Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
1Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PP_No.43-2008

PP_No.43-2008

Ratings: (0)|Views: 13|Likes:
Published by Arie Medhotz

More info:

Published by: Arie Medhotz on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2011

pdf

text

original

 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 43 TAHUN 2008TENTANGAIR TANAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10, Pasal 12 ayat(3), Pasal 13 ayat (5), Pasal 37 ayat (3), Pasal 57 ayat (3),Pasal 58 ayat (2), Pasal 60, Pasal 69, dan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, perlumenetapkan Peraturan Pemerintah tentang Air Tanah;Mengingat:1. Pasal 5 ayat (2) UndangUndang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945;2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber DayaAir (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Repubik IndonesiaNomor 4377);
MEMUTUSKAN
:Menetapkan:
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG AIR TANAH
.
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:1.Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanahatau batuan di bawah permukaan tanah.2.Akuifer adalah lapisan batuan jenuh air tanah yang dapatmenyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlahcukup dan ekonomis.3.Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasioleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadianhidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran,dan pelepasan air tanah berlangsung.4.Daerah imbuhan air tanah adalah daerah resapan air yangmampu menambah air tanah secara alamiah padacekungan air tanah.5.Daerah lepasan air tanah adalah daerah keluaran airtanah yang berlangsung secara alamiah pada cekungan airtanah.6.Rekomendasi teknis adalah persyaratan teknis yangbersifat mengikat dalam pemberian izin pemakaian airtanah atau izin pengusahaan air tanah.7.Pengelolaan air tanah adalah upaya merencanakan,melaksanakan, memantau, mengevaluasipenyelenggaraan konservasi air tanah, pendayagunaan airtanah, dan pengendalian daya rusak air tanah.8.Inventarisasi air tanah adalah kegiatan untukmemperoleh data dan informasi air tanah.9.Konservasi air tanah adalah upaya memeliharakeberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, danfungsi air tanah agar senantiasa tersedia dalam kuantitas
 
dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhanmakhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yangakan datang.10.Pendayagunaan air tanah adalah upaya penatagunaan,penyediaan, penggunaan, pengembangan, danpengusahaan air tanah secara optimal agar berhasil gunadan berdayaguna.11.Pengendalian daya rusak air tanah adalah upaya untukmencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakankualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak airtanah.12.Pengeboran air tanah adalah kegiatan membuat sumurbor air tanah yang dilaksanakan sesuai dengan pedomanteknis sebagai sarana eksplorasi, pengambilan,pemakaian dan pengusahaan, pemantauan, atauimbuhan air tanah.13.Penggalian air tanah adalah kegiatan membuat sumurgali, saluran air, dan terowongan air untuk mendapatkanair tanah yang dilaksanakan sesuai dengan pedomanteknis sebagai sarana eksplorasi, pengambilan,pemakaian dan pengusahaan, pemantauan, atauimbuhan air tanah.14.Hak guna air dari pemanfaatan air tanah adalah hak gunaair untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakanair tanah untuk berbagai keperluan.15.Hak guna pakai air dari pemanfaatan air tanah adalah hakuntuk memperoleh dan memakai air tanah.16.Hak guna usaha air dari pemanfaatan air tanah adalahhak untuk memperoleh dan mengusahakan air tanah.17.Izin pemakaian air tanah adalah izin untuk memperolehhak guna pakai air dari pemanfaatan air tanah.18.Izin pengusahaan air tanah adalah izin untuk memperolehhak guna usaha air dari pemanfaatan air tanah.19.Badan usaha adalah badan usaha, baik berbadan hukummaupun tidak berbadan hukum.20.Menteri adalah Menteri yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang air tanah.21.Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintahadalah Presiden Republik Indonesia yang memegangkekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.22.Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati atauwalikota, dan perangkat daerah sebagai unsurpenyelenggara pemerintahan daerah.
Pasal 2
Sumber daya air termasuk di dalamnya air tanah dikelolasecara menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan hidupdengan tujuan untuk mewujudkan kemanfaatan air yangberkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
 
Pasal 3
(1)Air tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dikeloladengan prinsip keterpaduan dengan air permukaan.(2)Ketentuan mengenai air permukaan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diatur dalam peraturanpemerintah tersendiri.
BAB IILANDASAN PENGELOLAAN AIR TANAHBagian KesatuUmumPasal 4
Pengelolaan air tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2didasarkan pada cekungan air tanah yang diselenggarakanberlandaskan pada kebijakan pengelolaan air tanah danstrategi pengelolaan air tanah.
Bagian KeduaKebijakan Pengelolaan Air TanahPasal 5
(1)
Kebijakan pengelolaan air tanah sebagaimana dimaksuddalam Pasal 4 ditujukan sebagai arahan dalampenyelenggaraan konservasi air tanah, pendayagunaan airtanah, pengendalian daya rusak air tanah, dan sisteminformasi air tanah yang disusun dengan memperhatikankondisi air tanah setempat.(2)Kebijakan pengelolaan air tanah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) disusun dan ditetapkan secara terintegrasidalam kebijakan pengelolaan sumber daya air.
(3)
Kebijakan pengelolaan sumber daya air sebagaimanadimaksud pada ayat (2) terdiri atas:a.kebijakan nasional sumber daya air;b.kebijakan pengelolaan sumber daya air pada tingkatprovinsi; danc.kebijakan pengelolaan sumber daya air pada tingkatkabupaten/kota.
(4)
Kebijakan pengelolaan sumber daya air sebagaimanadimaksud pada ayat (3) diatur dalam peraturanpemerintah mengenai pengelolaan sumber daya air.
Pasal 6
(1)
Kebijakan pengelolaan sumber daya air sebagaimanadimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dijabarkan lebih lanjutdalam kebijakan teknis pengelolaan air tanah.
(2)
Kebijakan teknis pengelolaan air tanah sebagaimanadimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a.
kebijakan teknis pengelolaan air tanahnasional;
 b.
kebijakan teknis pengelolaan air tanah provinsi;dan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->