Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akulturasi Dan Komunikasi

Akulturasi Dan Komunikasi

Ratings: (0)|Views: 780|Likes:
Published by anon_656094

More info:

Published by: anon_656094 on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/16/2011

pdf

text

original

 
AKULTURASI DAN KOMUNIKASI
Label: ilmu pengetahuan
PENDAHULUAN
 
1.1. Latar Belakang
 Seperti yang Young Yun Kim paparkan dalam buku Komunikasi Antarbudaya karya DeddyMulyana, Manusia adalah makluk sosio-budaya yang memperoleh perilakunya lewat belajar.Apa yang kita pelajari pada umumnya dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya.Dari semua aspek belajar manusia, komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dan palingmendasar. Kita belajar dari banyak hal lewat respons-respons komunikasi terhadap rangsangandari lingkungan. Kita harus menyandi dan menyandi balik pesan-pesan dengan cara itu sehingga pesan-pesan tersebut akan dikenali, diterima, dan direspons oleh individu-individu yang berinteraksi berfungsi sebagai alat untuk menafsirkan lingkungan fisik dan sosial kita.Komunikasi merupakan alat utama kita untuk memanfaatkan berbagai sumber daya lingkungandalam pelayanan kemanusiaan. Lewat komunikasi kita menyesuaikan diri dan hubungan denganlingkungan kita, serta mendapatkan keanggotaan dan rasa memiliki dalam berbagai kelompok sosial yang mempengaruhi kita.Komunikasi...adalah pembawa proses sosial. Ia adalah alat yang manusia untuk mengatur,menstabilkan, dan memodifikasi kehidupan sosialnya.... Proses sosial bergantung pada penghimpunan, pertukaran, dan penyampaian pengetahuan. Pada gilirannya pengetahuan bergantung pada komunikasi (peterson, jensen, dan rivers, 1965: 16).
 
 Dalam konteks yang luas ini, kita dapat merumuskan budaya sebagai paduan pola-pola yangmerefleksikan respons-respons komunikatif terhadap rangsangan dari lingkungan. Pola-pola budaya ini pada gilirannya merefleksikan elemen-elemen yang sama dalam perilaku komunikasiindividu yang dilakukan mereka yang lahir dan diasuh dalam budaya itu. Le Vine (1973)menyatakan fikiran ini ketika mendefinisikan budaya sebagai perangkat aturan terorganisasikanmengenai cara-cara yang dilakukan individu-individu dalam masyarakat berkomunikasi satusama lain dan cara mereka berfikir tentang diri mereka dan lingkungan mereka.Proses proses yang dilalui individu-individu untuk memperoleh aturan-aturan (budaya)komunikasi dimulai pada masa awal kehidupan. Melalui proses sosialisasi dan pendidikan, pola- pola budaya ditanamkan kedalam sistem saraf dan menjadi bagian kepribadian dan perilaku kita(adler, 1976) . proses belajar yang teriternalisasikan ini memungkinkan kita untuk berinteraksidengan anggota-anggota budaya lainnya yang juga memiliki pola-pola komunikasi serupa.Proses mmperoleh pola-pola demikian oleh individu-individu itu disebut enkulturasi (herskovits,1966 : 24) atau istilah-istilah serupa lainnya seperti pelaziman budaya (cultural conditioning) dan pemrograman budaya (cultural programming).Lalu apa yang terjadi bila seseorang yang lahir dan terenkulturasi dalam suatu budaya tertentumemasuki suatu budaya lain sebagai seorang imigran atau pengungsi untuk selamanya? Tidak seperti para pengunjung sementara, imigran ini akan perlu membangun suatu hidup baru danmenjadi anggota masyarakat pribumi. Kehidupannya serta fungsional akan bergantung padamasyarakat pribumi; tidak akan mudah baginya untuk menjadi seorang pengamat dalammasyarakat tersebut. Banyak tata cara komunikasi yang telah diperoleh imigran sejak masakanak-kanaknya yang mungkin tak berfungsi lagi dalam lingkungan yang barunya. Transaksi-transaksi dalam kehidupan sehari-hari saja membutuhkan kemampuan berkomunikasi yangmenggunakan lambang-lambang dan aturan-aturan yang ada dalam sistem komunikasimasyaraka pribumi.Tidaklah mudah memahami perilaku-perilaku kehidupan yang sering tak diharapkan dan tak diketahui bagi banyak orang pribumi, apalagi bagi para imigran.sebagai anggota baru dalam
 
 budaya pribumi, imigran harus menghadapi banyak aspek kehidupan yang asing. Asumsi-asumsi budaya tersembunyi dan respons-respons yang telah terkondisikan menyebabkan banyak kesulitan-kesulitan kognitif, afektif, dan prilaku dalam penyesuaian diri engan budaya yang baru.Seperti yang chutz (1960 : 108) kemukakan,´bagi orang asing,pola budaya kelompok yangdimasukinya bukanlah merupakan tempat berteduh tami merupakan suatu arena petualangan, bukan merupakan hal yang lazim tapi suatu topik penyelidikan yang meragukan, bukan suatu alatuntuk lepas dari situasi-situasi problematik tersendiri yang sulit dikuasai.´Meskipun demikian, hubungan antara budaya dan individu, seperti yang terlihat padaenkulturasi, membangkitkan kemampuan manusia yang besar untuk menyesuaikan dirinyadengan keadaan. Secara bertahap imigran belajar menciptakan situasi-situasi dan relasi-relasiyang tepat dalam masyarakat pribumi sejalan dengan berbagai transaksinya yang ia lakukandengan oran g-orang lain. Pada saatnya, imigran akan menggunakan cara-cara berprilakumasyarakat pribumi untuk menyesuaikan diri dengan pola-pola yang diterima masyarakatsetempat;penyesuaian diri yang ia lakukan dengan lebih teliti. Perubahan-perubahan perilaku juga terjadi ketika seorang imigran menyimpang dari pola-pola budaya lama yang dianutnya danmengganti pola-pola lama tersebut dengan pola-pola baru dalam budaya pribumi.Proses enkulturasi kedua yang terjadi pada imigran ini disebut akulturasi (acculturation).Akulturasi merupakan suatu proses yang dilakukan imigran untuk menyesuaikan diri dengan danmemperoleh budaya pribumi, yang akhirnya mengarah pada asimilasi yang merupakan derajattertinggi akulturasi yang secara teoritis mungkin terjadi. Bagi kebanyakan imigran asimilasimungkin merupakan tujuan sepanjang hidup.Dari sedikit paparan tulisan diatas begitu pentingnya peranan Akulturasi dan Komunikasimaupun sebaliknya dalam berkomunikasi antarbudaya, maka penulis pun merasa perlu untuk membuat karya ilmiah ini agar bisa menjelaskan lebih detil lagi tentang ³Akulturasi danKomunikasi´.
1.2. Masalah
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->