Pemimpin PulangTasyakur NikmatBai’atul QurbaMembina umat dari bawah, Jangan berhenti tanganmendayungGali dari ajaran IslamKita tidak boleh pasif Hidupkan kembali ukhuwah IslamiyahLayarkan terus perahu iniMakmurkan masjid kembali, Tegakkan jama’ah dari sanaTafsir At Thushiyatul Khakonservasi pemeliharaanberurat ke risalah Tauhidintegrasi selektif kaderkonsolidasi dan polarisasiPemulihan tenaga terpelantingHidupkan dakwah bangun negeri
Taushiyah Dakwah Pemandu Umat
Mukaddimah
"PEMIMPIN PULANG" .....,
14 JUNI 1968, udara pagi yang cerah di LapanganUdara Tabing Padang. Pintu gerbang ranah Minang,kembali hidup. Setelah hampir satu dasawarsa beradadalam cengkeraman "Orde Lama" merasa terbebas darirasa tertekan yang menyebabkan hilangnya harga diri.Hari itu, baru 2 tahun setelah "Orde Baru"dicanangkan dibawah kepemimpinan Soeharto.Orde baru yang pada awalnya didukung oleh massarakyat yang lahir dari TRITURA sangat mendambakansuasana baru, nafas baru.Supaya bangsa ini terbebas dari segala macamtekanan. Yang selama ini terasa berat menghimpit dibawah system komunis PKI.
Pemimpin Pemandu Umat
2
Taushiyah Dakwah Pemandu Umat
Rakyat di Ranah Bundo ingin kembali membangunkampung halaman.Jam menunjukkan jarum waktu 08.15 WIB pagi.Dikala pesawat Electra GIA mencecah landasan denganmulus.Membawa di dalamnya Pemimpin Pulang.Bapak Mohamad Natsir dan Umi yang berkunjung keSumatera Barat atas undangan Gubernur Sumbar Prof.Harun Zain dan Wali kota Padang Kol. Maritim AkhirulYahya.Pemimpin Pulang, Bapak Mohamad Natsir pulangdengan kepala tegak melanjutkan perjuangan dalamrangka merangsang semangat yang tadinya telah hampirpadam untuk membangun kampung halaman.Beliau disambut dengan panggilan "orang tua kita".Hampir seluruh daerah Tingkat II dalam daerahSumatera Barat sempat didatangi Bapak Mohamad Natsir.Dimana-mana Beliau mendorong umat kembalimemulai membangun negeri yang bermuara dari lubukhati.
Pemimpin Pemandu Umat
3
You're Reading a Free Preview
Page 242 is not shown in this preview.
Add a Comment