Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Koran Akademika edisi 1

Koran Akademika edisi 1

Ratings: (0)|Views: 208 |Likes:
Published by naradharma
Koran Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana
Koran Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana

More info:

Published by: naradharma on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
Voice of Voiceless
www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id
Edisi Oktober 2010
PMW (Pekan Mahasiswa Wirausaha) 2010:
Terburu – buru dan Minim Sosialisasi
 
“PMW tahun ini cepat ya?”
 ujar salah seorang kawan. Entahmemang ketinggalan informasiatau pelaksanaannya yang terke-san dipaksakan?Hanya berselang 10 hari darimasa sosialisasi di tiap fakultas, per-temuan perdana Program MandiriWirausaha (PMW) langsung dige-lar. PMW merupakan kegiatantahunan yang dilaksanakan olehpihak Rektorat untuk menyaringmahasiswa dengan ide bisnis yangmenarik dan memiliki keseriusanuntuk mewujudkan rencana bis-nisnya. Sayangnya, masa sosialisa-si dari kegiatan ini cukup singkat.“Proses sosialisasi dari programini memang cukup singkat, walau-pun pemberitahuannya agakterlambat dari Dikti, tetapi kitamengejar waktu agar selesaiprogram ini juga tepat wak-tu,” ujar Sang Ayu Ketut Sut-isna Dewi, SE., MM., Ak, KetuaPelaksana PMW 2010. MenurutSutisna pemberitahuan dariDikti mengenai turunnya danaPMW adalah sekitar awal Bu-lan Agustus, dan berprosesnyadana ini hingga menjadi DIPApun baru menginjak pertenga-han Agustus. Sehingga sosial-isasi baru bisa berjalan di akhir bulan, diakuinya itu pun sudahtermasuk mencuri start.
-Info Mendadak, waktu Men-desak. Hal 3.
Sekarang atau Nanti ya?
Pertengahan agustus lalu, maha-siswa baru telah mengikuti serangkaianacara orientasi pengenalan kampus mu-lai dari yang paling awal yaitu PKKMBuniversitas yang kemudian disambungdengan student day tingkat universitasselama dua hari dan selanjutnya maha-siswa baru akan diserahkan ke fakul-tas masing-masing untuk mengikutikegiatan dari pihak fakultas. Kegiatanorientasi ditingkat fakultas sebenarnya
Resensi
Sentuhan Keju
 
Diary of Wimpy Kid berceritatentang kehidupan seorang anak SMP
yang bernama Greg Heey (Gordon).
Bisa dibilang Greg adalah anak yangagak sok, egois, bodoh dan hanyasenang main video game.
Hal 10.
Dies Natalis
 
 Aktualisasi Nilai-nilai Intelektualitas, Kebudayaan dan Sportiftas
Demi Terwujudnya Udayana Untuk Semua. Hal 6.
 Baliho. pemasangan baliho yang hanaya terdapat di dua tempat di Universitas Udayana. Menunjukan minimnya sosialisasi PMW 2010.
hanya suplemen yang diberikan kepadamahasiswa baru agar lebih mengenalorganisasi kemahasiswaan yang ada difakultas masing-masing. Kegiatan itudapat berupa bakti sosial, kemah ilmi-ah, kerja sosial, dan bakthi ilmiah. Keg-iatan itu biasanya dilaksanakan padawal semester satu setelah PKKMB danstudent day selesai.
-Perubahan SK Re-ktor. Hal 8.
1
 
