Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
220Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asap Cair

Asap Cair

Ratings:

4.7

(20)
|Views: 12,133 |Likes:
Published by juni prananta
the alternative preservation
the alternative preservation

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: juni prananta on Jul 27, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

 
PEMANFAATAN SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA SERTA CANGKANG SAWITUNTUK PEMBUATAN ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET MAKANAN ALAMI
Juni Prananta
 Direktur JINGKI institute (Making Applied Technology for Marginal People)Alumnus Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Lhokseumawe
 Abstract 
 Have been a research to know the influence of temperature perolisis to liquid smoke result of shell of coconut exploiting, palm shell and also coconut coir with the variation of temperature to volume quality and also liquid smoke preservered time result of pirolisis. Liquid smoke result of pirolisis with the variation of temperature 2500C, 3000C, 3500C and 4000C is later; then perceived by the amount of volume of destilat and time depth its preservervation.Result of researchindicate that the liquid smoke obtained from perolisis of coconut shell temperature 4000C yielding more amount kondensat of condensation process with the water temperature. Fast of time the pickling efficiency indicate that theliquid smoke at temperature 3500C which is yielding shell of coconut and also palm shell more optimum result  Key word ; Preservered, Coconut shell, Palm shell, Coconut coir, Pirolisys, Liquid smoke
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu perolisis terhadap asap cair hasil pemanfaatan tempurung,cangkang sawit serta sabut kelapa dengan variasi temperatur terhadap kualitas volume serta waktu pengawetan asap cair hasil pirolisis. Asap cair hasil pirolisis dengan variasi temperatur 250oC, 300oC, 350oC dan 400oC kemudian diamati jumlah volume destilat dan lama waktu pengawetannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair yang diperolehdari perolisis tempurung kelapa pada suhu 4000C menghasilkan lebih banyak kondensat yang dikondensasikan dengansuhu air. Laju waktu efisiensi pengawetan menunjukkan bahwa asap cair pada suhu 3500C yang di hasilkan padatempurung kelapa serta cangkang sawit lebih optimumKata kunci ; pengawetan, tempurung kelapa, cangkang sawit, sabut kelapa, pirolisis, asap cair 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
Kelapa dan sawit telah ditanam hampir di seluruh Indonesia dan luas arealnya terus meningkat. Pada tahun 2004luas areal perkebunan kelapa serta sawit baru masing-masing adalah 3.334.000 Ha untuk kelapa dan 4.580.250 Ha untuk kelapa sawit (Kompas, Juni 2007). Sejak tahun 1988 Indonesia menduduki urutan pertama sebagai negara yang memiliki
 
