Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pasal-pasal pkn

pasal-pasal pkn

Ratings: (0)|Views: 1,337 |Likes:
Published by Aswar

More info:

Published by: Aswar on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
y
 
Pasal 27 ayat 1-3Mengatur tentang Kedudukan warga negara , Penghidupan dan pembelaan terhadap negara.
y
 
Pasal 28 ayat A ± JMengatur tentang segala bentuk Hak Asasi Manusia.
y
 
Pasal 29 ayat 2Mengatur tentang kebebasan atau hak untuk memeluk agama (kepercayaan )
y
 
Pasal 30 ayat 1-5Mengatur tentang Kewajiban membela negara , Usaha pertahanan dan keamanan rakyat,Keanggotaan TNI dan Tugasnya , Kepolisian Indonesia dan tugasnya , Susunan dan kedudukanTNI & kepolisian Indonesia.
y
 
Pasal 31 ayat 1-5Mengatur tentang Hak untuk mendapat pendidikan yang layak , kewajiban belajar ,Sistem pendidikan Nasional ,dan Peran pemerintah dalam bidang Pendidikan dan kebudayaan
y
 
Pasal 33 ayat 1-5Mengatur tentang pengertian perekonomian ,Pemanfaatan SDA , dan Prinsip Perekonomian Nasional.
y
 
Pasal 34 ayat 1-4Mengatur tentang Perlindungan terhadap fakir miskin dan anak terlantar sebagai tanggung jawabnegara.
hak dan kewajiban warga negara dalam UUD1945 pasal 30 
Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945 Pasal 30.A. Pengertian Hak dan Kewajiban.Hak : adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kitasendiri.Contoh : hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari dosen dan sebagainya.Kewajiban : Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.Contoh : melaksanakan tata tertib di kampus, melaksanakan tugas yang diberikan dosen dengansebaik baiknya dan sebagainya.
 
B
. Hak dan Kewajiban dalam UUD 1945 Pasal 30.Di tegaskan bahwa tiap ± tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanandan keamanan Negara. Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia didalam menjalankan tugasnya, syarat ±syarat keikutsertaan warga Negara dalam usaha pertahanandan keamanan Negara, serta hal ± hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang ±undang.Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 30 Ayat (1) menyebutkan tentang hak dan kewajibantiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ayat (2)menyebutkan usaha pertahanan dan keamanan rakyat, Ayat (3) menyebutkan tugas TNI sebagai"mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara". Ayat (4)menyebut tugas Polri sebagai "melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkanhukum". Ayat (5) menggariskan, susunan dan kedudukan, hubungan kewenangan TNI dan Polridalam menjalankan tugas, serta hal-hal lain yang terkait dengan pertahanan dan keamanan, diatur dengan undang-undang (UU). Dari pembacaan Pasal 30 secara utuh dapat disimpulkan, meskiTNI dan Polri berbeda dalam struktur organisasi, namun dalam menjalankan tugas dan fungsimasing-masing keduanya bekerja sama dan saling mendukung dalam suatu "sistem pertahanandan keamanan rakyat semesta". Pengaturan tentang sinkronisasi tugas pertahanan negara(hanneg) dan keamanan negara (kamneg) itulah yang seyogianya ditata ulang melalui undang-undang yang membangun adanya "ke-sistem-an" yang baik dan benar.Tanggal 8 Januari Tahun 2002 DPR melahirkan UU No 2 dan UU No 3 Tahun 2002, masing-masing tentang Polri dan tentang Hanneg, hasil dari Ketetapan MPR No VI dan VII Tahun 2000tentang Pemisahan TNI dan Polri . Pada 18 Agustus 2000 Komisi Konstitusi meresmikanAmandemen Kedua UUD 1945 yang menghasilkan Ayat (2) Pasal 30 UUD 1945 denganrumusan sistem "han" dan "kam" serta "ra" dan "ta" . Pada Agustus 2003 Ketetapan I MPR Tahun 2003 menggugurkan Ketetapan VI dan VII MPR Tahun 2000 setelah ada perundang-undangan yang mengatur Polri dan tentang Hanneg. Pertengahan Oktober 2004 DPR meluluskanUU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.Dengan demikian, pada awal Maret 2005 telah ada UU tentang Hanneg, UU tentang Polri, danUU tentang TNI. Namun, hingga kini belum ada UU tentang "Keamanan Negara" gunamerangkai "Kamneg" dalam satu sistem dengan "Hannneg" (kata "dan" antara "han" dan "kam"untuk membedakan dan memisahkan organisasi TNI dari Polri). Sayang, UU tentang Polri, UUtentang Hanneg, dan UU tentang TNI sama sekali tidak menyebut "sistem pertahanan dankeamanan rakyat semesta" sebagai landasan pokok pemikiran bahwa ada kaitan sinergis antarafungsi "pertahanan negara" dan "keamanan negara".Oleh karena itu, apabila kita konsisten dengan amanat Pasal 30 Ayat (2), yaitu membangunsistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, perlu disiapkan UU tentang Pertahanan danKeamanan Negara yang lebih bermuatan semangat dan kinerja "sishankamrata".
B
ila penyebutan pertahanan negara (hanneg) dan keamanan negara (kamneg) dipilih sebagai peristilahan baku,dari logikanya seharusnya ada UU Keamanan Negara yang mewadahi UU Polri. Sebagaimana
 
