Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
INGGRIS

INGGRIS

Ratings: (0)|Views: 214 |Likes:
Published by deviindrianasari

More info:

Published by: deviindrianasari on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2012

pdf

text

original

 
Inggris
Inggris
adalahnegara bagianterbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan KerajaanBritania Rayadan IrlandiaUtara (
United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland 
). Negara-negaralainnya adalahSkotlandia,WalesdanIrlandia Utara. Seringkali nama Inggris dipakai untuk menyebut keseluruhan negara ini.Inggris yang wilayahnya meliputi 2/3 pulauBritania, berbatasan denganSkotlandia di sebelahutaradan dengan Wales di sebelahbarat. Berbeda dengan Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, Inggris tidak memilikipemerintahan dan parlemen lokal (setingkat denganDPRD) sendiri.
Politik 
Negara politik adalah wilayah berdaulat dengan satu kerajaan. Seluruhpermukaan Bumi (tidak termasuk Antartika dengan wilayah perairan pantaidikata dibagikan antara negara geografi. Kini terdapat 192 negara yang diiktiraf Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu yaitu 191 negara dan Negara Vatikan.Selain ini, terdapat wilayah-wilayah tidak berdaulat lain yang mahu diiktiraf sebagai negara dalam maksud di atas. Sesetengah daripada negara inimempunyai kawalan de facto terhadap sesuatu kawasan dan populasi mereka,seperti Abkazia, tetapi tidak dikira sebagai negara kearena tidak diiktiraf sebagai mempunyai kedaulatan. Pada sebelah yang lainnya pula, di sesetengahnegara yang kewujudannya diiktiraf secara antarabangsa, tiada kerajaan pusatyang berkuasa atau terdapat keramaian kerajaan-kerajaan de facto. Kerajaan-kerajaan ini tidak dikatakan mempunyai negara sendiri, tetapi berdiri diataswilayah negara berkenaan.
Sistem Pemerintahan Negara Inggris
 Negara Inggris dikenal sebagai induk dan pelopor sistem parlementer (themother of parliaments), karena Inggrislah yang pertama kali menciptakansistem parlemen yang mampu bekerja. Melalui pemilihan yang demokratis danprosedur parlementaria, Inggris dapat mengatasi masalah sosial sehinggamenciptakan kesejahteraan sosial.Sistem pemerintahannya didasarkan pada konstitusi tidak tertulis(
KONVENSI) .
Konstitusi Inggris tidak terkodifikasikan dalam satu naskahtertulis, tetapi tersebar dalam berbagai peraturan, hukum, dan konvensi.Pokok-pokok sistem pemerintahan Inggris adalah :1.Inggris adalah negara Kesatuan,dengan sistem desentralisasi, denganbentuk pemerintahan monarki.2.Kekuasaan pemerintah terdapat pada kabinet (perdanamenteri+menteri). Sedangkan ratu sebagai kepala negara, yangmerupakan simbol keagungan, kedaulatan dan persatuan negara, tetapitidak memeiliki kekuasaan politik.3.Parlemen terdiri dari 2 kamar bikameral
4.
Kabinet yang dipimpin perdana menteri memegang kekuasaanpemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari
House of Common
 
dan berasal dari partai mayoritas badan ini. Parlemen dapatmembubarkan kabinet dengan mosi tidak percaya.
5.
Adanya oposisi
. Oposisi dilakukan oleh partai yang kalah dalam pemilu.Oposisi membentuk kabinet tandingan.
6.
Sistem dwipartai.
Di Inggris terdapat 2 partai yang saling bersaing,yakni Partai Konservatif dan Partai Buruh.7.Badan peradilan ditunjuk oleh kabinet, meskipun begitu, merekamenjalankan peradilan yang bebas dan tidak memihak.Sistem parlemen dua kamar Inggris inilah yang menjadi cikal bakaldari hampir semua parlemen bikameral (dua kamar) yang sekarang adadi banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia maupun di AmerikaSerikat. Model parlemen seperti inilah yang seringkali dianggapsebagai bagian tak terpisahkan dari demokrasi.Dari sini dapat kita lihat bahwa institusi parlemen dalam artiansebagai dewan yang mengurus pemerintahan sehari-hari adalah bagianyang tak terpisahkan dari tradisi feudalisme dan bukan merupakankonsekwensi logis dari teori demokrasi itu sendiri. Sistem parlemenbaru menjadi bagian dari demokrasi karena perkembangan-perkembangansejarah tertentu dan bukan karena pengembangan teori atau kegiatanintelektual. Perkembangan sejarah yang membuat parlemen menjadibagian dari teori demokrasi bukanlah sejarah umum dunia melainkansejarah khusus yang terjadi di satu kepulauan kecil di sebelah utarabenua Eropa yaitu Inggris.Kalau kita mendengar orang-orang dari era Soekarno berbicara soaldemokrasi, sering timbul kesan bahwa demokrasi itu bermula diPrancis. Ada pemikir-pemikir (philosophes) seperti Rousseau,Monstesquieu, Voltaire, Dedirot, dan ada tokoh-tokoh Revolusiseperti Danton, Robespierre, Marat, Corot, dll. yang seringkalidisebut dalam kaitannya dalam demokrasi. Kebiasaan yang salah kaprahini seringkali dilakukan oleh dedengkot-dedengkot demokrasiIndonesia seperti Soekarno, Hatta, dan banyak lagi. Namun itu adalahpandangan yang salah kaprah. Tokoh-tokoh nasionalis awal diIndonesia lebih banyak mengenal nama-nama itu karena mereka memangbanyak terimbas oleh pemahaman-pemahaman kiri tapi sayangnyapembacaan sejarah Eropa yang mereka lakukan sangat minim. Ini sayakatakan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada tokoh-tokoh besaryang banyak jasanya itu. Akan lebih tepat jika dikatakan bahwaRevolusi Prancis secara kelembagaan sangat terpengaruh olehPemberontakan Besar (Great Rebellion) di Inggris. Karena itu dirasaperlu untuk menyambung uraian tentang parlemen bikameral Inggris diatas dengan sedikit sejarah dari pemberontakan ini.Seperti yang sudah disebutkan tadi, kekuasaan seorang raja Eropadalam teori feudalisme adalah kekuasaan yang terbatas, berbedadengan konsep raja yang absolut dalam budaya-budaya Timur. Ia tidakbisa menarik pajak atau memulai perang tanpa berkonsultasi denganparlemennya. Ini bukan disebabkan karena masalah konstitusi atausemacamnya, tapi karena masalah adat istiadat dan budaya. Dari segimiliter, raja-raja Eropa waktu itu (abad 17) tidak punya yangnamanya tentara tetap (standing army). Kalau raja hendak berperang,
 