Voice of Voiceless
Edisi Oktober 2010
www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id
Editorial
Diterbitkan oleh: Pers Mahasiswa“Akademika” Universitas Udayana. Izinterbit SK Rektor Unud 366/H14/KM.02.032010. Alamat Sekretariat: Kampus Unud,Jalan P.B Sudirman, Denpasar-Bali. E-mail: pers_akademika@yahoo.com
Pelindung:
Rektor Universitas Udayana
Penasihat:
Pembantu Rektor III Univer-sitas Udayana
Pembina:
Prof. Dr. Ir. IGPWirawan, Msc.
Ketua Unit/PemimpinUmum:
I Wayan Suarsana.
SekretarisUmum:
Happy Ari Satyani.
Bendahara:
 Ria Medisina.
Koordinator PSDM:
GiriSujana.
Pemimpin Redaksi:
Indra Dar-mawan.
Redaktur Pelaksana:
AdhiyaG. Putri, Henny Ratnasari, Alefan NurHidayat, Aditya Dharma.
Fotografer:
 Agung Parameswara.
Tim Redaksi:
 Veroze Waworutu, Ria Medisina, AnggaPrayoga, Eka Mulyawan, Happy Ari Sa-tyani, Suarsana, Adhiya Garini Putri, DeviYanti, Ayu Kartika, Eka Ariwijayanthi,Windu Manik, Awing W., Farah Meita,Widhi Dirgantara, Hendrika, Giri Sujana.
Layouter:
Rendra Saputra.
PMW, Hanya Sekadar Program?
Program Mahasiswa Wirausahayang biasa kita kenal dengan PMW meru- pakan ajang tahunan yang diselenggarakanuntuk memberi bantuan modal bagi maha-siswa yang memiliki ide kreatif dan seman-gat untuk berbisnis. Program ini merupakanhasil kerjasama antara Dikti dan universi-tas yang dituju, salah satunya UniversitasUdayana. Dan setiap mahasiswa yang inginmendapat bantuan dana untuk mengem- bangkan usaha yang akan dikembangkan-nya, haruslah mengirim proposal mengenairencana lengkap mengenai usaha tersebut.Hanya proposal yang lolos seleksi yangmendapat bantuan dana.Jika dilihat kembali konsep yangdiberikan program ini sangat tepat diterap-kan. Mengingat kembali banyaknya maha-siswa yang menjadi pengangguran setelahmereka lulus. Ini disebabkan karena lulu-san perguruan tinggi hanya mendapat bekalilmu pengetahuan dan tidak dierlsiapkanuntuk dapat bersaing dalam dunia usaha.Kebanyakan dari mereka hanyalah mencarilapangan pekerjaan yang notabene hanya jumlahnya terbatas. Di sinilah konsep yangdiusung program ini adalah untuk melatihmahasiswa untuk tidak hanya mencarilapangan pekerjaan, namun juga mencipta-kan lapangan pekerjaan itu sendiri.Program ini memang sangat bagusuntuk melatih jiwa enterprenership maha-siswa. Namun sayangnya untuk tahun 2010ini sosialisasi yang diadakan pihak yang bertanggung jawab kurang maksimal. Dika-takan bahwa sosialisasi yang diadakan han-yalah berselang 10 hari sampai digelarnya pertemuan perdana PMW. Dengan begitu banyaknya syarat serta dituntut juga untuk dapat menyusun proposal selama kurunwaktu tersebut. Beberapa mahasiswa men-gaku sedikit keteteran dan bingung dalamhal penyusunan proposal sesuai struktur yang benar.Hal ini terlihat terburu-buru dankurang persiapan. Entah dari pihak penye-lenggara atau pihak lain. Yang jelas maha-siswa sebagai objek sasaran PMW tersebutmasih banyak yang kurang paham. Meskip-un pada akhirnya program ini dapat berjalandan telah terseleksi beberapa mahasiswadengan program bisnis yang diajukan. Namun siapa juga yang tahu men-genai hal tersebut. Yang terlihat sekarangadalah program tersebut dapat berjalan danterpilih beberapa proposal bisnis dari maha-siswa. Karena memang, meskipun konsepyang ditawarkan sangat baik, namun den-gan penggelontoran dana yang tidak sedikittersebut setiap tahun, apakah betul-betul bermanfaat. Apakah hanya agar programtersebut dapat dijalankan? Ya, kita saksikansaja. - red.
Kolom Redaksi
Kata Mereka Tentang PMW 
Sebenarnya pengen ikut waktukakak kelas nawarin jadi satu anggota. Tapiada syarat harus 80 sks dulu. Memang ala-sannya kenapa?Selain itu sosialisasinya kurangsampe ke kampus-kampus. Waktunya ajawaktu itu kurang dari seminggu.
2
PMW tidak tetap sasaran sesuaidengan yang diharapkan, karena apa yangdibuat di proposal aplikasinya tidak sesuaidi lapangan akibat ari kurangnya penga
-
 wasan dari pihak yang terkait.willy hukum
08
PMW merupakan salah satu jalanbagi mahasiswa yang ingin membangunusahanya dalam usia yang muda. namundalam prosesnya jangan dikotori denganlaporan ktif, penjiplakan, dll. Supaya taktumbuh lagi korupto di negeri tercinta ini.
 
