Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
73Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prospek Pertumbuhan Bisnis Telepon Selular di Indonesia

Prospek Pertumbuhan Bisnis Telepon Selular di Indonesia

Ratings:

4.94

(87)
|Views: 66,220|Likes:
Published by Haery Sihombing

More info:

Published by: Haery Sihombing on Oct 24, 2007
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/20/2011

pdf

text

original

 
 Jurnal Manajemen Prasetiya Mulya, Vol.12 No.2 November 2007
01/10/07
1
PROSPEK PERTUMBUHAN DAN INOVASI BISNISTELEPON SELULAR DI INDONESIA
MASA DEPAN BISNIS TELEKOMUNIKASI NIRKABEL DALAMPERSPEKTIF PERSAINGAN PERANG TARIF MURAH
oleh: Haery Sihombing
(iphaery@utem.edu.my
 
)
 Manufacturing Management Dept., Manufacturing Engineering Faculty of Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Abstrak 
Bisnis penyediaan layanan telekomunikasi bergerak atau nirkabel, kini berada padapersimpangan jalan sebagai akibat tekanan persaingan yang begitu sengit untuk menghasilkankeuntungan yang memadai bagi perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkanpertumbuhan bisnisnya. Persaingan yang timbul sebagai akibat banyaknya operator penyedialayanan telekomunikasi nirkabel yang melibatkan diri dengan penawaran harga dan tarif (pulsa)yang murah kepada konsumennya, mengarahkan para operator penyedia layanantelekomunikasi tersebut berjuang untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka dalam jumlah raihan marjin keuntungan yang kurang menarik atau kecil bila hanya mengandalkan tarifmurah tersebut sebagai satu- satunya strategi dalam merebut pasar. Padahal pasartelekomunikasi nirkabel di Indonesia pada masa kini, dari segi demografi dan potensi pasar,belumlah jenuh.Para operator penyedia layanan jasa telekomunikasi nirkabel menghadapi kesulitan di dalammengembangkan bisnis layanan mereka ketika pasar sangat dinamis, di mana karakterkonsumen sebagai pengguna layanan adalah dengan cepat dan mudah beralih ke penyedialayanan lainnya. Oleh karenanya, para operator layanan telekomunikasi nirkabel harusmelakukan tindakan dan inisiatif dalam berbagai cara melalui inovasi- inovasi yang dihasilkansebagai fokus utama dalam layanan untuk dapat mempertahankan keberadaannya di pasar yangbegitu kompetitif dewasa ini.Inovasi terhadap produk, proses, teknologi, dan pasar adalah dipergunakan oleh perusahaanuntuk mengetahui posisi diri atau lawannya dalam pengertian sebagai penopang/penyokong(
sustainer 
) atau pengganggu (
disruptor 
) terhadap pasar. Inovasi ini bekerja dan dipergunakansebagai radar, melalui pengertian dua sisi pasar (
two-sided market
) dan/atau lokalisasi(
localization
) terhadap konsumen, untuk membuat operator penyedia layanan telekomunikasinirkabel dapat berhasil lolos dari tekanan persaingan pasar dan muncul sebagai pemenangdengan melakukan pengganguan (
disruption
) terhadap produk dan layanan yang ada melaluinilai yang ditawarkan kepada konsumen sebagai keuntungan persaingan.
Kata kunci
: inovasi, radar inovasi, keuntungan persaingan, pasar 2 sisi, dan lokalisasi.
1.0 PENDAHULUAN
Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan pasar penyedia layanan teleponselular atau nirkabel di Indonesia tumbuh semakin semarak bersamaan dengantumbuhnya pasar permintaan akan jasa telekomunikasi bergerak atau nirkabel, yang bukan hanya di masyarakat perkotaan terutama di pulau Jawa dan Sumatera saja, namun juga hingga ke pelosok daerah. Bermula dengan semakin banyaknya konsumen yang
 
