Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
89Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk Karakter !

Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk Karakter !

Ratings:

4.67

(18)
|Views: 10,354 |Likes:
Published by Yulianti
Pendidikan, rasanya tak akan pernah berakhir membiacarakan masalah pendidikan. Apa yang terjadi di dunia pendiddikan kita? Mengapa sistem yang sebegitu rumitnya disusun oleh pemerintah tetap tidak efektif sehingga di lapangan kita melihat fenomena yang berlawanan. Pendidikan seperti tak punya target yang jelas. Tidak berkelanjutan (prosesnya, bukan jenjang!)
Kontinuitas proses pendidikan (yang terpadu)adalah tugas kita. Bagaimana kita mewarnainya. itu tergantung kita juga. mari kita selamatkan generasi baru, harapan baru... (kayak slogan kampanye, ya?)
Pendidikan, rasanya tak akan pernah berakhir membiacarakan masalah pendidikan. Apa yang terjadi di dunia pendiddikan kita? Mengapa sistem yang sebegitu rumitnya disusun oleh pemerintah tetap tidak efektif sehingga di lapangan kita melihat fenomena yang berlawanan. Pendidikan seperti tak punya target yang jelas. Tidak berkelanjutan (prosesnya, bukan jenjang!)
Kontinuitas proses pendidikan (yang terpadu)adalah tugas kita. Bagaimana kita mewarnainya. itu tergantung kita juga. mari kita selamatkan generasi baru, harapan baru... (kayak slogan kampanye, ya?)

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yulianti on Jul 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk Karakter !Oleh : Yulianti*“Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidupsesudah kalian” (QS.An-Nisaa,4:9)“Bersegeralah dalam mendidik anak sebelum kesibukanmu melalaikanmu, karenasesungguhnya apabila anakmu telah berumur dewasa dan telah berakal (tapi tidakberpendidikan-berakhlaq), dia akan menyibukkan hatimu (dengan keburukan)” (Hikmah)“Didiklah anak-anakmu, sesungguhnya mereka itu dijadikan untuk menghadapi masayang lain dari masa kamu ini” (Ali bin Abi Thalib)PENDIDIKAN adalah tanggung jawab bersama. Setiap kita bertanggung jawab terhadappendidikan bangsa ini. Tidak hanya bagi mereka yang terjun di lembaga pendidikanformal seperti guru, dosen dan sebagainya, tapi semuanya. Pemahaman ini yang harustertanam terlebih dahulu.Pendidikan tidak sama dengan sekolah. Cakupannya luas tak terbatas .Sekolah hanyasatu bagian kecil dari sarana pendidikan. Oleh sebab itu, pendidikan tidak hanyaterpaku pada transfer materi dari guru ke murid. Pendidikan harus utuh danmenyeluruh, meliputi semua aspek dalam kehidupan seorang muslim. Pendidikan harusberorientasi pada terbentuknya individu-individu yang memiliki karakter /jati diri(kepribadian) yang syaamil (lengkap, utuh - menyeluruh). Kepribadian yang utuh danmenyeluruh inilah yang saat ini tengah hilang dari kehidupan muslim.Seorang pemikir Islam sekaligus juru bicara gerakan Ikhwanul Muslimin di duniabarat bernama Asy-Syaikh Kamal Halbawy pernah mengutarakan hasil pengamatannyaterhadap kondisi umat Islam di penghujung abad 20 menjelang memasuki abad 21.Salah satu di antara tujuh fenomena yang digarisbawahi olehnya ialah Dhoyya al-Hawiyyah al Humayyizah (hilangnya kepribadian istimewa) di kalangan kaummuslimin.Ia berpendapat bahwa di era globalisasi ini sebagian kaum muslimin tidakutuh dalam menampilkan karakter (kepribadian) Islam. Misalnya terkadang seorangmuslim begitu getol memperhatikan akhlak bagi hatinya namun mengabaikan akhlakbagi pemikirannya. Atau dalam sektor kehidupan manusia, seorang muslim sangatpeduli terhadap akhlak ekonomi namun lemah dalam akhlak politik. Begitulah,berbagai ketimpangan melanda kehidupan kaum muslimin saat ini, sehingga apa yangada pada masa dahulu menjadi keistimewaan penampilan kaum muslimin, maka hari inisangat langka ditemui. Pada masa dahulu keistimewaan kepribadian seorang muslimcukup ampuh mempengaruhi manusia sehingga menjadi salah satu sebab masuk Islamnyabangsa lain. Sekarang ?Inilah yang harus dicermati saat ini. Apa yang keliru dengan pendidikan kitaselama ini ?Hakikat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk KarakterPendidikan harus berorientasi kepada terbentuknya karakter (kepribadian/jatidiri).Setiap tahapan pendidikan dievaluasi dan dipantau dengan saksama sehingga menjadijelas apa yang menjadi potensi positif seseorang yang harus dikembangkan dan apayang menjadi faktor negatif seseorang yang perlu disikapi.Akar dari karakter ada dalam cara berfikir dan cara merasa seseorang. Inimerupakan struktur kepribadian yang natural dan memang sudah menjadi sunatullah.Sebagaimana diketahui, manusia terdiri dari tiga unsur pembangun yaitu hatinya
 
