Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor Yang Mempengaruhi Jalannya Otonomi Daerah

Faktor Yang Mempengaruhi Jalannya Otonomi Daerah

Ratings: (0)|Views: 3,108|Likes:
Published by Norma Pusparianti

More info:

Published by: Norma Pusparianti on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelaksanaan OtonomiDaerahPelaksanaan otonomi daerah menimbulkan berbagai harapan baik bagimasyarakat, swasta bahkan pemerintah sendiri. Hal ini menjadi tantangantersendiri bagi Pemerintah Daerah, terutama Kabupaten dan atau Kota dalammenjalankan kebijakan otonominya. Disinilah perlunya mengidentifikasi berbagai dimensi/faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaanotonomi daerah.Bagaimana pelaksanaan otonomi daerah dikatakan berhasil ?. Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tujuan pemberian otonomi daerah bertujuanuntuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik, mengembangkan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan sertamemelihara hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerahdalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Oleh karena itu, pelaksanaan otonomi daerah dikatakan berhasil atau sukses jikamampu mencapai (mewujudkan) tujuan-tujuan tersebut.Dengan mendasarkan pada pendapat beberapa pakar seperti Rondinelli,Mazmanier& Sebastian, Josef Riwo Kaho, Ryant Nugroho dan Soffian Effendi,terdapat enam faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan pelaksanaan otonomi daerah. Keenam faktor/dimensi tersebut adalah faktor  politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, organisasi&manajemen pemerintahandaerah, dan keamanan.Untuk menguji keberadaan faktor/dimensi tersebut di daerah, Tim Penelitimelakukan pengumpulan data melalui kuesioner dan daftar pertanyaan, sertastudi dokumentasi untuk menemukan urgensi faktor/dimensi tersebut dalam pelaksanaan kebijakan otonomi daerah. Kemudian, data dan informasi hail penelitian tersebut dilakukan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yakni kajian yangmenggambarkan keadaan yang sebenarnya dari faktor-faktor tersebut di satu sisidan di sisi lain mencoba menggali kemungkinan faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan otonomi daerah.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti, selanjutnyadapat disimpulkan bahwa keenam faktor tersebut memang mempengaruhikeberhasilan pelaksanaan otonomi daerah, dengan kontribusi yang berbeda satusama lain. Perbedaan tersebut ditunjukkan dengan akumulasi skor yangdiberikan pada setiap faktor, sehingga didapat peringkat sebagai berikut : 1)ekonomi/perekonomian daerah, faktor ini sangat penting untuk menunjangkeberhasilan pelaksanaan kebijakan otonomi dearah, namun hal ini masih bermasalah dalam pelaksanaannya di lapangan; 2) hukum, 3) organisasi danmanajemen pemerintahan daerah, 4) politik, 5) Sosial budaya, dan 6) keamanan,faktor ini menduduki peringkat terakhir karena keamanan dianggap sebagai prasyarat "umum" yang berlaku bagi keberhasilan semua program, bukan hanyaotonomi daerah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->