Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ludruk

ludruk

Ratings: (0)|Views: 602|Likes:
Published by Redy Chasby

More info:

Published by: Redy Chasby on Nov 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2011

pdf

text

original

 
 
BY 
BY 
BY 
BY 
 
REDY CHASBY 
REDY CHASBY 
REDY CHASBY 
REDY CHASBY 
 
 
 Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni senipanggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meskikeberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi. Ludruk merupakan suatu dramatradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggungdengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lainsebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa,menggunakan bahasa khas Surabaya, meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lainseperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yangdigunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukangbecak, peronda, sopir angkotan, etc). Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan TariRemo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera",seorang jagoan Madura.
Sejarah Ludruk
Pada tahun 1994 , group ludruk keliling tinggal 14 group saja. Mereka main didesa desa yang belum mempunyai listrik dengan tarif Rp 350. Group ini didukung oleh 50 .60 orang pemain. Penghasilan mereka sangat minim yaitu: Rp 1500 s/d 2500 per malam. Bilapertunjukan sepi, terpaksa mengambil uang kas untuk bisa makan di desa.Sewaktu James L Peacok (1963-1964) mengadakan penelitian ludruk di Surabayatercatat sebanyak 594 group. Menurut Depdikbud propinsi jatim, sesudah tahun 1980meningkat menjadi 789 group (84/85), 771 group (85/86), 621 group (86/87) dan 525 (8788).Suwito HS, seniman ludruk asal Malang mengatakan tidak lebih dari 500 group karenabanyak anggota group yang memiliki keanggotaan sampai lima group.Hasil penelitian Suripan Sadi Hutomo, menurut kamus javanansch NederduitsschWoordenboek karya Gencke dan T Roorda (1847), Ludruk artinya Grappermaker (badutan).Sumber lain menyatakan ludruk artinya penari wanita dan badhut artinya pelawak di dalamkarya WJS Poerwadarminta, Bpe Sastra (1930). Sedangkan menurut S.Wojowasito (1984)bahwa kata badhut sudah dikenal oleh masyarakat jawa timur sejak tahun 760 masehi di masa
 
kerajaan Kanyuruhan Malan dengan rajanya Gjayana, seorang seniman tari yangmeninggalkan kenangan berupa candi Badhut.Ludruk tidak terbentuk begitu saja, tetapi mengalami metamorfosa yang cukuppanjang. Kita tidak punya data yang memadai untuk merekonstruksi waktu yang demikianlama, tetapi saudara hendricus Supriyanto mencoba menetapkan berdasarkan nara sumberyang masih hidup sampai tahun 1988, bahwa ludruk sebagai teater rakyat dimulai tahun1907, oleh pak Santik dari desa Ceweng, Kecamatan Goda kabupaten Jombang.Bermula dari kesenian ngamen yang berisi syair syair dan tabuhan sederhana, pak Santik berteman dengan pak Pono dan Pak Amir berkeliling dari desa ke desa. Pak Ponomengenakan pakaian wanita dan wajahnya dirias coret coretan agar tampak lucu. Dari sinilahpenonton melahirkan kata .Wong Lorek.. Akibat variasi dalam bahasa maka kata lorek berubah menjadi kata Lerok.
Periode Lerok Besud (1920 . 1930)
Kesenian yang berasal dari ngamen tersebut mendapat sambutan penonton. Dalamperkembangannya yang sering diundang untuk mengisi acara pesta pernikahan dan pestarakyat yang lain. Pertunjukkan selanjutnya ada perubahan terutama pada acara yangdisuguhkan. Pada awal acara diadakan upacara persembahan. Persembahan itu berupapenghormatan ke empat arah angin atau empat kiblat, kemudian baru diadakan pertunjukkan.Pemain utama memakai topi merah Turki, tanpa atau memakai baju putih lengan panjang dancelana stelan warna hitam. Dari sini berkembalah akronim Mbekta maksud arinya membawamaksud, yang akhirnya mengubah sebutan lerok menjadi lerok besutan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->