Voice of Voiceless
www.persakademika.com pers_akademika@yahoo.co.id
L aput
Info Mendadak, Waktu Mendesak
“Bulan Agustus rata–rata ma-hasiswa masih libur. Dan kami sudahmencoba untuk menempel pengumu-man di tiap–tiap fakultas, tetapi ternya-ta sama sekali tidak ada yang tertempel jadi langsung kita info setiap bertemumahasiswa,” ungkap Sutisna. Prosessosialisasi yang relatif sedikit dan sing-kat ternyata sangat berpengaruh terh-adap proses pembuatan proposal darimasing–masing peserta. Putu Sartika,salah satu mahasiswa yang lolos seleksi bussiness plan PMW 2010, juga ber-pendapat waktu sosialisasi dari kegia-tan ini memang cukup singkat. Hanya berkisar seminggu dari masa sosialisasihingga kita waktu pengumpulan pro-posal. “Jujur saja proposal kelompokkami pun baru selesai beberapa jamsebelum di kumpulkan, bahkan kamisempat pesimis dan menjagokan pro-posal teman kami, ”urai Sartika. Berbe-da dengan I Gusti Ngurah Agung Gd.Adinata, salah satu peserta yang gagaldalam program PMW ini, menuturkan bahwa ia pun sebenarnya ingin seriusdalam pembuatan proposal tetapi kar-ena pemberitahuan mengenai PMW inimendadak. Ia bersama kelompoknya jadi tergesa–gesa membuat proposalrencana bisnis mereka dan hasilnyapun menjadi kurang maksimal.“Kami mendapat info mendadak,dari dosen pun juga tidak ada member-ikan informasi apa-apa. Kami langsungmencari informasi melalui web CDC”,cerita Adinata. Adinata dan temannyamemilih mengikuti program ini karenaia memang ingin belajar berwirausahadan akhirnya ingin membuka lapangankerja sendiri. Tetapi ia menyesalkanuntuk kegiatan yang sebesar ini men-gapa tidak ada sosialisasi yang cukupdari pihak CDC (Career DevelopmentCenter) sendiri kepada mahasiswanya.Selain itu panduan untuk pembua-tan proposalnya sendiri dari panitiakurang konsisten. Hal tersebut tentumembuat mereka menjadi bingung da-lam penyusunan proposal ditambahdengan bimbingan dengan dosen yangsangat jarang. Mahasiswa Jurusan IlmuKomputer Fakultas MIPA ini membuatusulan rencana bisnisnya di bidang jasa, tepatnya tentang Usaha KonsultasiBimbingan Belajar Widya Tech SolutionBerbasis Teknologi. Pembuatan pro-posal ini dalam waktu yang singkat, iamembutuhkan waktu tiga hari dengan jumlah usulan dana berkisar 39 juta.Untuk mengikuti program selek-si bussiness plan PMW seseorang haruskreatif, inovatif dan tekun. MenurutSutisna, Peserta yang ingin mengikutiPMW haruslah memiliki ide bisnis dankeseriusan untuk mewujudkan ide bis-nisnya. Setelah memiliki dua tekad itu,peserta akan diminta untuk menuang-kan ide bisnis mereka kedalam sebuahproposal yang akan dipresentasikan ke-pada reviewer. “Reviewer disini terdiridari kalangan akademisi, perbankan,dan pengusaha. Jadi mereka yang ikutmembantu memberikan nilai sekaligusmemantau kegiatan mereka ketika mer-eka lolos nanti,” tutur salah satu dosenFakultas Ekonomi ini. Pengusaha yangikut terlibat dalam penjurian ataupunpemantauan kegiatan PMW ini ter-gabung dari berbagai pengusaha yangtelah ahli dalam bidangnya seperti HIP-MI (Himpunan Pengusaha Muda Indo-nesia), Ardin, KADIN, dan Dekopin.Tidak hanya ide bisnis, banyakhal yang menjadi pertimbangan dalampenentuan mahasiswa yang dapat lu-lus seleksi rencana bisnis PMW 2010.“Mereka harus lolos persyaratan ad-ministrasi dahulu, misalkan saja mer-eka harus memenuhi 80 SKS dulu bagiprogram sarjana dengan melampirkantranskrip nilai akademis mereka, set-elah itu baru mereka akan lolos padatahapan berikutnya,” tambah wanitayang juga menjabat sebagai Ketua PusatKewirausahaan Mahasiswa. Setelahlolos administrasi, para peserta akandiberikan waktu untuk mempersiap-kan diri mempresentasikan unit bisnisyang mereka tawarkan kepada tiga re-viewer tersebut. Banyak hal yang akandinilai dari presentasi ini, baik dariinovasi produk ataupun teknologi yangmereka tawarkan dalam pembuatanproduk, dan dampaka produk merekanantinya terhadap lingkungan.“Setelah lulus seleksi bussinessplan, tiap peserta akan mengikuti diklatdan berlanjut ke program magang,”ucap Sutisna. Program diklat ini ber-guna untuk membantu mempersiap-kan mahasiswa tentang etika bisnis, pe-masaran produk, dan proses produksiketika mereka terjun dalam dunia bisnis.Setelah Program diklat usai, programmagang telah menanti peserta. Uniknya, bagi peserta yang telah mengikutimagang di fakultasnya masing–masingtidak perlu mengikuti lagi program ini.Padahal, belum tentu program magangdi fakultas belum tentu sama denganunit bisnis yang mereka tawarkan. Sep-erti Putu Sartika, menuturkan ia tidak
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->