Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Apa Saja Contoh ian Masalah Internasional Melalui Arbitrase

Apa Saja Contoh ian Masalah Internasional Melalui Arbitrase

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 14,629|Likes:
Published by Albert Sihotang

More info:

Published by: Albert Sihotang on Nov 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
Apa saja contoh penyelesaian masalahinternasional melalui arbitrase?
y
 
Di Indonesia sendiri, arbitrase nasional merupakan salah satu primadona penyelesaiansengketa bagi para pelaku usaha pada khususnya, karena sering kali prosedur  persidangan di Indonesia memakan waktu yang begitu lama untuk menyelesaikansebuah kasus, dan juga belum tentu majelis hakim yang memeriksa perkara tersebutmengerti permasalahan kasus yang ditanganinya, belum lagi biaya immateril yangharus ditanggung para pihak sebagai akibat pemeriksaan perkara yang terbuka untuk umum, yang dapat berupa keterbongkarnya rahasia perusahaan ke publik, merusak nama baik perusahaan dan lain-lain.Undang-undang No. 30 Tahun 1999 mengenai Arbitrase di Indonesia, juga turutmengakui arbitrase internasional di dalam kancah perundang-undangan nasional, diantaranya Pasal 1 butir 9, yang berbunyi, Putusan Arbitrase Internasional adalah putusan yang dijatuhkan oleh suatu lembaga arbitrase atau arbiter perseorangan diluar wilayah hukum Republik Indonesia atau putusan suatu lembaga arbitrase atauarbiter perorangan yang menurut ketentuan hukum Republik Indonesia dianggapsebagai suatu putusan arbitrase internasional.Pengertian putusan arbitrase internasional ± menurut hukum Indonesia- mengandungdua hal, yaitu putusan arbitrase internasional yang dijatuhkan di luar wilayahRepublik Indonesia, dan yang diambil di dalam negeri yang dianggap sebagai putusanarbitrase internasional. Jadi di sini ada persoalan anggapan, apakah yang dianggapsebagai putusan arbitrase internasional? Hal ini tidak jelas disebutkan. Undang-undang aquo terkesan hanya mengatur soal putusan arbitrase internasional yangdijatuhkan di luar wilayah Republik Indonesia, sedangkan putusan arbitrase atauarbiter perorangan dalam negeri yang dianggap sebagai putusan arbitraseinternasional tidak diatur.Pilihan penyelesaian sengketa melalui arbitrase dimaksudkan para pihak untuk mendapatkan penyelesaian sengketa yang cepat, murah dan efektif. Kesepakatan para pihak tersebut diharapkan tidak akan diingkari ± sesuai dengan asas pacta suntservanda ± mana kala ada sengketa, untuk menyelesaikannya melalui jalur arbitrase. Namun demikian, pihak yang dikalahkan dalam arbitrase, sering kali men challengekeputusan arbitrase, baik atas dasar bahwa arbitrase tidak memiliki kewenangandalam memutuskan materi yang menjadi objek sengketa, atau para arbiter bertindak tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, cover both side atau impartialitas. Lebih jauh lagi, sering keputusan murni bisnis dalam arbitrase, dikaitkan dengan penekananatau campur tangan politis negara kuat tertentu yang menekan salah satu pihak yang berperkara.Contoh kasus atau masalah internasional yang penyelesaiannya melalui arbitraseadalah kasus Pertamina vs Karaha Bodas Company yaitu kasus hukum perdataInternasional di bidang hukum kontrak Internasional yang menarik. Sayangnya putusan Pengadilan di Indonesia mengenai pembatalan kasus tersebut tidak komprehensif dari sisi legal. Menurut Hikmahanto Juwana, dalam kasus tersebutPutusan Arbitrase Internasional tidak dapat dibatalkan oleh pengadilan nasional.Kalaupun pengadilan nasional melakukan pembatalan, pengadilan di negara lain yangsedang dimintakan untuk melaksanakan putusan arbitrase dapat saja tidak terikat, bahkan mengabaikannya.
 
