Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
50Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kreatifitas Dan Keberbakatan

Kreatifitas Dan Keberbakatan

Ratings: (0)|Views: 10,842|Likes:
Published by jhembray

More info:

Published by: jhembray on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/15/2013

pdf

text

original

 
1
Buy Original Book PleaseUTAMI MUNANDAR
Kreativitas dan Keberbakatan
Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat © 2002 Gramedia
3Identifilzasi dan Pengukuran Bakat danKreativitas
SASARANSetelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:1. Mengemukakan alasan pentingnya untuk menemukenali bakat kreatif.2. Menjelaskan berbagai jenis alat untuk mengukur bakat kreatif.3. Menguraikan alat identifikasi berdasarkan enam bidang bakat (U.S.O.E.).4. Membedakan macam-macam tes kreativitas dari luar negeri.5. Membedakan alat ukur kreativitas yang dikonstruksi dan diadaptasi untuk Indonesia.
yang dapat digunakan oleh psikolog dan nonpsikolog.
yang mengukur ranah kognitif dan afektif.
yang menggunakan konten verbal atau figural.6. Mengenal alat-alat lain untuk identifikasi keberbakatan di Indonesia.7. Memahami tiga tingkat dalam konsep keberbakatan.8. Mengenal alat/cara lain untuk identifikasi keberbakatan di Indonesia.3.1 PENGANTAR Pada Bab 2 dibahas ciri-ciri pribadi kreacif dan cara-cara menilai kemampuan dan produk 
 
2
kreatif. Bab 3 mulai dengan mengemukakan alasan untuk mengukur kreativitas, dilanjutkandengan berbagai jenis alat identifikasi bakat dan kemampuan kreatif baik yang berasal dariluar negeri maupun yang diadaptasi dan yang khusus dikonstruksi untuk penggunaan diIndonesia. Alat tersebut ada yang hanya dapat digunakan oleh psikolog dan ada pula yang dapat dipakai oleh mereka yang bukan psikolog, misalnya pakat pendidikan, guru, ataukonselor; hal ini penting mengingat jumlal psikolog di Indonesia masih kurang dan belummenyebar. Di samping itu ada alat untuk mengukur ranah kognitif (berpikir kreatif, danranah afektif (sikap) kreativitas, dan ada tes kreativitas yang menggunakan konten verbal ataufigural. Diperkenalkan pula alat untuk mengidentifikasi enam bidang bakat (termasuk bakat kreatif, sesuai dengan definisi U.S.O.E. Bab ini diakhiri dengan ringkasan dan rujukan .3.2 ALASAN UNTUK MENEMUKENALI BAKAT KREATIF Dari berbagai alasan yang dikemukakan untuk mengukur bakat kreatif, lima alasan tampak paling penting yaitu untuk tujuan pengayaan (enrichment), remedial, bimbingan kejuruan,penilaian program pendidikan, dan mengkaji perkembangan kreativitas pada berbagai tahapkehidupan (Dacey, 1989).3.2.1 PengayaanTujuan utama tes kreativitas adalah untuk mengidentifikasi bakat kreatif anak. Karena kreativitas begitu bermakna dalam hidup, masyarakat terutama orangtua dan guru inginmemberikan pengalaman pengayaan kepada mereka yang berbakat kreatif. Namun,penggunaan tes kreativitas masih sering diperdebatkan, seperti juga konsep keberbakatan.Secara historis, keberbakatan diartikan sebagai mempunyai inteligensi (IQ) yang tinggi, dantes inteligensi tradisional merupakan ciri utama untuk mengidentifikasi anak berbakat intelektual. Anak berbakat intelektual diizinkan meloncat kelas, atau masuk kelas khusus(advanced placement class) yang menuntut mereka harus bekerja lebih banyak dan lebihkeras. Namun, belum tentu bahwa hal ini menghasilkan kinerja yang luar biasa dari siswa.Lewis Terman telah melakukan studi longitudinal (dari tahun 1925 sampai 1959) terhadap1528 anak dan remaja dengan IQ 140 atau lebih. Mereka disebut genius. Termanmenemukan bahwa meskipun siswa-siswi ini mencapai prestasi lebih tinggi dari rata-rata siswa, tetapi hanya sedikit sekali di antara mereka yang menjadi termasyhur karena kualitasdan kinerjanya. Gejala ini dapat disebut sindrom siswa balk: dalam upaya untuk berhasil disekolah dan dalam hidup, agaknya mereka kurang memiliki atau kehilangan imajinasipetualangan yang diperlukan untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi.Masalah lain adalah bahwa dengan hanya mengutamakan inteligensi, talenta khusus kurang diperhatikan. Sekarang program anak berbakat mulai lebih banyak mengikutsertakan yang bertalenta dalam bidang khusus, seperti menari, melukis, dan musik. Talenta seperti itu jugsperlu diidentifikasi secara cermat.Kesamaan antara inteligensi dan talenta khusus adalah apa yang disebut precocity (keadaancepat menjadi matang). Anak yang precocious adalah seseorang yang mampu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh mereka yang lebih tinggi usianya. Keuntungan ini dapat atau
 
