Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
57Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Wahdatul Wujud Ibn Arabi

Wahdatul Wujud Ibn Arabi

Ratings:

4.78

(9)
|Views: 31,263|Likes:
Published by A Khudori Soleh
Kesatuan realitas (wahdat al-wujûd) adalah salah satu gagasan paling kontroversial dalam metafisika, khususnya metafisika mistik. Pemikiran ini dicetuskan oleh Ibn Arabi. Akan tetapi, menurut Kautsar Azhari Noer, Ibn Arabi sendiri, sebenarnya, secara formal tidak pernah menggunakan kata-kata wahdah al-wujûd dalam tulisan-tulisannya. Orang pertama yang menggunakan istilah ini, meski tidak sebagai istilah teknis dan independen, adalah Sadr al-Din al-Qunawi
Kesatuan realitas (wahdat al-wujûd) adalah salah satu gagasan paling kontroversial dalam metafisika, khususnya metafisika mistik. Pemikiran ini dicetuskan oleh Ibn Arabi. Akan tetapi, menurut Kautsar Azhari Noer, Ibn Arabi sendiri, sebenarnya, secara formal tidak pernah menggunakan kata-kata wahdah al-wujûd dalam tulisan-tulisannya. Orang pertama yang menggunakan istilah ini, meski tidak sebagai istilah teknis dan independen, adalah Sadr al-Din al-Qunawi

More info:

categoriesTypes, Resumes & CVs
Published by: A Khudori Soleh on Jul 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

07/27/2013

 
KESATUAN REALITAS
(Pemikiran Ibn Arabi, 1165-1240 M)Dikutip dari Buku
WACANA BARU FILSAFAT ISLAM
Penerbit Pustaka Pelajar, Jogjakarta, 2004Bab II/ Metafisika, hal 138-156.Penulis: A Khudori SolehKesatuan realitas (
wahdat al-wujûd
) adalah salah satugagasan paling kontroversial dalam metafisika, khususnyametafisika mistik. Pemikiran ini dicetuskan oleh Ibn Arabi.
1
Akantetapi, menurut Kautsar Azhari Noer,
2
Ibn Arabi sendiri,sebenarnya, secara formal tidak pernah menggunakan kata-kata
wahdah al-wujûd
dalam tulisan-tulisannya. Orang pertama yangmenggunakan istilah ini, meski tidak sebagai istilah teknis danindependen, adalah Sadr al-Din al-Qunawi (w. 673/1274 M).Hanya saja, ajaran-ajaran Ibn Arabi tentang realitas bisamemberi pemaknaan kearah itu.
A. Riwayat Hidup.
Ibn Arabi, lengkapnya Muhammad ibn `Ali ibn Muhammadibn al-`Arabi al-Thai al-Tamimi,
3
lahir di Mursia, Spanyol bagiantenggara, 17 Ramadan 560 H/ 28 Juli 1165 M, pada masapemerintahan Muhammad ibn Sa`id ibn Mardanisy.
4
MenurutAffifi,
5
Ibn Arabi berasal dari keluarga keturunan Arab yang
1
Tulisan ini tidak akan melibatkan diri dan tidak akan menambah jumlah orang yang berpolemik ataupun menilai apakah wahdah al-wujud termasuk pantheisme atau tidak, tetapisekedar menyatakan bahwa ‘wahdah al-wujud’ (kesatuan realitas) adalah gagasan terpenting darimetafisika Ibn Arabi.Dalam perkembangan selanjutnya, gagasan wahdat al-wujud ini menjadi sebuah teori‘besar’ tantang proses penciptaan semesta yang ditelorkan oleh Hamzah Fansuri dan NuruddinSumatrani dengan istilah ‘
martabat tujuh
’; ahadiyah, wahdah, wahidiyah, alam arwah, alammitsal, alam ajsam dan insan. Lebih jelas masalah ini, lihat Simuh,
Sufisme Jawa TransformasiTasawuf Islam ke Mistik 
, (Yogya, Bentang, 1989); Harun Hadiwiyono,
 Kebatinan Islam Abad  XVI 
, (Jakarta, Gunung Mulia, 1985). Tentang bagaimana proses dari Ibn Arabi dan Ibrahim Al-Jilli sampai kepada Hamzah Fansuri, lihat Mastuki HS, ‘Neo-Sufisme di NusantaraKesinambungan dan Perubahan’, dalam
 Jurnal Ulum Alqur’an
, edisi 6/VII/1997.
2
Azhari Noer,
 Ibn Arabi Wahdat al-Wujud dalam perdebatan
, (Jakarta, Paramadina,1995), 34 dan seterusnya.
3
Harus dibedakan dengan Ibn Arabi yang lain, yang bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibn Abdillah ibn Arabi al-Ma`afiri (468-543 H/ 1076-1148 M). Ia juga tokoh muslimyang lahir di Spanyol. Namun, yang ini bukan tokoh sufi, tapi seorang ahli hadis di Sevilla yangkemudian menjadi hakim disana. Untuk referensi lihat, Kautsar Azhari Noer,
 Ibn al-Arabi
, 17; J.Robson, ‘Ibn al-Arabi’ dalam
The Encylopaedia of Islam,
 New Edition, (London dan Laiden:Luzac dan Brill, 1979), III, 707.Akan tetapi, S. Husain Nasr menyebut nama lengkap Ibn Arabi tokoh sufi ini dengannama Ibn Arabi lain yang dianggap sebagai tokoh hadits diatas, dengan tahun lahir 570 H/ 1165M. Lihat, Husain Nasr,
Tiga Pemikir Islam,
(Bandung, Risalah, 1986), 127.
4
Kautsar Azhari Noer,
 Ibn Arabi,
17.
5
Affifi,
 Filsafat Mistis Ibn Arabi
, terj. Nandi Rahman, (Jakarta, Media Pratama, 1989),1.
 
