Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
28Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Seni & Keindahan Iqbal

Konsep Seni & Keindahan Iqbal

Ratings:

4.79

(14)
|Views: 21,438|Likes:
Published by A Khudori Soleh
Teori estetika Iqbal, dalam perspektif filsafat seni, masuk dalam kategori seni objektif, karena konsep seni dan keindahan di dasarkan atas kualitas objek yang tercipta sebagai hasil ekspresi citra kreatif ego. Untuk memperoleh keindahan, ego tidak berhutang pada jiwa penanggap, subjek, melainkan pada tenaga-kehidupannya sendiri. Meski demikian, ekspresi-ekspresi ini tidak bersifat liar dan tanpa tujuan, melainkan harus mengandung makna dan maksud-maksud tertentu, antara lain untuk membangkitkan semangat vitalitas dan dinamisme kehidupan, juga dapat memberi petunjuk tentang kehidupan abadi bagi kemanusiaan.
Teori estetika Iqbal, dalam perspektif filsafat seni, masuk dalam kategori seni objektif, karena konsep seni dan keindahan di dasarkan atas kualitas objek yang tercipta sebagai hasil ekspresi citra kreatif ego. Untuk memperoleh keindahan, ego tidak berhutang pada jiwa penanggap, subjek, melainkan pada tenaga-kehidupannya sendiri. Meski demikian, ekspresi-ekspresi ini tidak bersifat liar dan tanpa tujuan, melainkan harus mengandung makna dan maksud-maksud tertentu, antara lain untuk membangkitkan semangat vitalitas dan dinamisme kehidupan, juga dapat memberi petunjuk tentang kehidupan abadi bagi kemanusiaan.

More info:

Published by: A Khudori Soleh on Jul 26, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

11/28/2012

 
KONSEP SENI DAN KEINDAHAN M IQBAL (1877-1938 M)
 A Khudori Soleh
Dosen Fak. Psikologi UIN Malang Telp/Fax. (0341) 558916), e-mail: khudori_uin@yahoo.com
AbstractGenerally, art work is devided in two great sects: expressionismand functionalism. The first sect works based on the interest of artitself, whereas the second sect link itswork with others, such as socialproblem in surrounding. Art concept of Iqbal seems to adopt two sects,expressionism and functionalism. With expressionism, Iqbal assertedthat art must constitute a creation of creativities and originally fromthe artist, not a repetition or imitation; whereas with functionalism,Iqbal stated that art is not free from the certain purposes which mustbe achieved morally.Finally, Iqbal maintains certain criterias and purposes whichhave to be in an art work, based on his concept. Those criterias are: (1)art must be a creative work; (2) the creativities must be original andnot a plagiatism. Whereas the purposes and the functions must beguaranted are: (1) to create the missing to the life in hereafter (akhirat)or immortality, 2) to give cultivation for human being in the world, and3) to give motivation for people progression.
Key words:
ego expression, functional, and creativities.
Seni (
art 
) biasanya dimaksudkan untuk menunjuk padasemua perbuatan yang dilakukan atas dasar dan mengacu padaapa yang indah (Lorens Bagus, 1995, 987). Secara umum, adadua pemikiran atau aliran berkaitan dengan seni ini.
Pertama
,fungsional. Yaitu, bahwa seni harus mempunyai fungsi dantujuan-tujuan tertentu yang umumnya berkaitan dengan moral.Aliran ini dipelopori oleh antara lain, Plato, Aristoteles, BernardShaw, Saint Augustine dan tokoh psikologi Freud. Menurut Freud,mirip dengan Aristoteles, tujuan seni adalah untukmembebaskan pikiran sang seniman atau penikmat seni dariketegangan dengan terpuaskannya keinginan-keinginan yangtertahan (Abd Wahab Azzam, 1985, 135).
Kedua
, ekspresional,yakni suatu pemikiran yang menyatakan bahwa seni tidakmempunyai tujuan dan tidak mengejar tujuan di luar dirinya,kecuali tujuan dalam dirinya sendiri. Slogannya yang terkenaladalah ‘seni untuk seni(
l’art pour l’ar
). Maksudnya, senibersifat otonom, mempunyai daerah sendiri dan kelengkapansendiri, tidak tergantung pada daerah lain. Gerakan yangmerupakan warisan kaum Romantisisme ini, di Perancisdipelopori oleh Flaubert, Gauter dan Baudelaire, di Inggris oleh
 
