Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HW dan emosional remaja

HW dan emosional remaja

Ratings: (0)|Views: 1,410|Likes:
Published by wahyudin

More info:

Published by: wahyudin on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Gerakan kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom,mempunyai visi dan mengemban misi Muhammadiyah dalam pendidikan anak,remaja, dan pemuda, sehingga mereka menjadi muslim yang sebenar-benarnyadan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat, dan Bangsa.Kepanduan Hizbul Wathan adalah sistem pendidikan di luar keluarga dansekolah untuk anak, remaja, dan pemuda dilakukan di alam terbuka denganmetode yang menarik, menyenangkan dan menantang, dalam rangka membentuk warga negara yang berguna dan mandiri.Dalam mewujudkan cita-cita di atas, pada tanggal 10 Sya¶ban 1420 H bertepatan dengan 18 November 1999 M, Persyarikatan Muhammadiyahmembangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, yang dalam seluruhkegiatannya bersemboyan fastabiqul khairat (berlomba-lombalah dalam berbuatkebaikan).Seluruh kegiatan HW ini bertujuan untuk menggali agar semua pandunyamenjadi kreatif dan mandiri. Berdasarkan alasan inilah penyusun mencobamenguraikan HW sebagai pilihan Kreativitas siswa.³Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadapkepada - Nya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan! Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada harikiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu³ [Q.S.Al-Baqarah (2):148].Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengansengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan saranadalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah, siswa
 
2
 
 belajar berbagai macam hal. Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkanadanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapatketerampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebuttercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar.Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatuyang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya danmenyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu danterjadi dalam jangka waktu tertentu. Dengan belajar, siswa dapat mewujudkancita-cita yang diharapkan.Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang.Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penilaian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikutisuatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaianterhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telahmencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar.Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks danmenyeluruh. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yangtinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki
 Intelligence Quotient 
(IQ) yangtinggi, karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkandalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yangoptimal. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalahkemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu, dan untuk menilaikeadaan diri secara kritis dan objektif.Kenyataannya, dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukansiswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuaninteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapimemperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun
 
3
 
kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yangrelatif tinggi. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yangmempengaruhi. Menurut Goleman (2000 : 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanyamenyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau
 Em
otional Quotient 
(EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi,mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati sertakemampuan bekerja sama.Dalam proses belajar siswa, kedua inteligensi itu sangat diperlukan. IQtidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosionalterhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun biasanya keduainteligensi itu saling melengkapi. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakankunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman, 2002). Pendidikan disekolah bukan hanya perlu mengembangkan
rational intelligence
yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja, melainkan juga perlumengembangkan
e
m
otional intelligence
siswa .Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisisstruktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970)menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang, EQ selalumendahului intelegensi rasional. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilanindividu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir, mengembangkanhubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas, khususnyadalam kalangan remaja (Goleman, 2002 : 17).Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah danmengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan, bahkan mungkintidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usiamereka. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orangdengan IQ tinggi yang berprestasi rendah, dan ada banyak orang dengan IQsedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Hal ini

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->