Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No 22 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi

UU No 22 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 586 |Likes:
Published by 07103091

More info:

Published by: 07103091 on Jul 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 22 TAHUNTENTANGMINYAK DAN GAS BUMI
 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
 
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
 
Menimbang :
a.
 
bahwa pembangunan nasional harus diarahkan kepada terwujudnyakesejahteraan rakyat dengan melakukan reformasi di segala bidangkehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945;
 b.
 
bahwa minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam strategistidak terbarukan yang dikuasai oleh negara serta merupakan komoditasvital yang menguasai hajat hidup orang banyak dan mempunyai perananpenting dalam perekonomian nasional sehingga pengelolaannya harusdapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraanrakyat;
 c.
 
bahwa kegiatan usaha minyak dan gas bumi mempunyai perananpenting dalam memberikan nilai tambah secara nyata kepadapertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat dan berkelanjutan;
 d.
 
bahwa Undang-undang Nomor 44 Prp. Tahun 1960 tentangPertambangan Minyak dan Gas Bumi, Undang-undang Nomor 15 Tahun1962 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1962 tentang Kewajiban Perusahaan MinyakMemenuhi Kebutuhan Dalam Negeri, dan Undang-undang Nomor 8Tahun 1971 tentang Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas BumiNegara sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan usahapertambangan minyak dan gas bumi;
 e.
 
bahwa dengan tetap mempertimbangkan perkembangan nasionalmaupun internasional dibutuhkan
 
perubahan peraturan perundang-undangan tentang pertambangan minyak dan gas bumi yang
 
dapatmenciptakan kegiatan usaha minyak dan gas bumi yang mandiri, andal,transparan, berdaya saing,
 
efisien, dan berwawasan pelestarianlingkungan, serta mendorong perkembangan potensi dan peranannasional;
 f.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hurufa, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e tersebut di atas serta untukmemberikan landasan hukum bagi langkah-langkah pembaruan danpenataan atas penyelenggaraan pengusahaan minyak dan gas bumi,maka perlu membentuk Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi;
 
 
Mengingat :
1.
 
Pasal 5 ayat (1); Pasal 20 ayat (1), ayat (2), ayat (4), dan ayat (5); Pasal33 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana telahdiubah dengan Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945;
 2.
 
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia NomorXV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan,Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan;serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam KerangkaNegara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Dengan persetujuan bersama
 
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
 
MEMUTUSKAN :
 
Menetapkan :UNDANG-UNDANG TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI.
 
BAB IKETENTUAN UMUM
 
Pasal 1
 
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
 1.
 
Minyak Bumi adalah hasil proses alami berupahidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperaturatmosfer berupa fasa cair atau padat, termasuk aspal,lilin mineral atau ozokerit, dan bitumen yang diperolehdari proses penambangan, tetapi tidak termasukbatubara atau endapan hidrokarbon lain yang berbentukpadat yang diperoleh dari kegiatan yang tidak berkaitandengan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi;
 2.
 
Gas Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbonyang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosferberupa fasa gas yang diperoleh dari prosespenambangan Minyak dan Gas Bumi;
 3.
 
Minyak dan Gas Bumi adalah Minyak Bumi dan GasBumi;
 4.
 
Bahan Bakar Minyak adalah bahan bakar yang berasaldan/atau diolah dari Minyak Bumi;
 5.
 
Kuasa Pertambangan adalah wewenang yang diberikanNegara kepada Pemerintah untuk menyelenggarakankegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi;
 6.
 
Survei Umum adalah kegiatan lapangan yang meliputipengumpulan, analisis, dan penyajian data yangberhubungan dengan informasi kondisi geologi untuk
 
memperkirakan letak dan potensi sumber daya Minyakdan Gas Bumi di luar Wilayah Kerja;
 7.
 
Kegiatan Usaha Hulu adalah kegiatan usaha yangberintikan atau bertumpu pada kegiatan usahaEksplorasi dan Eksploitasi;
 8.
 
Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperolehinformasi mengenai kondisi geologi untuk menemukandan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan GasBumi di Wilayah Kerja yang ditentukan;
 9.
 
Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuanuntuk menghasilkan Minyak dan Gas Bumi dari WilayahKerja yang ditentukan, yang terdiri atas pengeboran danpenyelesaian sumur, pembangunan saranapengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan untukpemisahan dan pemurnian Minyak dan Gas Bumi dilapangan serta kegiatan lain yang mendukungnya;
 10.
 
Kegiatan Usaha Hilir adalah kegiatan usaha yangberintikan atau bertumpu pada kegiatan usahaPengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan/atauNiaga;
 11.
 
Pengolahan adalah kegiatan memurnikan, memperolehbagian-bagian, mempertinggi mutu, dan mempertingginilai tambah Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi, tetapitidak termasuk pengolahan lapangan;
 12.
 
Pengangkutan adalah kegiatan pemindahan MinyakBumi, Gas Bumi, dan/atau hasil olahannya dari WilayahKerja atau dari tempat penampungan dan Pengolahan,termasuk pengangkutan Gas Bumi melalui pipatransmisi dan distribusi;
 13.
 
Penyimpanan adalah kegiatan penerimaan,pengumpulan, penampungan, dan pengeluaran MinyakBumi dan/atau Gas Bumi;
 14.
 
Niaga adalah kegiatan pembelian, penjualan, ekspor,impor Minyak Bumi dan/atau hasil olahannya, termasukNiaga Gas Bumi melalui pipa;
 15.
 
Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia adalahseluruh wilayah daratan, perairan, dan landas kontinenIndonesia;
 16.
 
Wilayah Kerja adalah daerah tertentu di dalam WilayahHukum Pertambangan Indonesia untuk pelaksanaanEksplorasi dan Eksploitasi;
 17.
 
Badan Usaha adalah perusahaan berbentuk badanhukum yang menjalankan jenis usaha bersifat tetap,terus-menerus dan didirikan sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang berlaku serta bekerja danberkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan RepublikIndonesia;
 18.
 
Bentuk Usaha Tetap adalah badan usaha yang didirikandan berbadan hukum di luar wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia yang melakukan kegiatan di wilayahNegara Kesatuan Republik Indonesia dan wajibmematuhi peraturan perundang-undangan yang berlakudi Republik Indonesia;
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Naga Bonar liked this
Mzh Sitorus liked this
Mirza Ghulam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->