Walter Peter dan Oscar Wilde, di Rusia oleh Pushkin, dan diAmerika oleh Edgar Allan Poe (Syarif, 1993, 114).Iqbal mempunyai pandangan tersendiri tentang seni dankeindahan, dengan muatan-muatan vitalitasme dan fungsional,sehingga menjadi hidup serta penuh semangat perjuangan.
A. Riwayat Singkat.
Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, wilayah Pakistan(sekarang), 9 Nopember 1877 M, dari keluarga yang religius.Ayahnya, Muhammad Nur adalah seorang tokoh sufi, sedangibunya, Imam Bibi, juga dikenal sebagai muslimah yang saleh(Azzam, 1985, 13-16). Pendidikan formalnya dimulai di
ScottishMission School
, di Sialkot, di bawah bimbingan Mir Hasan,seorang guru yang ahli sastra Arab dan Persia. Kemudian di
Goverment College
, di Lahore, sampai mendapat gelas BA, tahun1897, dan meraih gelar Master dalam bidang filsafat, tahun1899, dibawah bimbingan Sir Thomas Arnold, seorang orientalisterkenal. Selama pendidikan ini, Iqbal menerima bia-siswa dandua medali emas karena prestasinya dalam bahasa Arab &Inggris (Mian M Tufail, 1966, 12; Mukti Ali, 1998, 174).Iqbal kemudian menjadi dosen di
Goverment College
danmulai menulis syair-syair dan buku. Akan tetapi, di sini tidakdijalani lama, karena pada tahun 1905, atas dorongan Arnold,Iqbal berangkat ke Eropa untuk melanjutkan studi di
Trinity College
, Universitas Cambridge, London, sambil ikut kursusadvokasi di Lincoln Inn (Annemarie Schimmel, 1965, 35). Dilembaga ini ia banyak belajar pada James Wird dan JE.McTaggart, seorang neo-Hegelian. Juga sering diskusi denganpara pemikir lain serta mengunjungi perpustakaan Cambridge,London dan Berlin (Miss Luce Claude Maitre, 1989, 13). Untukkeperluan penelitiannya, ia pergi ke Jerman mengikuti kuliahselama dua semester di Universitas Munich yang kemudianmengantarkannya meraih gelar
doctoris philosophy gradum
,gelar doctor dalam bidang filsafat pada Nopember 1907, dengandesertasi
The Development of Metaphysics in Persia
, di bawahbimbingan Hommel. Selanjutnya, balik ke London untukmeneruskan studi hukum dan sempat masuk
School of PoliticalScience ( 
Bilgrami, 1982, 16; Danusiri, 1996, 5)
. Yang penting dicatat dalam kaitannya dengan gagasan seniIqbal adalah tren pemikiran yang berkembang di Eropa saat itu.Menurut MM Syarif, masyarakat Jerman, saat Iqbal tinggal disana, sedang berada dalam cengkeraman filsafat Nietzsche(1844-1990 M), yakni filsafat kehendak pada kekuasaan.Gagasannya tentang manusia super (
superman
) mendapatperhatian besar dari para pemikir Jerman, seperti Stefen George,
2
 
Richard Wagner dan Oswald Spengler. Hal yang sama terjadi jugadi Perancis, berada dibawah pengaruh filsafat Henri Bergson(1859-1941 M),
élan vital
, gerak dan perubahan. Sementara itu,di Inggris, Browning menulis syair-syair yang penuh dengankekuatan dan Carlyle menulis karya yang memuji pahlawandunia. Bahkan, dalam beberapa karyanya, Lloyd Morgan danMcDougall, menganggap tenaga kepahlawanan sebagai essensikehidupan dan dorongan perasaan keakuan (
egohood
) sebagaiinti kepribadian manusia. Filsafat vitalitis yang muncul secarasimultan di Eropa tersebut memberikan pengaruh yang besarpada Iqbal (Syarif, 1993, 93-94).Selanjutnya, saat di London yang kedua kalinya, Iqbalsempat ditunjuk sebagai guru besar bahasa dan sastra Arab diUniversitas London, menggantikan Thomas Arnold. Juga diserahi jabatan ketua jurusan bidang filsafat dan kesusastraan Inggris disamping mengisi ceramah-ceramah keislaman. Ceramahnya diCaxton Hall, yang pertama kali diadakan, kemudian disiarkanmass media terkemuka Inggris. Namun, semua itu tidak lama,karena Iqbal lebih memilih pulang ke Lahore, dan membukapraktek pengacara di samping sebagai guru besar di GovermentCollege Lahore. Akan tetapi, panggilan jiwa seninya yang kuatmembuat ia keluar dari profesi tersebut. Ia juga menolak ketikaditawari sebagai guru besar sejarah oleh Universitas Aligarh,tahun 1909. Iqbal lebih memilih sebagai penyair yang kemudianmengantarkannya ke puncak popularitas sebagai seorangpemikir yang mendambakan kebangkitan dunia Islam (
Bilgrami,1982, 15; Abd Vahid, 1992, 42; Ali Audah, 1966, xiii)
, yang kemudian jugamenyampaikannya mendapatkan gelas Sir dari pemerintah,sekitar tahun 1922 (Azzam, 1982, 37).Akhir tahun 1926, Iqbal masuk kehidupan politik ketikadipilih menjadi anggota DPR Punjab. Bahkan, tahun 1930, iaditunjuk sebagai presiden sidang Liga Muslim yang berlangsungdi Allahabad, yang menelorkan gagasan untuk mendirikannegara Pakistan sebagai alternatif atas persoalan antaramasyarakat muslim dan Hindu. Meski mendapat reaksi keras daripara politisi, gagasan tersebut segera mendapat dukungan dariberbagai kalangan, sehingga Iqbal diundang untuk menghadiriKonferensi Meja Bundar di London, tahun 1932, juga konferensiyang sama pada tahun berikutnya, guna membicarakan gagasantersebut (Munawar
,
1986, 11; Biruni, 1950, 208; Robert D. Lee,2000, 70). Tahun 1935 ia diangkat sebagai ketua Liga Muslimcabang Punjab dan terus berkomunikasi dengan Ali Jinnah.Namun, pada tahun yang sama, ia mulai terserang penyakit, dansemakin parah sampai mengantarkannya pada kematian,tanggal 20 April 1938 (Azzam, 1982, 38-43).
3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anindya Laras liked this
Mas Wiend liked this
Husein Tafarafat liked this
FaRid de Porras liked this
Cita Rahma added this note|
boleh minta artikelnya mas ????? ini alamat emailnya ....cita.sr@gmail.com .... makasih ditunggu ya
Dede Suminar added this note|
boleh minta artikelnya mas??tlg kirim k alamat email ini..ukhty.dede@gmail.com....syukran
jidane17 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->