Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
97Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hormon Reproduksi Pria (Tugas Jadi)

Hormon Reproduksi Pria (Tugas Jadi)

Ratings: (0)|Views: 6,573 |Likes:
Published by Noe Ra

More info:

Published by: Noe Ra on Nov 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

 
1
Bab I PembahasanHormon Reproduksi Pria
Hormon reproduksi pada pria addihasilkan dari sel Leydig testis maupun darikelenjar adrenal. Tiga steroid utama yang penting untuk fungsi reproduksi priaadalah testosteron, dihidrotestosteron dan estradiol. Hampir 95% testosterondihasilkan oleh jaringan intersisial sel Leydig dan sisanya dari kelenjar adrenal.Selain testosteron, testis juga menghasilkan dihidroepiandrosteron (DHEA) danandrostenedion. Sel-sel Leydig juga menghasilkan sedikit estradiol, estron, pregnenolon, progesterone, 17-hidroksipregnenolon dan 17-hidroksiprogesteron.Dihidrotestosteron (DHT) dan estradiol tidak hanya berasal dari sekresilangsung testis, tetapi juga dari konversi di jaringan perifer dari prekusor androgen dan estrogen yang disekresi testis dan adrenal. Sekitar 40% testosterondikonversi menjadi DHT, yang melayani sebagai mediator intrasel kerjakebanyakan androgenik testosteron. Sebagian kecil testosteron yang bersikulasi(0,2%) dikonversi menjadi esterogen dalam berbagai jaringan yang mengandungenzim aromatase. Esterogen ini mempunyai efek baik sebagai androgen atausebagai antiandrogen. Sekitar 2% dari total testosteron di dalam darah beradadalam keadaan bebas dan mudah berdifusi. Hormon bebas ini secara biologis paling aktif dibanding total hormon yang ada dalam sirkulasi karena kemampuansecara pasif bergerak ke dalam sitosol sel target. Sebagian testosteron berikatandengan
 sex hormon binding globulin
dan siap berdifusi.Sel Leydig (sel intersisial) menghasilkan testosteron (androgen utama).Meskipun hasil sekresi utama berupa testosteron, namun hormon aktifnya dalam beberapa jaringan berupa 5-dihidrotestosteron. Sel Sertoli (tubulus seminiferus)mampu membuat androgen dan estrogen, juga menghasilkan
androgen binding  protein
(ABP). Streroidogenesis testikuler diatur oleh LH. Spermatogenesis diatur oleh FSH dan testosteron.
A.
 
D
ehydroepiandrosteron (
D
HE
A)
 
Disekresi dari sel retikularis kelenjar adrenal. Sinyal pensekresi berupaACTH. Dehydroepiandrosteron mempunyai beberapa fungsi, yaitu dalam berbagai efek protektif, meruoakan androgen lemah, dapat dikonversi menjadiesterogen, menghambat enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6-PDH), dan juga mengatur koenzim NAD
+
.
 
2
 
Bentuk molekul DHEA(Smith et al.,1993)
B
.
 
17--
estradiol
Disekresi dari folikel ovarium, korpus luteum (sel sertoli). Sinyal pensekresi berupa FSH. Estradiol berfungsi pada wanita untuk mengatur sekresigonadotropin pada siklus ovarian dan pada pria untuk umpan balik negatif padasintesis testosteron oleh sel Leydig.
 
3
 
C
.
 
A
ndrogen
Androgen, khususnya testosteron dan dihidrotestosteron, dari sel Leydig testisdan adrenal pada kedua jenis kelamin. Namun ovarium hanya menghasilkandalam jumlah kecil. Fungsi testosteron dan dihidrotestosteron adalah :1.
 
Diferensiasi sex2.
 
Spermatogenesis3.
 
Pengembangan organ seks sekunder dan struktur pelengkapnya4.
 
Metabolisme anabolik jaringan somatic serta pengaturan gen5.
 
Perilaku kejantananSel sasaran dihidrotestosteron adalah sel-sel pada jaringan prostat, vesikulaseminalis, genitallia eksterna dan kulit genital. Sasaran testosteron mencakupstruktur Wolfi embrionik, spermatogonia, otot, tulang, ginjal dan otak.Androgen juga merangsang replikasi sel dalam sebagian jaringan sasaran.Testosteron atau dihidrotestosteron dalam bentuk kombinasi dengan estradiol(E2), terlibat dalam proses pembelahan sel prostat yang ekstensif dan tak terkendali sehingga mengakibatkan hipertrofi prostat yang bernigna. Preparatinhibitor enzim 5--reduktase telah diperkenalkan dalam pengobatan ini.
erja
A
ndrogen
 Fisiologi kerja androgen berbeda setiap tahap dalam kehidupan. Pada saatembrio, androgen merangsang kejantanan saluran urogenital pria dengan caradiferensiasi duktus Wolfi ke dalam epididimis vas deferen dan vesika seminalis.Pada neonates, sekresi androgen terjadi untuk mempengaruhi maskulinasi organdan perkembangan fungsi otak. Pada pria prepubertas terjadi sedilit androgendikeluarkan dari testis dan kortek adrenal secara kronis menekan pelepasangonatropin pituitary hingga masa pubertas, pada suatu waktu gonadotropin pituitary anterior menjadi meningkat kurang sensitive terhadap inhibisi umpan balik oleh androgen yang bersikulasi. Hilangnya sensitifitas menyebabkan siklus pelepasan LH dan FSH. Merangsang produksi testosteron oleh selLeydig danFSH merangsang maturasi spermatogonia, diikuti kejantanan dan kesuburan.Kadar androgen meningkatkan pertumbuhan pada pria prapubertas,menyebabkan dorongan tinggi badan dan pertumbuhan otot rangka dan massatulang. Efek anabolik dari hormon pria pada jaringa target lain. Akibat efek ini,kulit menebal dan sekresi kelenjar sebasea meningkat.Karakteristik seksual sekunder berkembang termasuk pertumbuhan laring, penampilan pubis, aksila, muka dan rambut ekstremitas dan pertumbuhan penis.Androgen juga berperan dalam agresitifitas perilaku pria pubertas. Pada akhir dua puluhan tahun, secara genetik pria berkembang mengalami kebotakan.

Activity (97)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gitaq Tri Yatma liked this
Rizki Moehammad liked this
trmkash uph
Alaik Al-kholid added this note
trimakasih....::)
Marni Rawang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->