Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
psikologi pendidikan

psikologi pendidikan

Ratings: (0)|Views: 283 |Likes:
Published by nhurj

More info:

Published by: nhurj on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2011

pdf

text

original

 
TEORI HUMANISTIK 
A. Pengertian Humanistik 
Arti humanistik yang beragam membuat batasan-batasan aplikasinya dalam dunia pendidikan mengundang berbagai macam arti pula. Sehingga perlu adanya satu pengertian yang disepakati mengenai kata humanistik dala pendidikan. Dalam artikel“What is Humanistik Education?”, Krischenbaum menyatakan bahwa sekolah, kelas,atau guru dapat dikatakan bersifat humanistik dalam beberapa kriteria. Hal inimenunjukkan bahwa ada beberapa tipe pendekatan humanistik dalam pendidikan. Idemengenai pendekatan-pendekatan ini terangkum dalam psikologi humanistik. Dalam artikel “some educational implications of the Humanistic Psychologist”Abraham Maslow mencoba untuk mengkritisi teori Freud dan behavioristik. MenurutAbraham, yang terpenting dalam melihat manusia adalah potensi yang dimilikinya.Humanistik lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada “ketidaknormalan” atau “sakitseperti yang dilihat oleh teori psikoanalisa Freud. Pendekatan ini melihat kejadian setelah “sakit” tersebut sembuh,yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif.Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanistik biasanya memfokuskan penganjarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif, misalnya ketrampilan membangun dan menjagarelasi yang hangat dengan orang lain, bagaimana mengajarkan kepercayaan, penerimaan, keasadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran interpersonal, dan pengetahuan interpersonal lainnya. Intinya adalah meningkatkan kualitas ketrampilaninterpersonal dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan behaviorisme yang melihat motivasi manusia sebagai suatu usahauntuk memenuhi kebutuhan fisiologis manuisa atau dengan freudian yang melihatmotivasi sebagai berbagai macam kebutuhan seksual, humanistik melihat perilaku1
 
manusia sebagai campuran antara motivasi yang lebih rendah atau lebih tinggi. Hal inimemunculkan salah satu ciri utama pendekatan humanistik, yaitu bahwa yang dilihatadalah perilaku manusia, bukan spesies lain. Akan sangat jelas perbedaan antaramotivasi manusia dan motivasi yang dimiliki binatang. Hirarki kebutuhan motivasimaslow menggambarkan motivasi manusia yang berkeinginan untuk bersamamanusia lain, berkompetensi, dikenali, aktualisasi diri sekaligus juga menggambarkanmotovasi dalam level yang lebih rendah seperti kebutuhan fisiologis dan keamanan. Menurut aliran humanistik, para pendidik sebaiknya melihat kebutuhan yang lebihtinggi dan merencanakan pendidikan dan kurikukum untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Beberapa psikolog humanistik melihat bahwa manusia mempunyaikeinginan alami untuk berkembang, untuk lebih baik, dan juga belajar. Jadi sekoahharus berhati-hati supaya tidak membunuh insting ini dengan memaksakan ana belajar sesuatu sebelum mereka siap. Jadi bukan hal yang benar apabila anak dipaksauntuk belajar sesuatu sebelum mereka siap secara fisiologis dan juga punya keinginan.Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi, bukan sebagai konselor sepertidalam Freudian ataupun pengelola perilaku seperti pada behaviorisme. Secara singkatnya, penedekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencaridan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuantersebut.Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika si pelajamemahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkandirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendirisebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yangada dalam diri mereka.2
 
 Berikut adalah para tokoh dalam aliran psikologi humanistik. 3 tokoh aliranhumanistik akan disinggung, namun demikian tokoh humanistik yang menjadi fokusdalam paper ini adalah
Carl Rogers.
B. Tokoh-tokoh Teori Humanistik 
Arthur Combs ( 1912-1999 )
Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang seringdigunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisamemaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka.Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena merekaenggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harusmempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah datiketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikankepuasan baginya.Untuk itu guru harus memahami perlaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internalmembedakan seseorang dari yang lain. Combs berpendapat bahwa banyak gurumembuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya. Combs memberikan lukisan persepsi dir dan dunia seseorang seperti dua lingkaran(besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambarandari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Daeng Wilmoor liked this
Daeng Wilmoor liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->