BAB 1PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah
Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan periferal, akan tetapi kawasankuno ini strategis dengan menghubungkan jalur perdagangan antara Cina danIndia. Dari situ pula, penyebaran kebudayaan kedua pengaruh bangsa tersebutmasuk sebelum akhirnya pengaruh Islam dan Barat masuk.Penyebaran kebudayaan India, nampaknya lebih berpengaruh kuat dikawasan Asia Tenggara daripada pengaruh budaya Cina. Walaupun tidak dapatdipungkiri bahwa pengaruh budaya Cina juga besar di beberapa bagian di AsiaTenggara. Hal ini terlihat dari corak-corak kerajaan-kerajaan kuno di AsiaTenggara yang lebih banyak memperlihatkan corak kerajaan Hindu-Budha,sehingga menunjukkan pengaruh budaya India yang signifikan. Barangkali, pengaruh itu tidak hanya sebatas pada agama, tetapi pengaruh itu juga terdapatdalam sistem politik dan kekuasaan di Asia Tenggara yang terlihat dalam konsepsi politik, bentuk dan tata pemerintahan di beberapa kerajaan di Asia Tenggara.Pengaruh budaya India terhadap masyarakat Asia Tenggara sangatlah besar terutama pada konsep negara dan pemerintahan serta kedudukan raja. Pengaruhini ditandai dengan berdirinya negara-negara Hindu-Budha di wilayah AsiaTenggara. Konsep negara sebagian besar merupakan wujud pengaruh India yang berusaha menyelaraskan hubungan antara Raja, Dewa dan alam semesta.Penyelarasan hubungan antara Raja, Dewa dan alam semesta diwujudkan dalamsebuah konsep makrokosmos dan mikrokosmos.Tentu banyak konsep-konsep politik dan kekuasaan dalam kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara ini. Namun nampaknya, konsep Dewa-Raja lah yang paling mewakili konsep polilitik dan kekuasaan pada sebagian besar raja-raja diAsia Tenggara seperti kerajaan kuno di Birma, Kamboja, Thailand, Nusantara,dan sebagainya.Pola pikir tentang kedudukan raja yang dipercaya bersifat Dewa tergantungkepada kepercayaan yang dianutnya. Bagi agama Hindu, Doktrin Brahma menjadi1