Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
POTENSI SENYAWA ISOFLAVON

POTENSI SENYAWA ISOFLAVON

Ratings: (0)|Views: 634|Likes:
Published by Rizki Desvianto W

More info:

Published by: Rizki Desvianto W on Nov 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2013

pdf

text

original

 
POTENSI SENYAWA ISOFLAVONA. Biosintesa Senyawa Isoflavon
Isoflavon terdiri atas struktur dasar C6-C3-C6, secara alami disintesa olehtumbuh-tumbuhan dan senyawa asam amino aromatik fenilalanin atautirosin. Biosintesa tersebut berlangsung secara bertahap dan melaluisederetan senyawa antara yaitu asam sinnamat, asam kumarat, calkon,flavon dan isoflavon. Berdasarkan biosintesa tersebut maka isoflvondigolongkan sebagai senyawa metabolit sekunder (Pawiroharsono, 2007).Pada umumnya, senyawa metabolit sekunder disintesis oleh mikrobatertentu, namun tidak menjadi substrat untuk kebutuhan fisiologis pokok mikrobatersebut, misalnya aktivitas hidup atau pertumbuhan. Meskipun tidak dibutuhkanuntuk pertumbuhan, senyawa metabolit sekunder dapat juga berfungsisebagai nutrien darurat untuk mempertahankan hidup. Senyawa metabolitsekunder biasanya terbentuk setelah fase pertumbuhan logaritmik atau fasestationer, sebagai akibat keterbatasan nutrien dalam medium pertumbuhannya.Keterbatasan nutrien dalam medium akan merangsang dihasilkannya enzim-enzim yang berperan untuk pembentukan metabolit sekunder denganmemanfaatkan metabolit primer untuk mempertahankan kelangsungan hidup(Pawiroharsono, 2007).Isoflavon termasuk dalam kelompok flavonoid (1,2-diarilpropan) danmerupakan kelompok yang terbesar dalam kelompok tersebut. Meskipunisoflavon merupakan salah satu metabolit sekunder, tetapi ternyata pada mikrobaseperti bakteri, algae, jamur dan lumut tidak mengandung isoflavon, karenamikroba tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mensintesanya. Namunpada mikroba-mikroba tertentu mampu melakukan transformasi senyawaisoflavon (Pawiroharsono, 2007).Senyawa isoflavon merupakan salah satu komponen yang mengalamiproses metabolisme. Isoflavon pada kedelai berbentuk senyawa konjugatdengan senyawa gula melalui ikatan -O- glikosidik. Selama proses fermentasi,ikatan -O- glikosidik terhidrolisa, sehingga dibebaskan senyawa gula danisoflavon aglikon yang bebas. Senyawa isoflavon aglikon tersebut dapat
 
