Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Revitalisasi Lembaga Pengawas Internal Pemerintah

Revitalisasi Lembaga Pengawas Internal Pemerintah

Ratings: (0)|Views: 399 |Likes:
Published by bobysurya

More info:

Categories:Types, Research
Published by: bobysurya on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

 
 1
Revitalisasi Lembaga Pengawas Internal Pemerintah(Peran dan Kedudukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunandalam Sistem Pengawasan Keuangan Negara)Oleh: Arifuddin HamidA. Reformasi Birokrasi: Sebuah Pengantar
Bicara masalah reformasi birokrasi di Indonesia, tidak bisa dilepaskan daripengaruh praktek birokrasi semasa Orde Baru. Saat itu birokrasi menjadi mesinpolitik, alat untuk mempertahankan kekuasaan. Pejabat politik yang mengisibirokrasi pemerintah sangat dominan. Kewenangan yang terlalu besar itu hanyamenonjolkan peran birokrasi sebagai pembuat kebjakan dibanding pelaksanakebijakan, lebih menguasai daripada melayani masyarakat, sehingga birokrasilebih dianggap sebagai sumber masalah dan tak mampu memberi solusi terhadappermasalahan yang dihadapi masyarakat.Tahun 1998 yang
dianggap
sebagai pintu gerbang reformasi, dimaknaisebagai usaha perubahan yang menyentuh berbagai aspek dalam kehidupanbernegara, seperti politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya. Reformasi jugasering diartikan sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem, yangbertujuan mengubah struktur, tingkah laku, keberadaan atau kebiasaan yang telahlama, atau sebagai suatu proses perubahan organisasi untuk mencapai efektivitasdan tujuan organisasi. Inti tujuan gerakan reformasi adalah memperbaikikerusakan-kerusakan yang sudah diwariskan, atau merombak segala tatananpolitik, ekonomi, sosial dan budaya yang pernah ada. Selain itu, reformasi jugamerupakan titik awal ke
inginan adanya “perubahan” terhadap tata kehidupan
secara keseluruhan, termasuk juga keinginan perubahan hubungan antar tatahukum, organisasi publik dan birokrasi pemerintahan
1
. Selanjutnya, reformasi juga bertujuan terciptanya pelayanan publik yang responsif, tidak memihak dan
1
Andhika Danesjvara, Beberapa Masalah dalam Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan di
Indonesia, makalah disampaikan dalam seminar “Reformasi Birokrasi Indonesia”,
diselenggarakan oleh DPRM UI, Balai sidang UI-Depok,16 september 2009.
 
 2professional, yang bertujuan mengurangi rendahnya kepercayaan
(trust deficit)
 terhadap peran pemerintah dalam memenuhi dan melayani kepentinganmasyarakat
2
.Jatuhnya Orde Baru yang dipicu oleh krisis ekonomi telah menimbulkansemangat reformasi di kalangan masyarakat dan para penyelenggara negara yangmenginginkan adanya demokrasi, otonomi dan kebebasan dari kekuasaaneksekutif yang sangat kuat tanpa adanya
check and balance
. Segala sesuatu yang
berbau
Orde Baru harus dihilangkan dan diganti oleh sesuatu yang baru tanpamempertimbangkan bahwa ada tatanan ataupun sistem yang sudah baik sebelumnya. Penguatan kekuasaan ekstern yang diharapkan dapatmenyeimbangkan fungsi
check and balance
tersebut tidak terwujud karenacenderung
kebablasan.
Yang timbul adalah ketidakseimbangan baru dimanakekuasaan legislatif dan pengawasan eksternal menjadi sangat kuat dan eksekutif menjadi bulan-bulanan. Berbagai komisi-komisi pembantu negara
(state auxiliaryagencies)
dibentuk satu persatu yang jumlahnya sudah sedemikan banyak. Hal initentu menyiratkan adanya kelemahan atau ketidakefektifan dalam kelembagaanpemerintah, yang jika tidak 
diperbaiki,
akan berdampak pada terjadinya
delegitimizaton of the state
yang berisiko ke arah
 failed state.
Kondisi
 failed state
dimaksud terjadi ketika suatu negara telah gagalmenjalankan salah satu fungsi fundamentalnya secara politis yaitu menjagakestabilan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan pada setiap teritoriwilayahnya sebagai wujud tegaknya kedaulatan
modern
 
nation state
3
 Mengacu fakta demikian, adanya tata kelola pemerintahan yang berjalansesuai dengan agenda reformasi adalah sebuah keharusan. Pemerintah sebagaisuatu organisasi, mempunyai peranan yang begitu penting untuk mempertahankanstabilitas dalam kompleksitas masyarakat pada setiap perubahan institusional,sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peranan tersebut dilakukanmelalui alat/perangkat perlengkapan negara atau institusi-institusi lain yang dapat
2
Prijono Tjiptoherijanto, Globalization and Governance: Prescription or poison?, makalah
disampaikan dalam seminar “Reformasi Birokrasi dan Kepegawaian”, Balai sidang UI
-Depok,16 september 2009.
3
Anthony Giddens, The Nation-
State and It’s Violence, 1985,
 
 3menunjang penyelenggaraan peran negara. Organisasi yang sudah atau pernahdidirikan, akan dianggap kurang mampu berfungsi efektif jika tidak bisamenyelesaikan permasalahan yang ada. Seandainya institusi politik, hukummaupun sosial yang diciptakan negara, tidak mampu menangani dan mengurangimasalah/tekanan yang mungkin muncul dalam perubahan, maka pemerintah dapatmeningkatkan atau memperluas campur tangannya secara langsung dalamkehidupan bernegara dan bermasyarakat. Ini berarti, revitalisasi peran dan fungsilembaga negara yang bersangkutan harus menjadi sebuah kebijakan transformatif guna mengembalikan efektivitas dan ketajaman
tupoksi-
nya.Dalam perspektif akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, penguatansistem presidensial dilakukan melalui peningkatan efektivitas sistem pengendalianintern yang meliputi efektivitas
business process,
 
risk management 
dan
internalaudit.
Persis dalam kondisi seperti inilah, badan pengawasan keuangan danpembangunan (BPKP) sesungguhnya mempunyai peran sentral dalam melakukanpengawasan internal pemerintahan.
B. BPKP sebagai Lembaga Pengawas Internal Pemerintah
Pengawasan dalam menajemen hakikatnya diarahkan untuk menghindariadanya kemungkinan penyelewengan atau penyimpangan atas tujuan yang akandicapai organisasi. Dalam kaitannya dengan keuangan negara, pengawasanditujukan untuk menghindari terjadinya korupsi, penyelewengan, dan pemborosananggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri, atau lembaganegara/lembaga pemerintahan yang mengelola anggaran pendapatan dan belanjanegara (APBN).Dengan dijalankannya pengawasan tersebut, diharapkan mekanismeanggaran negara dapat berjalan sebagaimana dikehendaki semula sesuai denganrencananya, serta benar-benar menjamin penggunaan APBN untuk tujuanbernegara. Hak ini sejalan dengan konsep manajemen, dimana pengawasanmerupakan usaha untuk menjaga agar suatu pekerjaan dapat memperkeciltimbulnya hambatan-hambatan, yang jika telah terjadi dapat segera diketahui dandilakukan tindakan-tindakan perbaikannya.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Jibran Angel liked this
Awanda liked this
mayadewisavitri liked this
mayadewisavitri liked this
Mas Wied liked this
kris yanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->