Muslim dengan disertai doa dan cara yang sesuai dengan ketentuan agama Islam. Untuk menghasilkan daging yang sehat dan aman, dilakukan pemeriksaan kesehatan hewanhidup pada awal pemotongan, dan pemeriksaan kesehatan daging pada akhir pemotonganhewan. Pemeriksaan hewan hidup diarahkan pada penyakit, terutama penyakit menular,sedangkan pemeriksaan kesehatan daging diarahkan pada infestasi parasit dan kelainan patologis yang membahayakan kesehatan atau yang menyebabkan tidak layak untuk dikonsumsi.Setelah pemotongan hewan, hasil karkas atau dagingnya akan mengalami rigor mortis,yaitu daging menjadi keras dan kaku akibat terjadinya kekejangan (kontraksi) uratdaging. Daging demikian jika dimasak akan menghasilkan hidangan daging yang kerasdimakan. Daging yang rigor mortis dapat diempukkan melalui proses pematangan daging(meat aging) dengan cara menyimpannya pada suhu kamar (27 - 300C) selama 24 - 48 jam atau pada suhu pendinginan (10 -150C) selama 5 - 7 hari. Penyimpanan karkas, disamping untuk pematangan daging juga bertujuan untuk persediaan bahan mentah (stock)dan untuk menunggu angkutan atau pemasaran. Hasil samping dari pemotongan hewan besar yang terpenting adalah kulit hewan. Kulit ini perlu segera diawetkan karena juga bersifat sangat mudah rusak. Kulit diawet dengan cara penjemuran kulit pada posisidipentang pada cahaya matahari yang tidak terlalu terik.
MODUL 2PENANGANAN PASCA PANEN DAGING TERNAK KECIL DAN BABI
Kegiatan Belajar 1
Sumber Penghasil Daging Ternak Kecil dan Babi
Jenis kambing penghasil daging di Indonesia meliputi kambing kacang, kambingBenggala dan kambing Etawah. Kambing kacang populasinya lebih besar, penyebarannya lebih luas namun karkasnya lebih kecil. Kambing Benggala dan kambingEtawah ukurannya besar, peletakan dagingnya tebal namun populasinya kecil. Jenisdomba yang populer ialah domba Garut dan domba Ekor Gemuk, produk karkaskeduanya relatif besar. Domba lokal lainnya berukuran kecil dan sering disebut domba