Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masa Rontok Bulu Pada Itik

Masa Rontok Bulu Pada Itik

Ratings: (0)|Views: 2,897 |Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

 
masa rontok bulu pada itik  
oleh DOdy Faizalkhususnya itik jawa atau itik lokal indonesia akan selalu mengalami masa rontok bulu, danhal ini terjadi secara alami. masa rontok bulu terjadi jika itik sudah berproduksi selama 10sampai 12 bulan, tetapi ada beberapa hal tertentu yang menyebabkan itik mengalami rontok  bulu lebih cepat, antara lain dari faktor cuaca yang ekstrim, misalnya dari musim panas kemusim hujan, meskipun belum 10 bulan beberapa itik akan mengalami masa rontok bulu,sedangkan faktor kedua adalah pergantian pakan yang sifatnya drastis baik secara kuantitasmaupun secara kualitas.masa rontok bulu pada itik biasanya terjadi sekitar 4 s.d 6 minggu.karena itik tidak berproduksi atau produksi menurun maka perlu dilakukan langkah- langkahyang dirasa perlu, terutama dalam hal manajemen pakan.menghadapi masa rontok bulu tersebut peternak harus lebih bijaksana dalam memberikan pakan kepada itik, hal yang pertama jika itik mengalami masa rontok bulu setelah berproduksi selama 10 sampai dengan 12 bulan adalah memuasakan itik selama 2 hari tidak diberi makan, dan hanya diberi minum saja, hal ini dimaksudkan untuk menseragamkanrontoknya bulu pada sekumpulan itik. hal yang kedua dalam memperlakukan itik yang rontok  bulu adalah dengan memberikan itik pakan sedikit demi sedikit, ini dimaksudkan agar itik tidak kaget setelah berpuasa tanpa makan selama 2 hari, hal yang ketiga adalah memberikan porsi makan yang secara kualitas dikurangi, misalnya saja itik yang secara normal diberiasupan pakan dengan kadar protein minimal 18% maka untuk sementara diberikan asupan protein lebih sedikit dari biasanya, karena kita ketahui bersama sumber pakan yang berprotein tinggi biasanya sangat mahal. hal yang keempat adalah setelah itik mulai tumbuh bulunya, maka sedikit demi sedikit asupan protein maupun nilai gizi pada itik cenderungditingkatkan, sampai akhirnya itik mulai bertelur dan sumber protein diberikan normal sepertiketika itik bertelur.Diposkan oleh Dody Faizal di05.21 0 komentar  Link ke posting ini 
Sabtu, September 25, 2010
analisis keuntungan beternak itik  
oleh: Dody Faizalkenapa harus itik/bebek, kok tidak ayam, puyuh, atau jenis unggas lainnya, memang berbagaialasan yang menguatkan telah saya paparkan pada artikel artikel sebelumnya, dan kinisaatnya saya coba menulis tentang analisis keuntungan beternak itik, tentunya denganharapan ini menjadi dasar pijakan untuk para peternak pemula dibidang ini. adapun analisisyang saya gunakan saat ini adalah dengan menggunakan patokan harga yang berlaku saat inidi daerah jombang-mojokerto jatim.1. jika usaha ini dimulai dengan 500 ekor itik siap telur 
 