Y
ang diberi ...>> wewenang menangani masalah-masalah yangberhubungan dengan Pengakuan serta Pelaksanaan Putusan ArbitaseAsing adalah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Putusan Arbitrase Asing hanya diakui serta dapat dilaksanakan didalam wilayah hukum Republik Indonesia apabila memenuhi syaratsebagai berikut:1. Putusan itu dijatuhkan oleh suatu Badan Arbitrase ataupunArbiter perorangan di suatu Negara yang dengan Negara Indonesiaataupun bersama-sama dengan Negara Indonesia terikat dalam suatukonvensi Internasional perihal pengakuan serta Pelaksanaan PutusanArbitrase Asing. Pelaksanaan didasarkan atas asas timbal balik (resiprositas).2. Putusan-putusan Arbitrase Asing tersebut dalam angka 1 hanyaterbatas pada putusan-putusan yang menurut ketentuan hukumIndonesia termasuk dalam ruang lingkup Hukum Dagang.3. Putusan-putusan Arbitrasse Asing tersebut dalam angka 1 hanyadapat dilaksanakan di Indonesia terbatas pada putusan-putusan yangtidak bertentangan dengan ketertiban umum.4. Suatu putusan Arbitrase Asing dapat dilaksanakan di Indonesiasetelah memperoleh ESelanjutnya bagi dunia maju, commercial arbitration sudah dianggapa business executive's court sebagai alternatif penyelesaian sengketa.Karena mereka berpendapat, penyelesaian sengketa bisnis melaluiperadilan resmi, pada umumnya memakan waktu lama disebabkanfaktor prosedur sistem peradilan sangat kompleks dan berbelit.Merekapun berpendapat bahwa penyelesaian sengketa di bidangbisnis melalui peradilan sebagai more complex and time consumingprocedures of the official court system. Di samping itu, kalangandunia bisnis beranggapan penyelesaian sengketa di bidang bisnis,kurang dipahami oleh para hakim jika dibanding dengan merekayang berkecimpung dengan dunia bisnis itu sendiri.
 
Arbitrase
 Arbitrase
Archived Posts from this Category
September 17, 2006
Klausul Arbitrase dan Pengadilan
 
 
Posted by Pan Mohamad Faiz underArbitrase,Pengadilan  [15] Comments 
KEMUNGKINAN
D
IAJUKANNYA 
P
ERKARA 
 D
ENGAN
 
KLAU
S
UL
 
 ARBITRA 
S
E
 
KE
 
MUKA 
P
ENGA 
D
ILAN
[
1]
 
I.
Pendahuluan
Dalam suatu hubungan bisnis atau perjanjian, selalu ada kemungkinan timbulnyasengketa. Sengketa yang perlu diantisipasi adalah mengenai bagaimana cara melaksanakan klausul-klausul
 
perjanjian, apa isi perjanjian ataupun disebabkan hal lainnya.[2] Untuk menyelesaikan sengketa ada beberapa cara yang bisa dipilih, yaitu melalui negosiasi, mediasi, pengadilandan arbitrase.Pengertian arbitrase termuat dalam pasal 1 angka 8 Undang Undang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian
 
sengketa Nomor 30 tahun 1999:
³Lembaga Arbitrase adalah badan yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa untuk memberikan putusanmengenai sengketa tertentu, lembaga tersebut juga dapat memberikan pendapat yang mengikat mengenai suatu hubungan hukum tertentu dalam hal belum timbul sengketa.´ 
 Dalam Pasal 5 Undang-undang No.30 tahun 1999 disebutkan bahwa:
 
´Sengketa yang dapat diselesaikan melalui arbitrase hanyalah sengketa di bidang perdagangan dan hak yangmenurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa.´ 
Dengan demikian arbitrase tidak dapat diterapkan untuk masalah-masalah dalam lingkup hukum keluarga.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aprilia Yunita liked this
Risma Kwend liked this
Lee Auliea liked this
Diena Ardania liked this
Roni Saputra liked this
Diena Ardania liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->