Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Dakwah Rasulullah Saw

Metode Dakwah Rasulullah Saw

Ratings: (0)|Views: 316 |Likes:
Published by ichal_att

More info:

Published by: ichal_att on Nov 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
A. BIOGRAFI SINGKAT NABI MUHAMMAD SAW
 Nasab-nya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (namanya Syaibatul Hamd) binHisyam bin Abdi Manaf (namanya al-Mughirah) bin Qushayyi (namanya Zaid) bin Kilab binMurrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah binKhuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Mu’iddu bin Adnan.Itulah batas nasab Rasulullah saw yang telah disepakati. Selebihnya dari yang telah disebutkanmasih diperselisihkan. Tetapi, hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi ialah, bahwa Adnantermasuk anak Ismail, Nabi Allah, bin Ibrahim, kekasih Allah. Dan bahwa Allah telahmemilihnya (Nabi saw) dari kabilah yang paling bersih, keturunan yang paling utama dan suci.Tak sedikit pun dari karat-karat jahiliyah menyusup ke dalam nasabnya. Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tahun gajah, yakni tahun dimana Abraham al-Asyram berusaha menyerang Mekah dan menghancurkan Ka’bah. Lalu Allah menggagalkannya denganmu’jizat yang mengagumkan, sebagaimana diceritakan dalam al-Qur’an. Menurut riwayat yang paling kuat jatuh pada hari Senin malam, 12 Rabi’ul Awwal.Ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Bapaknya Abdullah, meninggal ketika ibunyamengandungnya dua bulan. Lalu ia diasuh oleh kakeknya, Abdul-Muththalib, dan disusukannya-sebagaiman tradisi Arab pada waktu itu-kepada seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakar, bernama Halimah binti Abu Dzu’aib.Ketika sudah berumur enam tahun, ibunya, Aminah, meninggal dunia. Kemudian berada dalamasuahan kakeknya, Abdul Muththalib. Tetapi setelah genap berusia delapan tahun, ia ditinggalmati oleh kakeknya. Setelah itu ia diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
B. SEKILAS KONDISI OBJEKTIF MASYARAKAT ARAB PRA-RISALAH
Untuk mengenal metode pengembangan dakwah yang dilakukan Rasulullah, terlebih dahulumengenal situasi dan kondisi masyarakat Arab pra-Islam (sebelum risalah Muhammad saw)sebagai kondisi objektif mad`u yang dihadapi Rasulullah.Sebelum risalah Nabi Muhammad saw., kondisi kehidupan masyarakat Arab secara umumdikenal sebagai masyarakat Jahiliyah, zaman kebodohan, atau dalam istilah Al-Qur`andiisyaratkan sebagai kehidupan adz-dzulumat. Dekandesi moral masyarakat tampak dalamaktifias tercelanya seperti minum-minuman keras, berjudi, berzina, riba dan mengubur anak  perempuan hidup. Disebut demikian, karena kondisi sosial, politik, dan kehidupan spiritualnya,yang dalam waktu cukup lama, tidak memiliki nabi, kitab suci, ideology agama, dan tokoh besar yang membimbingnya. Mereka tidak memiliki sistim pemerintahan dan hukum yang ideal, dan
 