mereka harus merekrut petani-petani dari daerah-daerah dikerajaannya, dan untuk itu ia harus minta ijin kepada majikan daripara petani itu, yaitu adipati-adipati yang secara teoritis adalahbawahannya juga. Tapi karena adipati-adipati ini memegang kesetiaanrakyat lokal, maka kalau si adipati tidak setuju dengan rencanaperang yang diajukan raja, ia bisa mensabotase rencana perang rajadengan tidak muncul bersama pasukannya pada saat apel siaga. Selainitu, petani-petani yang direkrut menjadi pasukan ini harus diberimakan dan untuk itu diperlukan uang. Lagi-lagi raja Eropa seringkalitidak memiliki dana pribadi (privy purse) yang memadai untukberperang sendirian sehingga ia harus meminta bantuan finansial dariadipati-adipatinya juga.Raja Prancis di abad 17 seperti Louis XI misalnya, bisa merekrutpetani dan menarik pajak sesuka hati karena raja-raja pendahulunyasudah mengembangkan sistem birokrasi non-bangsawan yang lumayanefektif tanpa perlu parlemen, sehingga kekuasaannya menjadi makinlama makin absolut (sampai memuncak pada era pemerintahan LouisXIV). Tapi karena raja-raja Inggris tidak pernah mengembangkansistem birokrasi seperti itu, ia sangat tergantung pada parlemen.Situasi ini berusaha diatasi oleh Charles I dari Inggris dengan caramenggunakan kekerasan untuk memaksa House of Commons menyetujuipenarikan pajak kapal (ship money) untuk membiayai perangnya melawanPrancis dan Spanyol.Parlemen Inggris, terutama kamar bawahnya, yaitu House of Commons,bukanlah parlemen yang lembek seperti di Prancis. Sejak abad 15,pejabat-pejabat lokal ini berhasil menumpuk kekayaan yang tidaksedikit dan mereka merasa marah ketika Charles I datang membawapasukan pengawalnya untuk menangkap anggota Commons yang menolakmemberikan suara setuju terhadap penarikan pajak yang dimintaCharles.Maka untuk pertama kalinya dalam sejarah Eropa, terjadilah perangantara parlemen melawan rajanya sendiri. Perang ini membawa dampakyang menarik dari aspek politik. Di satu sisi, para pemberontak(yang disebut sebagai kaum parliamentarist) tidak bisa menolakkeabsahan Charles I sebagai raja karena menurut teori politik feudalyang ada saat itu Charles I memang berhak menarik pajak itu, tapi disisi lain mereka tidak mau kekayaan mereka disedot habis olehkesewenangan raja. Dari sini lahirlah konsep yang tetap banyakdigunakan sampai sekarang, termasuk di Indonesia, yaitu "rule of law".Konsep ini dalam penerapannya waktu itu menyatakan bahwa seorangraja Inggris tidak berhak menarik pajak atau menyatakan perangkecuali kalau ia mendapatkan keabsahan hukum dalam bentukpersetujuan dari parlemen. (Ini sekarang diterapkan di Indonesiadalam bentuk hak budgeter DPR). Charles I tentu saja tidak maumenerima teori baru yang diajukan kaum parlementaris ini karena diaberpegang pada teori bahwa raja memegang kekuasaan mutlak. Namundalam perang yang meletus itu, dia kalah dan kepalanya dipenggaloleh pasukan parlementaris di bawah pimpinan Cromwell. Secara teoripolitik, bisa dikatakan bahwa teori parlementer tentang pembatasan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->