 Jurnal Manajemen Prasetiya Mulya, Vol.12 No.2 November 2007
01/10/07
2secara finansial dimampukan untuk memiliki perangkat telekomunikasi nirkabel, baik 
handset 
baru maupun bekas dan keduanya relatif semakin murah, maka kemudian kondisitersebut diikuti dengan bermunculannya para operator penyedia layanan telekomunikasinirkabel yang baru dengan strategi segmentasi dan jenis teknologi alternatif lain (GSM vs.CDMA) terhadap produk layanan mereka untuk saling memperebutkan pangsa pasar yang potensial ini dengan berbagai bentuk penawaran terhadap konsumennya.Selain dengan tawaran melalui berbagai fitur yang dapat dipergunakan dandiakses melalui perangkat nirkabel tersebut, para operator penyedia layanantelekomunikasi juga memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk memiliki perangkat
handset 
telepon maupun registrasi nomer telepon atau aksesnya. Di sisi lain,inovasi- inovasi yang dilakukan oleh penyedia layanan telekomunikasi nirkabel tersebut, juga saling berjuang dalam memperebutkan pasar dengan memberikan tarif murah bagisetiap kali layanan yang mereka berikan untuk ditanggung oleh penggunanya. Tarif murah tersebut dilakukan untuk fasilitas pesan singkat maupun suara, termasuk juga bebas biaya untuk beberapa kondisi yang diisyaratkan penyedia layanan tersebut terhadap penggunanya (berlaku untuk sesama pengguna layanan produk dari operator yang sama)untuk lebih aktif mempergunakan fasilitas yang disediakan tersebut dengan caramengundang pengguna baru atau yang ada, untuk memiliki layanan dari operator nirkabelyang sama.Ketika pasar semakin selektif untuk memilih di antara keragaman pilihan yangtersedia dan semakin bervariatifnya layanan yang diberikan, maka beban yang ditanggungoleh para penyedia layanan telekomunikasi nirkabel ini semakin berat. Apalagi,konsumen dengan sangat mudahnya beralih ke operator penyedia layanan telekomunikasinirkabel lainnya, dikarenakan kode atau nomer akses yang disyaratkan dalam hal bertelekomunikasi ini sangat mudah dan murah untuk didapatkan daripada di masa- masaawal peluncuran layanan telekomunikasi nirkabel.Upaya- upaya yang dilakukan melalui berbagai inovasi terhadap produk, proses,maupun pemasarannya adalah dimaksudkan untuk mempertahankan jumlah penggunaatau konsumen yang diklaim oleh para operator penyedia tersebut sebagai persentase pangsa pasar mereka. Namun pada kenyataannya, inovasi yang direalisasikan oleh para penyedia layanan nirkabel tadi, tidaklah cukup sebagai bukti yang kuat untuk mendukungdan menunjukkan keuntungan yang menarik dan sepadan dengan potensi pasar yangmasih cukup besar ini.Pertanyaan yang timbul sebagai akibat persaingan yang begitu sengit di antara para operator penyedia layanan telekomonikasi nirkabel ini adalah, apakah keuntunganyang dapat diperoleh dari bisnis ini sepadan dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan?Apakah pasar dan peluang bisnis ini masih menarik dari segi keuntungan untuk dapatdiperoleh? Apakah keuntungan- keuntungan yang diperoleh dengan inovasi- inovasi yangsudah dilakukan tersebut adalah optimal? Apakah bisinis di bidang ini masih memiliki prospek keuntungan yang menarik di masa mendatang?
 
 Jurnal Manajemen Prasetiya Mulya, Vol.12 No.2 November 2007
01/10/07
3
2.0 STRATEGI LAYANAN TARIF & HARGA MURAH SEBAGAIPERSAINGAN.
Dalam menjawab pertanyaan dan tantangan terhadap persaingan pasar yangsengit, maka para penyedia layanan berpijak secara teoritis kepada pengertian inovasiterhadap keuntungan persaingan dalam kaitannya sebagai sumber kreatif di dalammempertahankan dan meningkatkan pasar, sekaligus meningkatkan perolehan danmembuka keuntungan- keuntungan baru yang dapat diraih. Sawhney (2006) melihat pengertian persaingan kepada peluang inovasi dengan dasar:1.
 