2. asumsi harga itik siap telur 39 ribu/ ekor 3. umur itik sekitar 5 bulan4. tanah yang digunakan adalah 200 m2 (milik sendiri)5. pemeliharaan dilakukan selama 10 bulan6. harga telur konsumsi 1100/butir 7. harga pakan racikan sendiri 2400/kg8. tingkat kematian 2%9. produktivitas rata- rata 70%10.masa pakai kandang 5 tahun11.penggunaan pakan yang baik per 100 ekor,16kg12.gaji pegawai untuk 1 orang adalah 600 rb13.harga itik afkir adalah 31 ribu/ekor maka dengan asumsi diatas maka kita dapat memperhitungkan besarnya modal, biaya, sertakeuntungan yang dikeluarkan maupun yang diperoleh dalam waktu 10 bulan, dengan rinciansebagai berikut:A. INVESTASIUntuk point ini investasi adalah kandang dan ternak, dan karena kita ketahui bersama bahwakandang yang digunakan adalah kandang dengan keadaan tidak permanen maka dayatahannya hanya untuk 5 tahun dan biaya pembuatan kandang dengan bahan baku dari bambudan atap dari asbes adalah sebesar Rp 6 juta dengan kapasitas 500 ekor itik. sedangkan untuk  biaya ternak adalah 39.000,- X 500 adalah 19,500.000,- jadi total ivestasi adalah 25.500.000,-B. BIAYA OPERASIONAL1.biaya penyusutan kandang 6 juta : 60 bulan = 100.000,-2.penyusutan itik 500 ekor X (Rp 39.000,- dikurangi 31.000,-)= 4.000.000,- dibagi 10 bulanadalah 400.000,-3.biaya pakan, 5 X 16 kg X Rp.2400,- X 30 hari = 5.760.000,-4.listrik dan air perbulan Rp. 80.000,-5.gaji karyawan sebesar 600.000,-total biaya operasional adalah Rp. 6.940.000,-C. PENDAPATAN PERBULANdari penjualan telur itik perbulan dengan asumsi harga telur 1100 per butir dan kemampuan bertelur rata- rata 70% maka 70% X 500 X 1100 X 30 hari adalah Rp. 11.550.000,- penjualan itik afkir dengan toleransi kematian 2% maka 490 X 31.000,- adalah 15.190.000,-dibagi 10 bulan 1.519.000,-adapun total pendapatan yang diperoleh dari usaha ini adalah 13.069.000,-D. KEUNTUNGAN PER BULANkeuntungan adalah total pendapatan perbulan dikurangi total biaya operasionalmaka = 13.069.000 - 6.940.000,- = 6.129.000,- jadi itulah sekedar analisis awal yang dapat saya berikan, paling tidak menunjukkan kepada para calon peternak itik, bahwasanya beternak itik sangat menguntungkan asalkan standard pakan, kandang dan pemeliharaannya terpenuhi.selamat beternak Diposkan oleh Dody Faizal di07.22 0 komentar  Link ke posting ini 
perawatan kandang itik petelur 
 
  by: DOdy Faizalselain makanan,dan bibit itik kandang merupakan faktor utama yang menentukan tingkatkeberhasilan dalam usaha itik petelur, karena kita ketahui bersama bahwa banyak macamkandang untuk itik petelur ada kandang ren, dan litter, ada kandang sistem batere, intensif,semi intensif, ada kandang dengan sistem kering maupun sistem basah, yang pada akhirnyadari berbagai segi tersebut, membuat perawatan yang dilakukannya juga berbeda-beda. kuncisukses perawatan kandang yang harapan akhirnya adalah mencapai produktivitas tertinggiadalah bagaimana kandang tersebut nyaman bagi ternak, dan mengenai standard masing-masing telah ada.untuk mencegah timbulnya penyakit dan mengurangi bau tidak sedap pada kandang itik sebaiknya kandang dibersihkan setiap hari, hal ini sangat memungkinkan untuk kandang yanglantainya dari semen, maka dengan kemiringan tertentu maka kandang tersebut setiap haridisiram air, sedangkan untuk kandang dengan lantai litter maka kandang tersebut tanahnyadibolak balik setiap seminggu sekali dengan tujuan agar alas tetap kering dan empuk sertatidak lembab, jika tidak pernah dibalik maka lantai lembab dan akan mengundang berbagai penyakit yang menyerang unggas. untuk kandang yang menggunakan sistem basah, dimanaada kolam di area kandang maka hal pertama yang dilakukan adalah selalu mengganti air  pada kolam atau tempat minum ternak, minimum 1 hari sekali, syukur kalau kolam atautempat minum airnya selalu dibuat mengalir sehingga ada sirkulasi, dan kotoran sisamakanan atau kotoran unggas selalu larut di air yang mengalir tersebut, sedangkan untuk  pengaturan disekitar tempat minum atau mandi pada sistem basah haruslah dibuat parit kecilantara kolam dengan kandang, yang mana diatas parit tersebut dipasang bilah bambu ataukayu agar air yang dari kolam tidak langsung ke kandang tapi dibuang dulu ke parit tersebut,sehingga lantai kandang tetap kering dan nyaman. pada prinsipnya meskipun itik merupakan salah satu hewan air tetapi kandang untuk bertelur haruslah tetap kering dan terhindar dari becek akibat air yang tergenang secara sembarangan.didalam maupun disekitar kandang haruslah dijaga mengenai sirkulasi udara dan sinar matahari, kita harus atur pohon disekitar kandang agar tidak menghalangi kebutuhan itik akansinar matahari, begitupun angin juga harus kita atur sedemikian rupa agar kandang tidak terlalu pengap karena ventilasi udara yang kurang maksimal.
T
ips Merawat Bebek Siap telur Untuk Peternak Pemula (Bagian I) 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->