areal kebun kelapa terluas di dunia. Dari seluruh luas areal perkebunan kelapa, sekitar 97,4 % dikelola oleh perkebunanrakyat yang melibatkan sekitar 3,1 juta keluarga petani Sisanya sebanyak 2,1 % dikelola perkebunan besar swasta dan 0,5% dikelola perkebunan besar negara (Palungkun, 2001). Kabupaten Aceh Utara terkenal sebagai penghasil kelapa dankelapa sawit yang potensial di Provinsi NAD. Luas lahan dua hasil pertanian (kelapa dan kelapa sawit) dari keduakabupaten tersebut mencapai 110.000 Ha dengan total produksi 120.000 ton per tahun (BPS NAD, 2006).Adanya potensi sumber daya alam yang sangat besar ini hendaknya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa dan sawit. Namun saat ini masih ada beberapa kendala yang menyebabkan pendapatan petani masih rendah. Kendalanya adalah pengolahan lahan yang masih bersifat tradisional dan kurangnyaindustri pengolahan hasil (industri hilir). Masalah di atas menyebabkan petani tidak mempunyai alternatif lain untuk memasarkan kelapa serta sawitnya dalam bentuk bahan baku
(raw material).
Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka beberapa hasil samping pertanian kelapa serta sawit sepertitempurung, sabut, serta cangkang sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sepertiarang tempurung kelapa yang sangat potensial untuk diolah menjadi arang aktif. Dengan meningkatnya produksi arangaktif yang menggunakan bahan dasar tempurung kelapa maka akan mengakibatkan terjadinya pencemaran udara karenaadanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari tempurung kelapa pada proses pirolisis. Pada proses pirolisis jugadihasilkan asap cair, tar dan gas-gas yang tak terembunkan. Asap cair yang merupakan hasil sampingan dari industriarang aktif tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan dibuang ke atmosfir. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam kayu sewaktu proses pirolisis.Berbagai jenis kayu dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan asap cair, seperti yang telah dilakukan olehTranggono dkk. (1996) dalam penelitiannya yang memanfaatkan berbagai jenis kayu di Indonesia sebagai bahan dasar  pembuatan asap cair. Untuk mendapatkan asap yang baik sebaiknya menggunakan kayu keras seperti kayu bakau, kayurasamala, serbuk dan gergajian kayu jati serta tempurung kelapa sehingga diperoleh produk asapan yang baik (Astuti,2000).Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional asap cair, diantaranya adalah sebagaiantioksidan, antibakteri, antijamur, dan potensinya dalam pembentukan warna coklat pada produk. Asap cair dapatdiaplikasikan pada bahan pangan karena dapat berperan dalam pengawetan bahan pangan. Cara pengawetan tradisional biasanya dilakukan dengan pengasapan. Beberapa teknik pengasapan dapat dilakukan pada temperatur di atas 70oCkemudian bahan diasap langsung di atas sumber asap. Saat ini sedang dikembangkan metode pengawetan yang lain yaitumenggunakan metode pengasapan asap cair dengan mencelupkan bahan pada larutan asap atau menyemprotkan larutanasap pada bahan kemudian produk dikeringkan (Girard, 1992)Pengasapan telah lama dikenal sebagai salah satu tahapan dalam pengolahan produk pangan. Tujuan semula dari pengasapan adalah menghambat laju kerusakan produk. Namun dalam perkembangannya tujuan pengasapan tidak hanyaitu, tetapi lebih ditujukan untuk memperoleh kenampakan tertentu pada produk asapan dan citarasa asap pada bahanmakanan. Astuti (2000) mengemukakan bahwa penggunaan asap cair lebih menguntungkan daripada menggunakan
 
metode pengasapan lainnya karena warna dan citarasa produk dapat dikendalikan, kemungkinan menghasilkan produk karsinogen lebih kecil, proses pengasapan dapat dilakukan dengan cepat dan bisa langsung ditambahkan pada bahanselama proses. Pengasapan diperkirakan akan tetap bertahan pada masa yang akan datang karena efek yang unik daricitarasa dan warna yang dihasilkan pada bahan pangan.
1.2 Rumusan masalah
Beberapa permasalahan dapat dirumuskan:1.Bagaimana teknik pembuatan
liquid smoke
yang optimal menggunakan sabut kelapa serta bahan baku biomasadengan parameter suhu pirolisis.2.Peningkatan mutu asap cair dari masing-masing sampel yang diindikasikan dengan peningkatan rendemen maupunaroma3.Pengaruh pemberian liquid smoke terhadap kualitas bahan makanan
1.3 Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :a. Mengetahui kondisi terbaik pembuatan asap cair 
(liquid smoke)
dari masing-masing sampel yaitu sabut kelapa,tempurung kelapa, dan cangkang sawit b. Peningkatan mutu asap cair sebagai pengawet alami makanan dengan variasi suhu pirolisisc. Menentukan pengaruh pemberian
liquid smoke
terhadap kualitas bahan makanan seperti bau, rasa dan tekstur.
1.4 Manfaat penelitian
Dari penelitian ini diharapkan akan didapatkan:1.Teknik yang cocok dalam pembuatan
liquid smoke
dari limbah kelapa maupun limbah kelapa sawit.2.Asap cair yang dapat digunakan sebagai pengawet alternatif pengganti formalin3.Pembuatan alat penghasil asap cair sederhana untuk pengembangan teknologi tepat guna

Activity (220)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Putri Ayuningsih liked this
Lis Sutrisno liked this
Nova Lia liked this
Nurkholis Thalib liked this
maksudnya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->