Metafisika/Pemikiran Ibn Arabi
saleh, dimana ayah dan tiga pamannya --dari jalur ibu-- adalahtokoh sufi yang masyhur, dan ia sendiri digelari
Muhy al-Dîn
(Penghidup Agama) dan
al-Syaikh al-Akbar 
(Doktor Maximus),karena gagasan-gagasannya yang besar terutama dalam bidangmistik.
6
Belum ada seorang tokoh muslim yang mencapai posisisebagaimana kedudukannya. Ibn Arabi meninggal di Damaskus--dan di makamkan disana-- tanggal 22 Rabi al-Tsani 638 H/Nopember 1240 M, dalam usia 78 tahun.
7
Pendidikan Ibn Arabi dimulai di Seville, ketika ayahnyamenjabat di istana dengan pelajaran yang umum saat itu, al-Qur’an, hadis, fiqh, teologi dan filsafat skolastik. Keberhasilanpendidikan dan kecerdasan otaknya --juga kedudukan ayahnya--mengantarkannya sebagai sekretaris gubernur Seville dalamusia belasan.
8
Yang perlu dicatat, bahwa kota Saville saat itu,selain sebagai kota ilmu pengetahuan juga merupakan pusatkegiatan sufisme dengan banyak guru sufi terkenal tinggaldisana. Kondisi keluarga dan lingkungan yang kondusif dan kayamempercepat pembentukan Ibn Arabi sebagai tokoh sufis yangterpelajar, apalagi ia telah masuk thariqat sejak usia 20 tahun.
9
 Selama menetap di Saville, Ibn Arabi muda seringmelakukan kunjungan ke berbagai kota di Spanyol, untukberguru dan bertukar pikiran dengan para tokoh sufi maupunsarjana terkemuka. Salah satu kunjungan yang palingmengesankan adalah ketika bertemu dengan Ibn Rusyd (1126-1198 M), dimana saat itu Ibn Arabi mengalahkan tokoh filosof 
Paripatetik 
ini dalam perdebatan dan tukar fikiran;
sesuatuyang menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dan luasnyawawasan spiritual sufi muda ini. Juga, menurut Kautsar,
11 
menujukkan adanya hubungan yang kuat antara mistisisme dan
6
Arbery menggelari dengan ‘The greatest mystical genius of the Arab’ pada Ibn Arabi,karena prestasi-prestasi yang dihasilkannnya. Lihat, Arbery,
Sufism An Account of the Mystics of  Islam
, (London, Unwin Paperback, 1975), 97.
7
Akan tetapi, menurut Taftazani, Ibn Arabi wafat dan dikebumikan di Hijaz, bukan diDamascus. Lihat, Taftazani,
Sufi Dari Zaman ke Zaman
, terj. A. Rafi Usman, (Bandung, Pustaka,1985), 201. Namun, kebanyakan sumber dan bukti-bukti tidak mendukung pendapat ini.Pendapat Taftazani ini, mungkin, terkaburkan oleh nama Ibn Arabi yang lain sebagaimana yangterjadi pada Husain Nahr diatas, mengingat memang tidak jarang dijumpai nama yang samadalam satu persoalan.
8
Kautsar,
Ibn Arabi
, 18.
9
Ibn Arabi,
 Futuhât al-Makiyah
, II, (Bairut, Dar al-Fikr, tt), 425. Diantara gurunya yangsangat dikagumi adalah dua orang wanita; Yasmin Mursaniyah dari Marchena dan FatimahQurthubiyah dari Kordova. Keduanya berpengaruh besar dalam pembentukan (pengarahan)kepada kehidupannya. Tentang kehidupan kedua guru wanita ini, lihat Ibn Arabi,
Sufi-Sufi Andalusia
, terj. Nasrullah (Bandung, Mizan, 1994).
10
Tentang dialok antara Ibn Arabi dengan Ibn Rusyid ini, lihat
 Futuhât 
, I, 153; Lihat pula, Husain Nasr,
Tiga Pemikir Islam
, 128-129. Dengan demikian, dalam pertemuan tersebut bukan Ibn Arabi berguru pada Ibn Rusyd, seperti yang dikatakan al-Qarni, meski diakui bahwa pertemuan itu sendiri diatur oleh ayah Ibn Arabi atas permintaan Ibn Rusyd. Lihat al-Qarni,
Muhy al-Dîn Ibn al-Arabi
, (Mesir, Haniah li al-kitab, 1987), 26.
11
Kautsar,
 Ibn Arabi
, 18.2
 