tidak mengindahkan nilai-nilai moral. Tingkat keberagamannya hampir kembali pada masyarakat primitif yang jauh dari nur Ilahi.Mereka terpecah belah menjadi berbagai suku yang saling bermusuhan sehingga secara politistidak mengenal sistim pemerintahan pusat yang dapat mengendalikan perpecahan dan permusuhan. Sebagian mereka belum mengenal sistim hukum. Hukum yang berlaku bagaikanhukum rimba, yang kuat menindas yang lemah.Secara geografis dan demografis, wilayah Arab merupakan daerah gersang dan mata pencahariansebagai besar penduduknya adalah beternak. Kelompok bangsawan menguasai hubungan perdagangan domestik dan luar negeri. Sistim perekonomian didominasi oleh kaum aristokratyang konglomerat. Masyarakat pada umumnya miskin dan menderita, sebagai akibat darikesenjangan sosial ekonomi yang melahirkan ketidakadilan dan penindasan.Dari segi kebudayaan, masyarakat Arab terkenal mahir dalam bidang bahasa dan syair (sastra).Bahasanya sangat kaya sebanding dengan bahasa bangsa Eropa dewasa ini. Hal tersebutmerupakan kontribusi yang cukup penting dalam pengembangan dan penyebaran Islam. MenurutPilihip K. Hitti, keberhasilan penyebaran Islam di antaranya didukung oleh keleluasaan bahasaArab, khususnya bahasa Al-Qur`an. Namun, kemajuan kebudayaan mereka dalam bidang sya`ir khususnya, diwarnai semangat kesukuan.Adapun dari sisi keagamaan, mayoritas masyarakat bangsa Arab merupakan penyembahan berhala, kecuali sebagian kecil menganut agama Yahudi dan Nasrani. Selain penyembah berhala,ada juga yang menyembah matahari, bintang, dan angin. Di antara mereka ada yang atheis, tidak mempercayai Tuhan YME., adanya hari pembalasan, dan tidak mempercayai keabadian jiwamanusia. Setiap daerah dan suku mempunyai dewa dewi (berhala). Di antara berhala yang palingdipuja merka adalah Al-Uzza, Al-Latta, Manah, dan Hubbal. Tidak kurang dari 360 berhala yangditata disekeliling kabah untuk disembah. Setiap tahun masyarakat Arab datang ke kabah untuk melakukan penyembahan massal terhadap berhala tersebut, bersamaan dengandiselenggarakannya pekan raya yang dikenal dengan Pekan Raya Ukaz.Dalam kondisi sosial dan moral, khususnya yang berkaitan dengan martabat kaum wanita,masyarakat Arab pra-Islam memandang bahwa wanita ibarat barang mainan, binatang piaraan,atau lebih hina. Wanita sama sekali tidak mendapatkan penghormatan sosial dan tidak memilikihak apa pun. Derajat wanita pada waktu itu menempati kedudukan yang terendah sepanjangsejarah umat manusia.Adapun faktor positif dari sifat dan karakter masyarakat Arab, antara lain adalah: mempunyaiketahanan fisik yang perima; pemberani, daya ingat yang kuat, kesadaran akan harga diri danmartabat, cinta kebebasan, setia terhadap suku dan pemimpinnya, pola kehidupannya sederhana,ramah tamah, dan mahir dalam bersyair. Namun, sifat-sifat dan karakter yang baik tersebutseakan tidak ada artinya karena diselimuti kondisi ketidak adilan, kekejaman, dan keyakinanterhadap khurafat.
C. TAHAPAN DA’WAH RASULULLAH SAW
 
1. Da’wah Secara Rahasia (
 Sirriyatud Da’wah
)
 Nabi mulai menyambut perintah Allah dengan mengajak manusia untuk menyembah Allahsemata dan meninggalkan berhala. Tetapi da’wah Nabi ini dilakukannya secara rahasia untuk menghindari tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatik terhadap kemusyrikan dan paganismenya. Nabi saw tidak menampakan da’wah di majelis-majelis umum orang-orangQuraisy, dan tidak melakukan da’wah kecuali kepada orang-orang yang memiliki hubungankerabat atau kenal baik sebelumnya.Orang-orang pertama kali masuk Islam ialah Khadijah binti Khuwailid ra, Ali bin Abi Thalib,Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah saw dan anak angkatnya, Abu bakar bin AbiQuhafah, Utsaman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdur-Rahman bin Auf, Sa’ad bin AbiWaqqash dan lainnya.Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia. Apabila diantara mereka ingin melaksanakansalah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekah seraya bersembunyi dari pandangan orangQuraisy.Ketika orang-orang yang menganut Islam lebih dari tiga puluh lelaki dan wanita, Rasulullahmemilih rumah salah seseorang dari mereka, yaitu rumah al-Arqam bin Abil Arqam, sebagaitempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Da’wah pada tahap inimenghasilkan sekitar empat puluh lelaki dan wanita telah menganut Islam. Kebanyakan merekaadalah orang-orang fakir, kaum budak dan orang-orang Quraisy yang tidak memiliki kedudukan.Dakwah Islam dimulai di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi. Dan Ibnu Ishaqmenyebutkan, dakwah dengan cara ini berjalan selama tiga tahun. Demikian pula dengan Abu Naim: ia mengatakan dakwah tertutup ini berjalan selama tiga tahun.
2. Da’wah Secara Terang-terangan (
 Jahriyatud Da’wah
)
Ibnu Hisyam berkata: kemudian secara berturut-turut manusia, wanita dan lelaki, memeluk Islam, sehingga berita Islam telah tersiar di Mekah dan menjadi bahan pembicaraan orang. LaluAllah memerintahkan Rasul-Nya menyampaikan Islam dan mengajak kepadanya secara terang-terangan, setelah selama tiga tahun Rasulullah saw melakukan da’wah secara tersembunyi,kemudian Allah berfirman kepadanya:
“Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepdamu dan janganlah kamu pedulikan orang musyrik.”
(al-Hijr : 94)
“Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadaporang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.”
(Asy-Syu’ara: 214-215)
 Dan katakanlah, “sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan.”
(al-Hijr:89)

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Resti Lahonda liked this
Asep Yusuf liked this
Yura Ratna liked this
Rizki Hadianta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->