Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
56Activity
P. 1
Materi Penelitian Kuantitatif Modul 2009 Robiset

Materi Penelitian Kuantitatif Modul 2009 Robiset

Ratings: (0)|Views: 3,855 |Likes:
Published by Robi Setiawan
Materi dari Mr Sumani
Materi dari Mr Sumani

More info:

Published by: Robi Setiawan on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
Oleh; Drs. Sumani, M.M., M.Hum.Sebelum dilakukan pembahasan tentang metodologi penelitian kuantitatif lebih lanjut, berikut ini akan dikemukakan terlebih tentang keterkaitan antarailmu pengetahuan dengan metodologi penelitian.
A.Ilmu Pengetahuan dan Metodologi Penelitian
Ilmu (ilmu pengetahuan) atau
Science
menurut Moh Nasir (1999:9)adalah pengetahuan tentang fakta-fakta baik natural maupun sosial yang berlaku umum dan sistematik. Ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan yangsudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum.
1.Ilmu dan Proses Berpikir
Ilmu lahir karena manusia dibekali oleh Tuhan suatu sifat ingintahu. Keingintahuan seseorang terhadap permasalahan di sekelilingnyadapat menjurus kepada keingintahuan ilmiah. Misalnya, dari pertanyaan- pertanyaan:
 Apakah bulan mengelilingi bumi, apakah mataharimengelilingi bumi,
kemudian timbul keinginan untuk mengadakan pengamatan secara sistematik yang pada akhirnya melahirkan kesimpulan bahwa
bulan mengelilingi bumi dan bumi mengeleilingi matahari
.Kesimpulan ini terkadang masih dipertanyakan lagi seiring dengansemakin berkembangnya tingkat rasa ingin tahu manusia serta semakin berkembangnya ilmu itu sendiri.Konsep antara ilmu dan berfikir adalah sama. Dalam memecahkanmasalah, keduanya dimulai dari adanya rasa sangsi dan kebutuhan akansuatu hal yang bersifat umum. Kemudian timbul suatu pertanyaan yangkhas, dan selanjutnya dipilih suatu pemecahan tentative melalui penyelidikan.
Modul 1Tahun 2007  Drs. Sumani, M.M., M.Hum. Metodologi Penelitian Kuantitaif  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FPBS IKIP PGRI Madiun
1
 
2Di dalam berpikir secara nalar, terdapat dua unsur penting yaituunsur logis (berpikir secara logika) dan unsur analitis (berpikir ilmiah;deduktif dan induktif).
2.Definisi Penelitian
Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris
research
yang berasal dari kata
re
(kembali) dan
to search
(mencari). Jadi arti
research
yang sebenarnya adalah
mencari kembali.
Definisi lain dari penelitianmenurut Moh. Nasir (1999: 13) adalah penyelidikan yang hati-hati dankritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yangamat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Dari pengertian tersebut dapatdisimpulkan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang hati-hatiserta teratur dan terus-menerus untuk memecahkan suatu masalah.Sementara itu, Kerlinger (1986) menjelaskan bahwa research adalahinvestigasi terhadap fenomena empirik yang dilakukan secara sistematis,terkendali, dan kritis berdasarkan teori dan hipotesis yang menunjukkanadanya hubungan antar fenomena. Dari definisi tersebut di atas, terdapattiga hal penting untuk memahami pengertian dari riset yaitu:
 
a.Riset merupakan proses yang berbasis masalah dengan objek suatufenomena empiris. b.Proses riset dilakukan secara sistematis, terorganisasi, terkendali dankritis.c.Tujuan riset menyajikan informasi untuk menjawab suatu masalahyang spesifik.
3.Ilmu, Penelitian dan Kebenaran
Ilmu dan penelitian sebagaimana definisi di atas, menurut Whitney(1960) keduanya adalah sama-sama merupakan proses. Hasil dari prosestersebut adalah kebenaran (
the
 
truth
). Berpikir sebagaimana halnya denganilmu, juga merupakan proses untuk memperoleh kebenaran. Kebenaran
 
3yang diperoleh melalui proses ilmiah, maka kebenarannya disebut dengankebenaran ilmiah.Pada umumnya kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan olehtiga hal yaitu:a.Adanya koheren: konsisten dengan pernyataan sebelumnyayang dianggap benar. (
Si Fulan akan mati = benar. Alasannya semuaorang pasti mati).
 b.Adanya koresponden: Suatu pernyataan dianggap benar jika pengetahuan yang terkandung di dalam pernyataan tersebut berhubungan atau mempunyai korespondensi dengan obyek yangdituju oleh pernyataan tersebut.
(Ibu kota RI adalah Jakarta = benar. Karena sesuai dengan faktanya).
c.Pragmatis: Pernyataan dipercayai benar karena pernyataantersebut mempunyai sifat fungsional di dalam kehidupam praktis.(contoh:
agama
).Selain itu, ada kebanaran yang diperoleh melalui proses non ilmiahsehingga yang dihasilkannya adalah kebenaran non ilmiah seperti penemuan kebenaran secara kebetulan; secara
common sense
(akal sehat);melalui wahyu; secara intuitif; secara
trial and error;
melaui spekulasi;dan karena otoritas atau kewibawaan.
B.Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yangmempelajari bagaimana prosedur kerja mencari kebenaran. Prosedur kerjamencari kebenaran sebagai filsafat dikenal sebagai filsafat epistemology.Kualitas kebenaran yang diperoleh di dalam berilmu pengetahuan, terkaitlangsung dengan kualitas prosedur kerjanya.Dengan prosedur kerja yang baik, kualitas kebenaran yang diperoleh pun sejauh kebenaran epistemologik; dan ilmu pengetahuan hanya akanmampu menjangkau kebenaran epistemologik. Kebenaran epistemologitampil dalam wujud kebenaran tesis dan lebih jauh berupa kebenaran teori

Activity (56)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Liza Herdiani liked this
Sheni Mayasari liked this
Ma'rifah Ana liked this
Komyadi Gayo liked this
Rahmi Khalida liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->