Metafisika/Pemikiran Ibn Arabi
filsafat dalam kesadaran metafisis Ibn Arabi. Pengalaman-pengalaman visioner mistiknya berhubungan dan disokong olehpemikiran filosofisnya yang ketat. Ibn Arabi adalah seorangmistikus sekaligus filosof paripatetik, sehingga bisamemfilsafatkan pengalaman spiritualnya ke dalam suatupandangan dunia metafisis maha besar sebagaimana dilihatdalam gagasannya tentang
wahdat al-wujud
.
Selanjutnya, pengembaraannya semakin luas dan mulaikeluar dari semenanjung Iberia menuju Tunis (1193 M) untukberguru pada Ibn Qusi; tokoh sufi yang melakukanpemberontakan pada dinasti Murabbitin.
Kemudian pergi ke Fezdan tinggal disana selama 4 tahun, terus ke Marrakesy, Almaria,Bugia dan kembali ke Tunis (1202 M), setelah pada tahun 1199M, pulang ke Kordova guna menghadiri pemakaman Ibn Rusyd.Selama pengembaraan ini, ia sempat menelorkan beberapakarya tulis, seperti
Mawâqi’ al-Num, Insya al-Dawair 
danlainnya. Akan tetapi, situasi religio-politis tidak mengizinkan IbnArabi tinggal lama di Spanyol ataupun di Afrika utara, sehinggaia melarikan diri ke Makkah (1201 M), karena --seperti tokoh sufilainnya-- dituduh menggerakkan makar terhadap pemerintah.
Di Makkah sekitar 3 tahun, Ibn Arabi mempergunakanwaktunya untuk mempertajam ruhani dan menulis. Disini iamendapat ilham untuk menulis karya monumentalnya,
al-Futuhât al-Makkiyah,
disamping menyelesaikan karya-karyakecil lainnya. Setelah itu, ia kembali mengembara ke berbagaikota; Madinah, Yerusalem, Baghdad, Masul, Konya, Damascus,Hebron, Kairo dan kembali ke Makkah (1207 M) karena tidakaman di Mesir.
Di tengah perjalanan ini, untuk ketiga kalinya
17 
ia diangkat sebagai murid Khidir untuk menerima rahasia-rahasia Ilahiyah. Setahun di Makkah, Ibn Arabi berkunjung keAsia kecil melalui Aleppo dan Konya, kemudian ke Armenia danBaghdad, bertemu Syihabuddin Suhrawardi al-Zanzani (w.630/1233 ), seorang tokoh sufi, penulis kitab
 Awârif al-Ma`ârif.
12
Uraian tentang kenyataan bahwa Ibn Arabi adalah seorang mistikus sekaligus filosof  bisa dilihat pada Franz Rosenthal,
 Ibn Arabi between Philosophy and Mysticism
, (Laiden, Brill,1998), 1-35.
13
Ibn Arabi,
 Futuhât,
IV, 129.
14
Kutsar,
 Ibn Arabi
, 19.
15
Menurut Ibn Arabi, penulisan kitab ini didektekan langsung oleh Tuhan lewat ilham,kata per kata. Lihat Annemarie Schimmel,
 Rahasia Wajah Suci Ilahi
, terj. Rahmani Astuti,(Bandung, Mizan, 1996), 319.
16
Ibn Arabi,
 Futuhât,
IV, 560.
17
Pengangkatan ini, yang pertama di Seville (580/1184), kedua di Makkah (599/1202).
18
Suhrawardi ini bukan Suhrawardi al-Maqtul tokoh Filsafat Illuminasi (Syaikh al-Isyraq) seperti yang dikatakan Husain Nasr,
¤alasa Hukuma al-Islam
, 132. Suhrawardi tokohEmanasi telah dihukum mati tahun 587/1191 M; lebih jelas tentang ajarannya, lihat HusaienZiai,
Suhrawardi dan Filsafat Illuminasi
, terj. Afif Muhammad, (Bandung, Zaman WacanaMulia, 1998).3

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zaenal Arifin liked this
Karni M Soekarni added this note|
Subhanallah..........
ir_hashim liked this
Muhammad Niam liked this
Ali Langka added this note|
sebuah ilmu yang paling mendalam,tentang pencarian yang maha dahsyat,saya sangat tertarik mempelajarinya,Wahdatul Wujud,karya teragung yang pernah dihasilakan ilmuan Islam Ibnu Arabi,terima kasih.
Alan Ajj added this note|
ajarin dong ilmu nya saya sihh udah dpat gambaran cuman msih agak bingung,mhon di bimbing..
Muhammad Arfian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->