P. 1
Uu Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan No 28 Tahun 2007 Terbaru

Uu Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan No 28 Tahun 2007 Terbaru

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by _yanij

More info:

Published by: _yanij on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2011

pdf

text

original

 
 
KOMPILASI RANCANGAN UNDANG-UNDANGKETENTUAN UMUM PERPAJAKAN (KUP)
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
www.infopajak.com - tax database online
BEBERAPA PERUBAHAN POKOKUU PERPAJAKAN - KUP
Dalam raker dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Perubahan Undang-undang Perpajakan di DPR pada hari Senin tanggal 21 November, Menteri Keuangan Jusuf Anwar secara ringkas menyampaikan beberapa pokok perubahan sbb :
Pokok-pokok perubahan UU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan antara lain:1. Untuk menampung perkembangan teknologi informasi, pengambilan formulir danpenyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan dapat dilakukan secara elektronik, danpenandatangan dimungkinkan dengan menggunakan tandatangan stempel atautandatangan elektronik/digital.2. Batas akhir penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan untukWajib Pajak Badan diperpanjang, menjadi paling lambat 4 bulan setelah akhir TahunPajak.3. Perpanjangan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, cukupdengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis.4. Jangka waktu pembetulan Surat Pemberitahuan diperpanjang dari 2 tahun menjadisampai dengan sebelum daluwarsa.5. Diberikan kesempatan untuk membetulkan Surat Pemberitahuan dengan memberikankeringanan berupa pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dengan syaratpembetulan tersebut dilakukan pada tahun pertama berlakunya UU ini.6. Besarnya sanksi berupa denda administrasi atas keterlambatan penyampaian SuratPemberitahuan dinaikkan.7. Untuk Wajib Pajak usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu, jangka waktupelunasan surat ketetapan pajak dan Surat Tagihan Pajak dapat diperpanjang palinglama menjadi 2 tahun.8. Dalam rangka meningkatkan pelayanan tidak semua restitusi pajak harus dilakukanpemeriksaan.9. Orang pribadi pemegang paspor luar negeri yang melakukan pembelian Barang KenaPajak di dalam Daerah Pabean dan tidak dikonsumsi di Daerah Pabean, dapatdiberikan pengembalian PPN dan PPn BM yang telah dibayar.10. Daluwarsa penetapan pajak dipersingkat dari 10 tahun menjadi 5 tahun.11. Daluwarsa penagihan pajak dipertegas yakni 5 tahun, yang dihitung sejak penerbitanketetapan pajak.
Kompilasi rancangan undang-undang ini di lakukan oleh www.infopajak.com
1 dari 62
 
 
www.infopajak.com - tax database online
12. Untuk meningkatkan efektifitas penagihan pajak Hak mendahului ditetapkan sampaidengan daluwarsa penagihan pajak.13. Hak Wajib Pajak untuk dapat menggugat keputusan pencegahan dalam rangkapenagihan pajak dipertegas.14. Memberikan kesempatan bagi Wajib Pajak untuk memberikan keterangan ataumemperoleh penjelasan dalam proses permohonan keberatannya.15. Bagi Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pembukuan atau tidakmemberikan buku, catatan atau dokumen, maka penghasilan kena pajaknya dapatdihitung secara jabatan.16. Menambah ketentuan untuk memperlancar pelaksanaan pemeriksaan pajak denganmenambah kewenangan pemeriksa untuk dapat melakukan penyegelan terhadapbarang bergerak atau tidak bergerak.17. Memberikan kesempatan Wajib Pajak untuk hadir dalam pembahasan akhir pertemuanhasil pemeriksaan dalam batas waktu yang ditentukan.18. Bagi Wajib Pajak tertentu yang laporan keuangannya telah diaudit oleh Akuntan Publikdengan pendapat tertentu, perhitungan pajak yang terutang dilakukan denganpenyesuaian fiskal terhadap pos-pos dalam laporan keuangan Wajib Pajak.19. Menambah Ketentuan yang mengatur bahwa setiap instansi pemerintah, lembaga,asosiasi, dan pihak tertentu lainnya wajib memberikan data dan informasi yangberkaitan dengan perpajakan, dan apabila diperlukan Direktorat Jenderal Pajakberwenang menghimpun data dan informasi lainnya untuk kepentingan penerimaannegara.20. Direktur Jenderal Pajak dapat membatalkan hasil pemeriksaan pajak atau suratketetapan pajak yang dilaksanakan tanpa penyampaian surat pemberitahuan hasilpemeriksaan; atau tanpa pembahasan akhir dengan Wajib Pajak.21. Bagi petugas pajak yang dengan sengaja menyalahgunakan wewenang dan ataumelanggar hak-hak perpajakan Wajib Pajak sesuai dengan peraturanperundang-undangan perpajakan, dapat diadukan ke unit internal DepartemenKeuangan.22. Seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak wajib mematuhi Kode Etik Pegawai.23. Dalam rangka pengawasan perpajakan, Menteri Keuangan membentuk Komitepengawasan di bidang perpajakan dan kepabeanan.24. Mempertegas ketentuan pidana bagi Wajib Pajak yang tidak menyelenggarakanpembukuan dan atau tidak menyimpan pembukuan di Indonesia.25. Mempertegas ketentuan pidana bagi setiap orang yang dengan sengaja menerbitkanatau menggunakan, atau menerbitkan dan menggunakan, Faktur Pajak dan atau buktipemungutan pajak dan atau bukti pemotongan pajak, bukti setoran pajak yang tidakberdasarkan transaksi yang sebenarnya.
Kompilasi rancangan undang-undang ini di lakukan oleh www.infopajak.com
2 dari 62
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->