Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab v - The Probing Interview

Bab v - The Probing Interview

Ratings: (0)|Views: 1,027 |Likes:
Published by jhembray

More info:

Published by: jhembray on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
BAB V
WAWANCARA
 PROBING 
(wawancara eksploratif)
Wawancara
 probing 
adalah jenis wawancara yang paling umum karena kitasemua pernah melakukan atau mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari. Jurnaslis,rekruter, petugas polisi, pengawas, murid, dan mereka yang bergantung padawawancara untuk mendapatkan dan mengutarakan informasi. Wawancara
 probing 
 bisa saja berjalan sederhana seperti seorang murid yang mengutarakan beberapa pertanyaan mengenai tugas pada akhir pelajaran, atau bisa panjang dan bersifat resmiseperti satu jam wawancara antara konsultan politik dan kliennya.Terlepas dari panjang waktu, formalitas dan tempatnya, tujuan dari wawancara
 probing 
adalah untuk mendapatkan informasi yang baru dan relevan seakurat danselengkap mungkin dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pengumpulan informasi inimembutuhkan proses bertanya yang hati-hati, mendengar dengan penuh pemahaman,analisa, dan penjelajahan yang terampil menuju suatu jawaban, untuk menggali fakta,contoh, penjelasan, sikap, dan reaksi dari informasi yang masih terlalu umum.
MENYIAPKAN WAWANCARA
Wawancara
 probing 
yang berhasil adalah wawancara yang direncanakan,sesekali dilatih terlebih dahulu, dan dilakukan dengan terampil. Tidak ada modeltipikal dalam wawancara
 probing 
yang bisa diikuti, karena seperti dituliskan Eric Nalder, kepala reportase investigatif untuk Seattle Times yang memenangkanPulitzer, model tersebut sangat bervariasi tergantung pada topik perbincangan danorang yang kita wawancara. Tahap persiapan terdiri dari menetapkan tujuan, merisettopik, dan membuat struktur wawancara.
Menetapkan Tujuan
Dimulai dengan menjawab pertanyaan mengapa anda melakukan wawancaraini. Apa hasil akhirnya? Jenis informasi apa yang anda inginkan: fakta, pendapat, pengakuan pakar, keterangan saksi mata? Tujuan yang jelas ini penting untuk menentukan panjang waktu dan jumlah wawancara, pemilihan narasumber,menentukan kapan dan di mana wawancara bisa dilakukan.1
 
Situasi yang terjadi bisa mengerucutkan tujuannya. Contohnya, bila tempatnyaadalah sebuah konferensi pers atau
briefing 
, mereka yang diwawancara bisa mengatur  jumlah dan jenis pertanyaan yang bisa anda ajukan, anda akan diatu tentang adanyatopik yang tidak boleh dipublikasi, kutipan mana yang bisa disertakan keteranganorang yang mengucapkan, dan kapan anda boleh beberapa fakta dan opini tertentu.Faktor situasional seperti tingkat keseriusan permasalahan, ketersediaan sumber, dankejadian yang baru terjadi bisa menentukan tingkat desakan untuk wawancaratersebut, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan wawancara tersebut,dan apa yang bisa anda tanya secara sah dan etis.
Meriset Topik 
Pastikan bahwa anda sudah mendapat wawasan umum mengenai topiwawancara sehingga anda bisa menentukan informasi tambahan dan keterangan yangtidak mengulangi informasi/keterangan yang sudah bisa didapatkan di silabus pelajaran, bukku, artikel jurnal, internet, perpustakaan, laporan tahunan, dan dokumensidang. Riset memungkinkan anda untuk mengajukan pertanyaan yang cerdas danmendalam, menghindari asumsi yang salah mengenai sebab dan akibat,mempengaruhi keinginan sumber untuk membeberkan informasi yang penting, sertamempengaruhi kemampuan sumber untuk memberikan informasi yang akurat.Beberapa jurnalis merekomendasikan bahwa rentang waktu riset harus 10 kali lebih panjang daripada rentang waktu wawancara itu sendiri.Telusuri catatan pribadi dan organisasi, arsip, dan kliping. Bertukar pikirandengan kolega yang pernah mempelajari topik atau masalah tersebut. Telusuri perusahaan, gereja, sekolah, catatan pengadilan, publikasi, dan dokumen. Kunjungi perpustakaan lokal untuk referensi, peta, almanak, direktori organisasi dan kota,dokumen pemerintah, buku, ensiklopedia, jurnal profesional, koran, publikasi periodik, dan catatan biografi. Jelajahi internet. Beberapa topik akan mengarahkananda pada perpustakaan spesifik atau data komputer tentang masalah hukum, pengobatan, mantan presiden, sejarah, atau teknologi.Selagi meriset, perhatikan hal-hal yang tidak tersedia seperti; penjelasan,intepretasi data, berbagai perspektif masalah, sikap, dan perasaan. Kapan informasitersebut tercatat? Apa yang terjadi dalam rentang waktu tertentu sehingga merubahsikap, data sementara, atau dogma yang dogma yang berkembang? Anekdot dankutipan apa yang bisa jadi penting untuk pelaporan suatu kisah?2
 
Ketidakpedulian dan kegagalan dalam melakukan riset yang memadaimungkin membuat narasumber kesal, menghancurkan kredibilitas anda,mempermalukan anda dan organisasi anda. Tidak ada jalan yang lebih cepat untuk kehilangan perhatian dari narasumber daripada pertanyaan dan reaksi yang tidak diinformasikan. Jangan coba untuk membuat orang lain terkesan dengan penguasaantopik anda, tapi siaplah selalu untuk menjaga kredibilitas dan menunjukkan bahwaanda mengerti topik tersebut. Susun pertanyaan pembuka sedemikian rupa sehinggamengindikasikan keakraban anda dengan area tertentu, seperti sains, pengbatan,teknologi atau sejarah.Riset pendahluan yang terbukti akan mengesankan narasumber, menunjukkan bahwa anda tidak akan dengan mudah dibodohi, serta memotivasi mereka untuk memberikan respon yang lebih siap dan mendalam. Kita merasa tersanjung bila oranglain mempelajari tentang kita, minat, bidang, prestasi dan pendapat kita, karena kita bangga pada siapa kita dan apa yang kita lakukan. Ketahui jargon dan istilah teknisyang sesuai, serta lafalkan dengan tepat. Ketahui nama narasumber (lafalkan dengantepat), jabatan dan organisasinya. Anda harus tahu orang yang anda wawancari adalahseorang profesor atau instruktur, editor atau reporter, pilot atau navigator, doktor dengan gelar PhD, MD, DVM, DO, atau EdD.
Menyusun Struktur Wawancara
 Panduan Wawancara
Ketika anda meriset suatu topik, catat dengan cepat area dan sub-area yang bisa berkembang menjadi panduan wawancara. Panduan tersebut bisa berupa
outline
terinci, aspek utama dari topik, kata-kata kunci pada sebuah catatan, atau panduanwawancara jurnasiltik tradisional.
Siapa yang terlibat?
Apa yang terjadi?
Kapan itu terjadi?
Di mana itu terjadi?
Bagaimana kejadiannya?
Mengapa itu terjadi?3

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Cahaya Rosalina liked this
Fir Inosensi liked this
babagola liked this
DeBh Bee liked this
DeBh Bee liked this
Lince PuDan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->