1. PENDAHULUAN
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk di daerahperkotaan yang sangat pesat maka kebutuhan akan lahan untuk perumahan dan perkantoranmenjadi salah satu masalah utama dalam pambangunan perkotaan. Disamping itu masalah lalulintas juga menjadi problema tersendiri sesuai dengan semakin tingginya tingkat pemilikankemdaraan bagi masyarakat perkotaan.Karena tingginya harga lahan di daerah pusat perkotaan, maka pembangunan ke arah vertikalmerupakan salah satu pilihan yang ditempuh dalam menyiasati masalah ini. Disamping itupenerapan konsep
mixed use
bagi pemanfaatan lahan, dimana lokasi perkantoran, tempattinggal dan pusat perbelanjaan dan rekreasi berada dalam satu lokasi, telah menjadi salah satualternatif yang banyak dipilih para pengembang untuk mengoptimalkan penggunaan lahan danpemberian nilai tambah. Dengan konsep
mixed use
ini, diharapkan akan terjadi pulapenghematan energi dan pengurangan tingkat polusi udara, karena diharapkan segalakeperluan penghuni mixed used dapat terpenuhi di lokasi yang sama, sehingga mobilitaspenghuni untuk keluar lokasi dapat dikurangi.Secara struktural kompleks
mixed use
ini pada umumnya merupakan sebuah struktur dimanaadanya suatu struktur podium yang biasanya berfungsi sebagai
mall
atau pusat perbelanjaandengan beberapa tower yang berdiri diatasnya yang berfungsi sebagai apartemen, hotelataupun perkantoran. Struktur podium biasanya mempunyai jumlah tingkat yang relatif lebihsedikit dibandingkan dengan struktur tower-nya, akan tetapi luasan per lantainya jauh lebihbesar dibanding dengan luasan lantai tower.Karena podium mempunyai ketinggian yang relatif rendah dengan luasan lantai yang relatifbesar, maka struktur podium ini secara struktural mempunyai kekakuan yang jauh lebih besardibandingkan dengan struktur towernya, sehingga dalam pemodelan seringkali towerdimodelkan secara terpisah dengan mengasumsikan terjepit pada level atap podium. Kemudiangaya geser dasar dari tower tersebut diaplikasikan pada atap podium.Pada pemodelan secara terpisah ini, besaran gaya geser yang harus diaplikasikan pada atappodium didapat dari hasil analisis model tower dengan penjepitan pada atap podium. Akantetapi aplikasi dari arah gaya geser yang harus diterapkan masih merupakan pertanyaan danmemerlukan penelitian yang lebih mendalam agar didapat hasil yang optimal yang mendekatikenyataan yang sebenarnya.Pada bagian selanjutnya dari tulisan ini pertama akan dibahas tentang dasar teori dari analisadinamik dengan
modal analysis
dan selanjutnya akan dilakukan suatu simulasi dengan modelportal geser 2-D yang mewakili struktur podium dengan 2 buah tower. Simulasi pertama akandilakukan pada podium yang memiliki dua tower dengan ketinggian yang sama, selanjutnyaketinggian salah satu tower akan divariasikan untuk melihat pengaruh perbedaan ketinggiantower terhadap besaran gaya geser pada atap podium tersebut.Dalam simulasi ini akan dilihat pula hubungan antara bentuk pola ragam getar struktur
(mode shapes)
dengan besaran massa modal efektif
(effective modal mass)
serta besarnya gayageser dasar
(base shear)
dari podium maupun dari masing-masing tower. Pada umumnyamode dengan massa modal efektif yang kecil dianggap mempunyai pengaruh yang tidaksignificant pada struktur secara keseluruhan, akan tetapi pada simulasi ini nanti akanditunjukkan bahwa mode dengan massa modal efektif yang mendekati nol, ternyata mempunyaipengaruh yang besar terhadap struktur secara keseluruhan, terutama jika mode adalahmerupakan mode-mode awal. Dari hasil simulasi kemudian akan diambil suatu kesimpulanmengenai arah gaya geser yang sesungguhnya bekerja pada atap podium tersebut.