 pasal-pasal dalam UU Hanneg menyebut, pertahanan negara bukan sekadar mengurus tentangTNI, maka UU Kamneg perlu menegaskan, keamanan negara bukan sekadar tugas danwewenang Polri. Penjelasan UU tentang TNI menyebutkan, "di masa mendatang TNI akan berada dalam Departemen Pertahanan (Dephan)", suatu pengukuhan konsep dan praktik supremasi sipil serta efisiensi kebijakan, strategi, dan penggunaan kekuatan TNI. UU Polri pun perlu "ditemani" UU Kamneg yang kelak mengintegrasikan Polri ke dalam suatu institusi sipil(misalnya, Departemen Dalam Negeri) sebagaimana Dephan kelak menjadi instansi yangmengintegrasikan TNI di dalamnya.Dephan menyiapkan naskah akademik melalui undang-undang yang 1) Mencerminkan adanya"kesisteman" antara pertahanan negara dan keamanan negara; 2) Mengandung adanya semangatkerja sama TNI dan Polri dalam departemen dengan otoritas sipil yang berbeda; dan 3) Membinakerja sama, baik antara fungsi TNI dan fungsi Polri di lapangan; diharapkan "merapikan" dan"menyelaraskan" pasal-pasal yang ada dalam UU tentang Polri, UU tentang Hanneg serta UUtentang TNI.Pasal 30 UUD 1945 menerangkan bahwa, pertahanan negara tidak sekadar pengaturan tentangTNI dan bahwa keamanan negara tidak sekadar pengaturan tentang Polri. Pertahanan negara dankeamanan negara perlu dijiwai semangat Ayat (2) tentang "sistem pertahanan dan keamananrakyat semesta". Makna dari bunyi Ayat (5), ³yang terkait pertahanan dan keamanan negara,diatur dengan undang-undang" adalah bahwa RUU, UU, dan Peraturan Pemerintah lain sepertiRUU Intelijen, UU tentang Keimigrasian, UU tentang Kebebasan Informasi, UU Hubungan Luar  Negeri, RUU tentang Rahasia Negara, UU tentang Otonomi Daerah, dan hal-hal lain yang terkait pertahanan dan keamanan negara perlu terjalin dalam semangat kebersamaan "sistem pertahanandan keamanan rakyat semesta".Setelah melantik Kabinet Indonesia
B
ersatu 21 Oktober 2004, Presiden Susilo
B
ambangYudhoyono menggariskan bahwa sebagai seorang "konstitusionalis" ia bertekad agar hal-halyang berhubungan dengan penyelenggaraan negara taat pada ketentuan UUD 1945.Sejalan dengan tekad itu, perluasan dan pendalaman sekitar makna Pasal 30 UUD 1945 adalahsalah satu tugas menteri pertahanan.
B
erdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut sertadalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.
B
eberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib
B
ela Negara :1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah olehUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.6. Amandemen UUD '45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rista Andias liked this
Whens Zamzani liked this
Fakikha Aditami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->