masyarakat, sehingga suatu perbuatan baru diancam pidana kalau perbuatan itu membawa kerugian pada masyarakat, sementara hukum positif tidak demikian
jarimah
bisa dikategorikan menjadi dua,yaitu unsur umum dan unsur khusus. Unsur umum
jarimah
ada tigamacam, yaitu: 1) unsur formil, yaitu suatu perbuatan tidak dianggapmelawan hukum dan pelakunya tidak dapat dipidana kecuali adanya nashatau undang—undang yang mengaturnya. 2). Unsur materiil, yaitu tingkahlaku seseorang yang membentuk jarimah, baik dengan sikap berbuatmaupun sikap tidak berbuat. Dan 3). Unsur moril, yaitu pelaku
jarimah
adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana terhadap
jarimah
yang dilakukannya.
Yang dimaksud unsur khusus adalah unsur yang hanya terdapat pada peristiwa pidana tertentu dan berbeda antaraunsur khusus pada jenis
jarimah
yang satu dengan jenis
jarimah
yanglainnya.2.Tujuan Pemidanaan dalam Hukum IslamMenurut al-Syatibi tidak ada satu pun dari hukum Allah yang tidak mempunyai tujuan. Hukum yang tidak mempunyai tujuan sama dengan
taklif ma la yuthaq
(pembebanan sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan)
4
Makhrus Munajat,
Dekonstruksi Hukum Pidana Islam
, (Yogayakarta: Logung Pustaka,2004), hlm. 7.
5
Lihat KUHP pasal 1 ayat (1), Abd. Al-Qadir Awdah,
at-Tasyri’
…I: 121, Haliman,
Hukuman Pidana Islam Menurut Ahli Sunnah Wal-Jama’ah
, (Jakarta: Bulan Bintang, 1968), hlm.48.
6
Al-syatibi,
al-Muwafaqat Fi Ushul Al Ahkam
, (Kairo: Matba’at Muhammad Ali Subayh,1970), hlm.3, 82, dan 91.
38
Add a Comment