Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
44Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembahasan

Pembahasan

Ratings: (0)|Views: 3,075 |Likes:
Published by Noe Ra

More info:

Published by: Noe Ra on Nov 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 PENGERTIAN PBF
Menurut SK Mentri Kesehatan no: 243/MENKES/SK/V/1990 tentangPBF sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan kefarmasian dewasa ini, makaditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan no:918/MENKES/PER/X/1993 bahwaPBF adalah badan hukum berbentuk perseroan terbatas atau koperasi yangmemiliki izin mengadakan penyimpanan dan menyalurkan perbekalan farmasidalam jumlah besar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1.2 SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN PBF
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan suatu PBF adalahsebagai berikut:1)
 
H
arus ada izin dari Menteri Kesehatan RI2)
 
Dilakukan oleh badan hukum berbentuk perseroan terbatas,koperasi,atau perusahaan modal asing yang telah memiliki izin usahaindustri farmasi Indonesia dengan perusahaan nasional.3)
 
Memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP)4)
 
Memiliki apoteker penanggung jawab (AP).5)
 
Anggota direksi tidak pernah terlibat pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang berlaku di bidang farmasi.
1.3 TUGAS DAN FUNGSI PBF
1.3.1 Tugas PBF yaitu:a)
 
Tempat menyediakan dan menyimpan perbekalan farmasi yangmeliputi obat, bahan obat, dan alat kesehatan. b)
 
Sebagai sarana yang mendistribusikan perbekalan farmasi kesarana pelayanan kesehatan masyarakat yang meliputi: apotek, rumah sakit,toko obat berizin dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat lain sertaPBF lainnya.
 
2c)
 
Membuat laporan dengan lengkap setiap pengadaan, penyimpanan, penyaluran, perbekalan farmasi sehingga dapatdipertanggungjawabkan setiap dilakukan pemeriksaan.Untuk toko obat berizin, pendistribusian obat hanya pada obat-obatangolongan obat bebas dan obat bebas terbatas, sedangkan untuk apotek, rumahsakit dan PBF lain melakukan pendistribusian obat bebas, obat bebas terbatas,obat keras dan obat keras tertentu.1.3.2 Fungsi PBF antara lain:a)
 
Sebagai sarana distribusi farmasi bagi industri-industri farmasi. b)
 
Sebagai saluran distribusi obat-obatan yang bekerja aktif ke seluruhtanah air secara merata dan teratur guna mempermudah pelayanankesehatan.c)
 
Untuk membantu pemerintah dalam mencapai tingkat kesempurnaan penyediaan obat-obatan untuk pelayanan kesehatan.d)
 
Sebagai penyalur tunggal obat-obatan golongan narkotik dimana PBFkhusus, yang melakukannya adalah PT. Kimia Farma.e)
 
Sebagai aset atau kekayaan nasional dan lapangan kerja.
1.4 PEMBERIAN IZIN PBF
1.4.1 Tata cara pemberian PBFIzin usaha PBF diberikan oleh MENKES. Menteri Kesehatan akanmelimpahkan wewenangnya tersebut kepada Badan POM untuk memberikan izinusahanya yang berlaku untuk wilayah seluruh Indonesia. Khusus pendiri PBFcabang provinsi wajib melaporkan kepada kantor Dinas Kesehatan Provinsidengan tembusan kepada balai besar POM.Tata cara pemberian izin PBF adalah sebagai berikut:a)
 
Melakukan permohonan izin usaha kepada Badan POM dengantembusan dinas kesehatan setempat.
 
3 b)
 
Permohonan izin usaha diajukan setelah PBF siap untuk melakukankegiatan.c)
 
Selambat-lambatnya setelah enam hari dinas kesehatan akanmenugaskan balai POM setempat untuk melakukan pemeriksaanterhadap kesiapan PBF dalam melakukan kegiatan.d)
 
Selambat-lambatnya enam hari setelah penugasan balai POM untuk melakukan pemeriksaan balai POM akan melaporkan hasil pemeriksaannya kepada dinas kesehatan.e)
 
Selambat-lambatnya enam hari setelah penugasan balai POM dinaskesehatan akan melaporkan kepada Badan POM.f)
 
Dalam jangka waktu dua belas hari setelah diterimanya hasil laporanoleh Badan POM akan mengeluarkan izin usaha PBF yang telahmemenuhi syarat.
1.4.2 PENCABUTAN IZIN USAHA PBF
Badan POM akan melakukan pencabutan izin usaha PBF apabila PBFyang bersangkutan:a)
 
Tidak memperkerjakan apoteker/tenaga teknis kefarmasian penanggung jawab yang memiliki Surat Izin Kerja. b)
 
Tidak aktif lagi dalam penyaluran obat selama satu tahunc)
 
Tidak lagi memenuhi persyaratan usaha sebagaimana ditetapkan dalam peraturan.d)
 
Tidak lagi menyampaikan informasi PBF tiga kali berturut-turut.e)
 
Tidak memenuhi ketentuan tata cara penyaluran perbekalan farmasisebagaimana yang ditetapkan.
1.4.3 PERINGATAN DAN PEMBEKUAN IZIN USAHA
Sebelum melakukan pencabutan izin usaha PBF, Balai Besar POM akanmelakukan tindakan-tindakan sebagai berikut terhadap PBF yang bersangkutandengan mengeluarkan:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->