3
tidak dapat dipertahankan selama jangka hidup, tetapi bagaimanapun, precocity belum tentuberarti mampu mencapai produktivitas yang orisinal. Kapasitas terakhir ini disebut 
 prodigiousness 
. Child prodigy adalah seseorang yang prestasinya begitu luar biasa dan langka sehingga menakjubkan. Sebagai contoh adalah Mozart yang sebagai kanak-kanak sudahmampu menggubah simfoni, yang sampai sekarang masih sering dimainkan oleh orkes. Anak yang prodigious tanpa kecuali pasti kreatif, sementara ahli matematika yang precociousbelum tentu kreatif. Sebaliknya anak yang prodigious belum tentu IQ-nya sangat tinggi.Sejumlah pakar pendidikan menyarankan agar kemampuan kreatif tinggi menjadi salah satukriteria untuk seleksi anak yang dapat mengikuti program anak berbakat. Di Indonesia identifikasi anak berbakat sudah menggunakan tes kreativitas di samping tes inteligensi dantes prestasi belajar.3.2.2 Remediasi Alasan kedua untuk melakukan pengukuran (assessment) adalah untuk menemukenalimereka yang kemampuan kreatifnya sangat rendah. Karena bermacam-macam sebab, anak-anak berbakat ini sangat miskin dalam imajinasi. Padahal imajinasi penting untuk pemecahanmasalah. Oleh karena itu anak-anak tersebut memerlukan bantuan dalam bidang ini, sepertihalnya seseorang memerlukan bantuan dalam matematika atau membaca. Yang tidak menguntungkan adalah bahwa program remedial dalam kreativitas masih sangat langka, bahkan di Indonesia rasanya belum ada. Salah satu sebab adalah karena kita kurang mengetahui bagaimana melakukan hal ini. Kemungkinan sebab lain adalah bahwa banyak orang melihat kreativitas sebagai bakat pembawaan, dan tidak sebagai suatu kapasitas yang dapat dipelajari dan dilatih.3.2.3 Bimbingan KejuruanPenggunaan tes kreativitas untuk membantu siswa memilih jurusan pendidikan dan kariermasih pada tahap awal. Meskipun demikian, informasi mengenai kemampuan ini berguna dalam menyarankan siswa mengikuti pendidikan dan kejuruan yang menuntut kemampuankreatif.3.2.4 Evaluasi PendidikanPendidik sering mengalami kesulitan untuk memutuskan apakah sekolah akan menggunakanprogram pengembangan kreativitas. Mereka khawatir hal itu dapat menyebabkanmenurunnya prestasi belajar siswa. Sesungguhnya faktor-faktor lainlah bertanggung jawabuntuk menurunnya rata-rata prestasi siswa, yaitu terlalu banyak menonton televisi, kurangnya pengawasan atas pekerjaan rumah, dan peningkatan jumlah siswa yang kemampuannya rendah.Sayangnya, kurangnya evaluasi hasil pendidikan menyulitkan untuk menentukan apakahprogramnya efektif. Jelas bahwa diperlukan evaluasi pendidikan secara menyeluruh danberkelanjutan.

Activity (50)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Devi Rovina liked this
Wening Cahya liked this
Divaa Sofiana liked this
Lailatul Muniroh liked this
Ana Isro Iliani added this note|
sangat bermanfaat. terimakasih
Muhammad Yaumi liked this
Yuktika RiYu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->