(bagaimana ia merasa), fikirannya (bagaimana ia berfikir) dan fisiknya (bagaimanaia bersikap). Oleh karena itu , langkah –langkah untuk membentuk atau merubahkarakter juga harus dilakukan dengan menyentuh dan melibatkan unsur-unsurtersebut.Gb.1. Hakikat PendidikanProses pembentukan itu sendiri tidak berjalan seadanya, namun ada kaidah-kaidahtertentu yang harus diperhatikan. Anis Matta dalam “Membentuk karakter Muslim”menyebutkan beberapa kaidah pembentukan karakter sebagai berikut :1.Kaidah kebertahapanProses pembentukan dan pengembangan karakter harus dilakukan secara bertahap.Orang tidak bisa dituntut untuk berubah sesuai yang diinginkan secara tiba-tibadan instant. Namun ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dengan sabar dan tidakterburu-buru. Orientasi kegiatan ini adalah pada proses bukan pada hasil. Prosespendidikan adalah lama namun hasilnya paten.2.Kaidah kesinambunganSeberapa pun kecilnya porsi latihan, yang penting bukanlah di situ, tapi padakesinambungannya. Proses yang berkesinambungan inilah yang nantinya membentuk rasadan warna berfikir seseorang yang lama-lama akan menjadi kebiasaan dan seterusnyamenjadi karakter pribadinya yang khas.3.Kaidah momentumPergunakan berbagai momentum peristiwa untuk fungsi pendidikan dan latihan.Misalnya Ramadhan untuk mengembangkan sifat sabar, kemauan yang kuat,kedermawanan, dan sebagainya.4.Kaidah motivasi instrinsikKarakter yang kuat akan terbentuk sempurna jika dorongan yang menyertainya benar-benar lahir dari dalam diri sendiri. Jadi, proses “merasakan sendiri”, “melakukansendiri” adalah penting. Hal ini sesuai dengan kaidah umum bahwa mencoba sesuatuakan berbeda hasilnya antara yang dilakukan sendiri dengan yang hanya dilihat ataudiperdengarkan saja. Pendidikan harus menanamkan motivasi/keinginan yang kuat dan“lurus” serta melibatkan aksi fisik yang nyata.5.Kaidah pembimbinganPembentukan karakter ini tidak bisa dilakukan tanpa seorang guru/pembimbing.Kedudukan seorang guru/pembimbing ini adalah untuk memantau dan mengevaluasiperkembangan seseorang.Guru/pembimbing juga berfungsi sebagai unsur perekat, tempat “curhat” dan saranatukar pikiran bagi muridnya.Kaidah-kaidah pembentukan tersebut di atas diterapkan ke dalam prosespendidikan sebagai berikut :
 
Gb.2. Proses PendidikanKaidah kebertahapan dan kesinambungan menjiwai keseluruhan proses pendidikan, baikjenjang secara umum (jenjang tingkat dasar,menengah dan atas) maupun proses ditiap jenjang tersebut. Kaidah momentum berkaitan dengan kretaifitasguru/pembimbing dalam memodifikasi setiap moment menjadi lebih bermakna untukpembentukan pribadi. Kaidah motivasi instrinsik lebih bermain di tahapan“informasi masuk” dan proses “pemahaman”. Bagaimana informasi itu diolah danditampilkan sehingga membuat seseorang menjadi faham dan mau melakukan sesuatudengan sukarela. Kaidah pembimbingan bermain banyak di tahap “manajemenaktivitas”, penyikapan terhadap pemberian reward dan punishment dan evaluasiterhadap proses tersebut. Bagaimana seorang guru/pembimbing memantau prosespembiasaan dan pengulangan terhadap pembentukan karakter tertentu. Prosespendidikan tersebut jelas menggambarkan tujuan akhir pendidikan yaitu membentukkarakter/jadtidiri atau kepribadian.Aspek PendidikanKarakter/jati diri seorang muslim yang diinginkan yaitukarakter/kepribadian yang lengkap, utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu pendidikanharus melibatkan dan mendayagunakan seluruh aspek potensi manusia dari semua lini.Berikut adalah aspek-aspek pendidikan tersebut :1.Pendidikan agama (keimanan, aqidah)Merupakan pondasi bangunan karakter (kepribadian) seorang muslim.Pendidikan agama mutlak diperlukan karena ia akan menjadi motivasi terdalam darisikap dan perilaku seseorang. Pendidikan keimanan ini dapat ditempuh denganberbagai cara dan metode.2.Pendidikan ibadahIbadah biasanya terkait dengan kegiatan khusus yang memiliki aturan dan tatalaksana tertentu yang sudah mutlak. Pemantauan terhadap pendidikan ibadah iniakan membentuk seseorang menjadi lebih disiplin dan tertib.3.Pendidikan akhlakPendidikan yang mengutamakan terhadap sikap nyata seseorang dalam menyikapiberbagai persoalan hidup. Pembentukan akhlak tidaklah mudah. Ia memerlukan prosesyang lama sekali. Namun hasilnya akan mantap apabila dipantau dengan baik.4.Pendidikan akal/daya fikirMengutamakan terbentuknya keahlian intelekual seseorang. Bagaimana seseorang lihaimenggunakan akal dan fikirannya untuk kemajuan,5.Pendidikan sosial kemasyarakatanMembentuk seseorang menjadi bersifat social, Bisa bergaul dengan berbagai macamtipe orang dan memiliki cukup empathi dan mampu membagi cintanya bagi orang-orangdi sekitarnya.6.Pendidikan Jasad/fisikSeorang muslim selain memiliki keimanan yang kuat, akal yang cerdas juga harusditopang dengan fisik yang kuat.7.Pendidikan kejiwaan/mental

Activity (89)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lutfi Medaeng added this note
kasim gan
Della DAmay liked this
Buku Shyuin Ilmu liked this
Permen Karetz liked this
Suci Larassaty liked this
Eka Prasetiyo liked this
vheeoledhd liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->