Apa tawaran yang perusahaan ciptakan ?2.
 
Siapa konsumen yang mereka layani ?3.
 
Apa proses yang mereka jalankan ?4.
 
Di mana posisi kehadiran mereka dengan tawaran terhadap pasar yang dituju ?.Apa yang dilakukan oleh para operator penyedia layanan dengan memusatkan perhatiannya pada dasar- dasar peluang (melalui gagasan kreatif yang diberlakukankepada setiap inovasi yang diluncurkan ke pasar), dengan fokus pada produk yang dijual(dalam pengertian bahwa konsumen sebagai pengguna dan sumber dari keuntungan perusahaan) adalah ternyata berpola sama, yaitu konsumen merupakan ‘mata air’keuangan dan keuntungan perusahaan. Sebagai misal: Excelcomindo. Sebagai penyedialayanan telekomunikasi nirkabel yang mula- mula dikenal dengan tawarannya sebagaioperator layanan nirkabel dengan jaminan terhadap mutu suara jernih dan jelas dalamlayanan mereka dengan fokus pasarnya di masyarakat perkotaan (sekalipun tarif layanannya adalah relatif lebih mahal dari operator GSM lainnya) , kemudian terjun untuk  bersaing dengan meluncurkan produk layanan telekomunikasi dengan sangat murahkepada para penggunanya. Dengan harga Rp.1 untuk per tiap detik layanantelekomunikasi suara di antara sesama penggunanya, mereka melakukan suatu terobosanuntuk mengangkat dan mempertahankan pangsa pasar mereka. Dengan kata lain, merekahanya membebankan biaya kepada konsumen terhadap per tiap detik layanan suara yangdipergunakan untuk memberikan konsumen kepuasan, sehingga konsumen akan merasa bahwa uang yang dikeluarkan adalah sesuai dengan lamanya layanan yang diterima.Tidak seperti penyedia lainnya (sekalipun mereka memberikan beban tarifnya lebihmurah untuk tiap menit layanan yang konsumen terima), konsumen bisa jadi merasa bahwa uang mereka ‘dicuri atau dirampok’ ketika mereka mempergunakan layanantersebut kurang atau lebih dari batasan waktu terhadap tarif yang dikenakan oleh sebab penyedia layanan membebankan tarifnya melalui pembulatan waktu. Pertanyaanterhadap kondisi ini adalah, apakah konsumen dalam melakukan telekomunikasi suaradengan mitranya tersebut adalah selalu menatapkan matanya tertuju kepada jarum jamyang sengaja mereka tempatkan dihadapan mereka untuk mereka dapat lihat terusmenerus, detik demi detik, ketika melakukan telekomunikasi? Kalaupun ada, jeniskonsumen seperti ini, tentu perlu dipertanyakan potensinya terhadap keuntungan perusahaan.Terhadap suatu kasus, misalnya dalam layanan tarif murah terhadap tiap menitlayanan yang dipergunakan di mana konsumen melakukan telekomunikasi dengan jangkawaktu kurang dari 1 menit, maka biaya yang dikenakan adalah terhadap tarif 1 menit, atau bila konsumen malakukannya dalam 1 menit 35 detik, maka konsumen harusmembayarnya untuk 2 menit layanan. Bila kita ilustrasikan dari keadaan tersebut, maka beban biaya yang ditanggung sesuai dengan lama waktu layanan yang dipergunakan

Activity (73)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Haery Sihombing liked this
nitaamalia liked this
Vitri Ithu Kity liked this
Agung Yuniardi liked this
Andri Kato liked this
ciendy liked this
ciendy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->