Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
81Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Korosi

Laporan Praktikum Korosi

Ratings: (0)|Views: 3,199 |Likes:
Published by suselo_suluhito

More info:

Published by: suselo_suluhito on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

 
Laporan PraktikumModul CKorosi
Oleh :Kelompok : 16Anggota (NIM) :Satrio Swandiko Prillianto (13108012)Wafi Ihtikamiddin (13108035)Rawinder Singh (13108049)Rais Rijal (13108056)Wirana (13108083)Suselo Suluhito (13108095)Zakiy Nur R (13108097)Tanggal Praktikum : 5 November 2010Tanggal Penyerahan : 9 November 2010Nama Asisten (NIM) : Panji (13706029)
Program Studi Teknik MesinFakultas Teknik Mesin dan DirgantaraInstitut Teknologi Bandung2010
 
I.
 
TUJUAN PRAKTIKUM1.
 
Mengetahui mekanisme kerusakan logam akibat korosi dan parameter-parameternya2.
 
Mempelajari teknik perlindungan korosi
sacrificial anode
dan
impressed current 
 II.
 
TEORI DASARKorosi adalah kerusakan/deteorasi pada material karena pengaruh lingkungannya.Korosi menyebabkan perubahan sifat-sifat pada material. Perubahan sifat ini, cenderungmerugikan daripada menguntungkan. Macam-macam kondisi lingkungan yang berpotensimenimbulkan korosi, yaitu udara, air, tekanan, sinar matahari, temperature, pH dll.Secara umum, korosi bisa diartikan dengan teroksidasinya sebuah/bagian materialakibat reaksi kimia. Syarat-syarat terjadinya korosi pada sebuah material ada 3, yaitu adalarutan elektrolit, konduktor, dan elektroda.Reaksi kimia ketika terjadi proses korosi :Oksidasi : B
B
n+
+ ne
-
(Anoda)Reduksi : A
n+
+ ne
-
A
(Katoda)Jenis-jenis korosi :1.
 
Pitting
: Korosi yang menimbulkan lubang-lubang kecil (mengalir dari permukaan kearah bawah2.
 
 Intergranular Corrosion
: Korosi yang terjadi pada batas butir. Energi yang terdapat padabatas butir adalah yang tertinggi diantara bagian butir tersebut. Sehingga korosi lebihmudah terjadi.3.
 
 Errosion Corrosion
: Korosi yang terjadi akibat aliran fluida. Aliran fluida yang turbulenmenyebabkan material terkorosi. Biasanya terjadi pada belokan pipa, bagian pada pipayang berubah diameternya, dsb.4.
 
Crevice Corrosion
: Biasa terjadi di celah-celah sambungan. Korosi jenis ini diakibatkanoleh ion O
2
yang terjebak pada celah tersebut. Perbedaan konsentrasi ion O
2
yang adapada udara disekitar material inilah yang menyebabkan mudah terjadinya korosi.Teknik-teknik pencegahan korosi :
 
1.
 
Sacrificial Anode
: Menghubungkan katoda dengan anoda yang mempunyai E
sel
lebihkecil sehingga lebih mudah teroksidasi. Katoda akan selamat dari korosi tapi anoda akanterkorosi.2.
 
 Impressed Current 
: Menghubungkan katoda dengan sumber tegangan sehingga elektronpada katoda bertambah. Ketika elektron pada katoda bertambah maka katoda tidak akanmenangkap elektron yang berarti anoda pun tidak akan melepaskan elektronnya. Karenaanoda tidak melepaskan elektron maka oksidasi pada anoda pun tidak terjadi.3.
 
Coating/galvanizing
: Melapisi material yang akan dilindungi dengan lapisan/bahanmaterial lain, misal cat.Material Al & Stainless Steel merupakan material yang relatif tahan karat dibandingkanmaterial lain. Hal ini diakibatkan oleh peristiwa yang disebut
 passivasi.
Prosesberlangsungnya adalah sebagai berikut :
“ ketika reaksi oksidasi terjadi,
maka Al akan berikatan dengan O
2
membentuk Al
2
O
3
.Sementara itu, ion Fe pada stainless steel akan berikatan pula dengan O
2
membentuk Fe
2
O
3
. Kedua lapisan oksida yang terbentuk merupakan lapisan oksida yang kontinu.Lapisan oksida ini mampu menutupi seluruh permukaan Al/stainless steel sehinggamaterial tersebut tidak mengalami korosi. Akan tetapi lapisan oksida ini bisa tergerus.Jika lapisan ini tergerus maka material akan bereaksi membentuk oksida lagi. Jika hal iniberlangsung terus-menerus, maka material yang bersangkutan akan berkurang sedikitdemi sedikit dan habis.
Passivasi
ini bisa juga digolongkan sebagai teknik 
galvanizing
 yang terjadi (secara alami) pada Al & Stainless Steel.

Activity (81)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mega Wk liked this
Maulana Siddiq liked this
Panca Wardhani liked this
Tirwan Soleman liked this
Oik Januar liked this
Bunga Indah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->