Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk Karakter !Oleh : Yulianti*“Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidupsesudah kalian” (QS.An-Nisaa,4:9)“Bersegeralah dalam mendidik anak sebelum kesibukanmu melalaikanmu, karenasesungguhnya apabila anakmu telah berumur dewasa dan telah berakal (tapi tidakberpendidikan-berakhlaq), dia akan menyibukkan hatimu (dengan keburukan)” (Hikmah)“Didiklah anak-anakmu, sesungguhnya mereka itu dijadikan untuk menghadapi masayang lain dari masa kamu ini” (Ali bin Abi Thalib)PENDIDIKAN adalah tanggung jawab bersama. Setiap kita bertanggung jawab terhadappendidikan bangsa ini. Tidak hanya bagi mereka yang terjun di lembaga pendidikanformal seperti guru, dosen dan sebagainya, tapi semuanya. Pemahaman ini yang harustertanam terlebih dahulu.Pendidikan tidak sama dengan sekolah. Cakupannya luas tak terbatas .Sekolah hanyasatu bagian kecil dari sarana pendidikan. Oleh sebab itu, pendidikan tidak hanyaterpaku pada transfer materi dari guru ke murid. Pendidikan harus utuh danmenyeluruh, meliputi semua aspek dalam kehidupan seorang muslim. Pendidikan harusberorientasi pada terbentuknya individu-individu yang memiliki karakter /jati diri(kepribadian) yang syaamil (lengkap, utuh - menyeluruh). Kepribadian yang utuh danmenyeluruh inilah yang saat ini tengah hilang dari kehidupan muslim.Seorang pemikir Islam sekaligus juru bicara gerakan Ikhwanul Muslimin di duniabarat bernama Asy-Syaikh Kamal Halbawy pernah mengutarakan hasil pengamatannyaterhadap kondisi umat Islam di penghujung abad 20 menjelang memasuki abad 21.Salah satu di antara tujuh fenomena yang digarisbawahi olehnya ialah Dhoyya al-Hawiyyah al Humayyizah (hilangnya kepribadian istimewa) di kalangan kaummuslimin.Ia berpendapat bahwa di era globalisasi ini sebagian kaum muslimin tidakutuh dalam menampilkan karakter (kepribadian) Islam. Misalnya terkadang seorangmuslim begitu getol memperhatikan akhlak bagi hatinya namun mengabaikan akhlakbagi pemikirannya. Atau dalam sektor kehidupan manusia, seorang muslim sangatpeduli terhadap akhlak ekonomi namun lemah dalam akhlak politik. Begitulah,berbagai ketimpangan melanda kehidupan kaum muslimin saat ini, sehingga apa yangada pada masa dahulu menjadi keistimewaan penampilan kaum muslimin, maka hari inisangat langka ditemui. Pada masa dahulu keistimewaan kepribadian seorang muslimcukup ampuh mempengaruhi manusia sehingga menjadi salah satu sebab masuk Islamnyabangsa lain. Sekarang ?Inilah yang harus dicermati saat ini. Apa yang keliru dengan pendidikan kitaselama ini ?Hakikat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk KarakterPendidikan harus berorientasi kepada terbentuknya karakter (kepribadian/jatidiri).Setiap tahapan pendidikan dievaluasi dan dipantau dengan saksama sehingga menjadijelas apa yang menjadi potensi positif seseorang yang harus dikembangkan dan apayang menjadi faktor negatif seseorang yang perlu disikapi.Akar dari karakter ada dalam cara berfikir dan cara merasa seseorang. Inimerupakan struktur kepribadian yang natural dan memang sudah menjadi sunatullah.Sebagaimana diketahui, manusia terdiri dari tiga unsur pembangun yaitu hatinya
Add a Comment
Kamilain Qutubleft a comment
datildatilleft a comment
jihanzenleft a comment
rikijoleft a comment
dedi arisleft a comment