Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Zat Warna Alami Ekstrak Daun Alpukat

Zat Warna Alami Ekstrak Daun Alpukat

Ratings: (0)|Views: 2,112|Likes:

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Abdul Rohman Heryadi on Nov 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
Abstrak Alpukat (
 Persea gratisima gaertin)
merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkansebagai zat warna alam karena daunnya mengandung zat-zat kimia seperti saponin,alkaloida dan flavonoida serta polifenol, quersetin dan gula alkohot persiit.Flavonoida merupakan kelompok flavonol turunan senyawa benzena yang dapatdigunakan sebagai senyawa dasar zat warna alam. Pada percobaan ini ekstraksi daridaun alpukat digunakan untuk mencelup kapas, rayon, nilon, poliester dan akrilat.Proses pencelupan dilakukan cara exhaust sesuai dengan pengerjaan masing masing bahan. Dan sebagai pembanding selain kain non iring beberapa dilakukan proses iringmenggunakan FeSO4, garam diazonium, tawas, dan kalium bikromat selama 30menit pada suhu 80
0
C. Hasilnya pewarnaan secara umum baik pada hampir seluruh jenis bahan kecuali pada kain poliester yang hanya terwarnai muda. Pengujianterhadap hasil celup memperlihatkan ketahanan luntur yang baik terhadap pencuciandan gosokan. Identifikasi zat warna menunjukkan hasil ekstrak dari daun alpukattergolong ke dalam zat warna asam.1.Pendahuluan
 
Zat warna alam adalah suatu bahan pewarna yang dapat dihasilkan dari alam.Dapat berupa hasil pengolahaan dari tumbuh-tumbuhan atau binatang. Tetapikebanyakan dalam dunia zat warna lebih dipilih zat warna dari tumbuh-tumbuhankarena memiliki getah dan pigmen alam yang mudah mewarnai bahan tekstil.Pewarna Alam ini diperoleh dengan ekstraksi/perebusan, secara tradisional,tanaman yang ada disekitarnya. Bagian-bagian tanaman yang dapat dipergunakanuntuk zat pewarna alam adalah kulit, ranting, daun, akar, bunga, biji atau getah.Zat pewarna alam ini mempunyai efek warna yang indah dan khas yang sulitditiru zat pewarna sintetis, sehingga masih banyak orang yang menyukainya danmerupakan pendukung produk-produk esklusif dan bernilai seni tinggi, namun pewarnaan ini melalui proses yang lama, sehingga produksinya tidak banyak dalamkurun waktu tertentu. Keuntungan lain dari zat warna alam adalah bahan pewarnadiekstrak dari alam dan hanya memerlukan air sebagai pelarutnya sedangkan sisalimbah padat digunakan sebagai kompos.Beberapa contoh tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan zat warna adalah :kasumba (biji,kulit,daun); secang (kayu); kederang (kayu); jambal (kulit kayu);alpukat (daun); dll.Alpukat (
 Persea gratisima gaertin)
merupakan tumbuhan yang dapatdimanfaatkan sebagai zat warna alam karena daunnya mengandung zat-zat kimiaseperti saponin, alkaloida dan flavonoida serta polifenol, quersetin dan gula alkohot persiit. Flavonoida merupakan kelompok flavonol turunan senyawa benzena yangdapat digunakan sebagai senyawa dasar zat warna alam.Pada percobaan ini kami akan menganalisa daun alpukat sebagi zat warnaalam atau hanya sebagai pigmen warna saja. Maksud dan tujuan percobaan ini adalahmemanfaatkan dan mengembangkan daun alpukat yang tadinya merupakan tanamanyang tidak berdaya guna menjadi berdaya guna karena mempunyai kemampuan untuk mewarnai bahan sebagai zat warna asam, sehingga dapat menambah dan memperkaya jenis-jenis zat warna alam yang ada.
 
2.Teori PendekatanPolyfenolSenyawa dalam tumbuhan termasuk didalamnya adalah senyawa fenol yangmempunyai ciri cincin aromatik yang mengandung satu atau dua penyulih hidroksi.Bersifat mudah larut dalam air karena berikatan dengan gula sebagai glikosida.FlavonoidStruktur dasar flavonoid dapat diubah sedemikian rupa sehingga terdapat lebih banyak ikatan rangkap yang menyebabkan senyawa tersebut menyerap cahayatampak dan ini membuatnya berwarna.Ada tiga kelompok flavonoid yang amat menarik perhatian dalam fisiologitumbuhan yaitu antosianin, flavonol, dan flavon. Antosianin adalah pigmen berwarnamerah, ungu, dan biru. Warna antosianin pertama-tama bergantung pada gugus pengganti yang terdapat dicincin B. Kedua, antosianin sering berhubungan denganflavon atau flavonol yang menyebabkan warnanya mejadi lebih biru. Ketiga,antosianin berhubungan satu sama lain, khususnya pada konsentrasi tinggi dan inidapat menyebabkan efek kemerahan atau kebiruan, bergantung pada antosianin dan pH vakuola tempat mereka terhimpun.Dapat pula terglikosilasi oleh glukosa, galaktosa, ramnosa, xilosa-glukosa,ramnosa-glukosa atau glukosa-glukosa. Atau kadang terglikosilasi oleh glukosa.Flavonol dan flavon berhubungan dekat dengan antosianin, tapi berbeda dalam halstruktur cincin tengah yang mengandung oksigen. Sebagian besar flavon atauflavonol merupakan pigmen berwarna kekuningan atau gading . Molekul flavon danflavonol juga tersebar luas didaun. Cahaya, khususnya pada panjang gelombang birudapat meningkatkan pembentukan flavonoid yang juga dapat meningkatkan resistensitanaman terhadap radiasi UV.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sri Astriani liked this
Dey Firansyah liked this
iskandar_ucok liked this
Kumala Mey Lina liked this
febrina_aja liked this
febrina_aja liked this
febrina_aja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->