mengalami transformasi lebih lanjut dengan membentuk senyawa-senyawayang mempunyai aktivitas biologi tinggi. Hal tersebut ditunjukkan oleh Murata(1985) yang membuktikan bahwa faktor-II (6, 7, 4
tri-hidroksi isoflavon)mempunyai aktivitas antioksidan dan antihemolisis lebih baik dari daidzein dangenistein. Faktor-II (6, 7, 4
tri-hidroksi isoflavon) merupakan senyawa yangterbentuk akibat proses fermentasi oleh aktivitas mikroorganisme.Selain itu, Jha (1985) menemukan bahwa senyawa isoflavon lebih aktif 10 kali lipat dari senyawa karboksi kroman (vitamin A). Menurut penelitianBarz, et al. (1993) biosintesa Faktor-II dihasilkan melalui demetilasi glisiteinoleh bakteri Brevibacterium epidermis dan Micrococcus luteus atau melalui reaksihidroksilasi daidzein.
B. Bioaktivitas Senyawa Isoflavon
Bioaktivitas fisiologis senyawa isoflavon telah banyak diteliti dan ternyatamenunjukkan berbagai aktivitas berkaitan dengan struktur senyawanya(Pawiroharsono, 2007). Aktivitas suatu senyawa ditentukan pula oleh gugus-gugus yang terdapat 5 dalam struktur tersebut. Dengan demikian, dengan caraderivatisasi secara kimia dan biologis, isoflavon dapat dibentuk menjadisenyawa-senyawa aktif yang diinginkan. Murakami (1984) mengemukakanbahwa aktivitas antioksidan ditentukan oleh bentuk struktur bebas (aglikon)dari suatu senyawa.Menurut Hudson (Pawiroharsono, 2007), aktvitas suatu senyawaditentukan pula oleh gugus ±OH ganda, terutama dengan gugus C=O padaposisi C-3 dengan gugus ±OH pada posisi C-2 atau pada posisi C-5. Hasiltranformasi isoflavon selama fermentasi tempe, yaitu daidzein, genistein,glisitein dan Fakor-II, memenuhi kriteria sebagai senyawa aktif. Sistem gugusfungsi demikian memungkinkan terbentuknya kompleks dengan logam. Aktivitas estrogenik isoflavon terkait dengan struktur kimianya yang miripdengan stilbestrol, yang biasa digunakan sebagai obat estrogenik. Bahkan,isoflavon mempunyai aktivitas yang lebih tinggi dari stilbestrol. Menurut Oilis(1962 dalam Pawiroharsono, 2007) menunjukkan bahwa daidzein merupakansenyawa isoflavon yang aktivitas estrogeniknya lebih tinggi dibandingkan dengan
 
senyawa isoflavon lainnya. Aktivitas estrogenik tersebut terkait denganstruktur isoflavon yang dapat ditransformasikan menjadi equol, dimana equolmempunyai struktur fenolik yang mirip dengan hormon estrogen.
C
. Potensi Senyawa Isoflavon Untuk Kesehatan
Senyawa flavonoid untuk obat mula-mula diperkenalkan oleh seorang Amerika bernama Gyorgy (1936). Secara tidak sengaja Gyorgy memberikanekstrak vitamin C (asam askorbat) kepada seorang dokter untuk mengobatipenderita pendarahan kapiler subkutaneus dan ternyata dapat disembuhkan.Mc.Clure (1986) menemukan pula oleh bahwa senyawa flavonoid yang diekstrakdari Capsicum anunuum serta Citrus limon juga dapat menyembuhkanpendarahan kapiler subkutan. Mekanisme aktivitas senyawa tersebut dapatdipandang sebagai fungsi Äalat komunikasi
(molecular messenger} dalam prosesinteraksi antar sel, yang selanjutnya dapat berpengaruh terhadap prosesmetabolisme sel atau mahluk hidup yang bersangkutan, baik bersifat negatif (menghambat) maupun bersifat positif (menstimulasi).Jenis senyawa isoflavon di alam sangat bevariasi. Diantaranya telahberhasil diidentifikasi struktur kimianya dan diketahui fungsi fisiologisnya,serta telah dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan. Berbagai potensi senyawaisoflavon untuk keperluan kesehatan antara lain :
a. Anti-inflamasi
Mekanisme anti-inflamasi menurut Loggia et al. (1986), terjadi melalui efekpenghambatan jalur metabolisme asam arachidonat, pembentukanprostaglandin, pelepasan histamin, atau aktivitas Äradical scavenging¶ suatumolekul. Melalui mekanisme tersebut, sel lebih terlindung dari pengaruhnegatif, sehingga dapat meningkatkan viabilitas sel. Senyawa flavonoid yangdapat berfungsi sebagai anti-inflamasi adalah toksifolin, biazilin, haematoksilin,gosipin, prosianidin, nepritin, dan lain-lain.
b. Anti-tumor/Anti-kanker 
Senyawa isoflavon yang berpotensi sebagai antitumor/antikanker adalah genistein yang merupakan isoflavon aglikon (bebas). Genistein

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nina Ninoot liked this
Nita Utami liked this
Bang Doell liked this
Thyas Rahmadhani liked this
NoEr IKu Iwed liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->