvektor satuan yang berbeda menghasilkan nilai 0, misalnya
i.i
=
 j.j
=
k.k
= 1 dan
i.j
=
 j.k
=
k.i
= 0. Sehingga melalui operasi aljabar kita dapatkan nilai
A.B
=(Ax.Bx)+(Ay.By)+(Az.Bz). Selain itu, pada perkalian titik berlaku
A.B = B.A
. Melaluikonsep tersebut, kita dapat mengaplikasikan operasi perkalian matriks pada operasi perkaliantitik dua buah vektor. Perhatikan bahwa syarat dua buah matriks dapat dikalikan adalahketika jumlah kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris pada matriks kedua.Misalkan kita akan mengalikan vektor
A.B
menghasilkan nilai skalar R, maka kita harusmen
-transpose
matriks vektor
B
yang memiliki ukuran 1x3 sehingga menjadi matriksberukuran 3x1. Ingat bahwa pada perkalian titik kita melakukan transpos pada matrikstertentu sehingga menghasilkan hasil perkalian berupa matriks berukuran 1x1.Kita kalikan vektor
A
dan
B
-transpos untuk mendapatkan nilai R.Kita dapat melihat bahwa dengan menggunakan perkalian matriks yang menghasilkanmatriks berukuran 1x1, kita bisa mendapatkan hasil perkalian titik antara dua vektor. Melaluiperkalian matriks kita dapat menghindari perkalian antara dua vektor satuan yang berbedayang menghasilkan nilai 0 (ingat bahwa meskipun kita tidak menuliskan vektor satuan
i
,
j
,
k
 tetapi posisi kolom atau baris yang ditempati menunjukkan vektor satuan yang dimiliki nilaiyang bersangkutan, sehingga sifat - sifat vektor satuan juga tetap dimiliki oleh nilai tersebut).Kita juga dapat melihat bahwa perkalian tersebut bersesuaian dengan persamaan perkaliantitik 
A.B
= (Ax.Bx)+(Ay.By)+(Az.Bz).Perkalian silang (cross product) adalah perkalian antara dua buah vektor yang menghasilkanvektor lain yang arahnya tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh kedua vektor yangdikalikan. Aplikasi perkalian silang contohnya pada perhitungan torsi atau torka oleh suatugaya. Torsi atau torka didefinisikan sebagai hasil perkalian silang antara suatu gaya denganpanjang lengan yang tegak lurus terhadap arah gaya yang bekerja. Secara matematis torsi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->