Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
58Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perencanaan Jalan Tambang

Perencanaan Jalan Tambang

Ratings: (0)|Views: 8,436|Likes:
Published by Novi Andry

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Novi Andry on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
Perencanaan Jalan Tambang Awang Suwandhi, Ir., M.Sc
Diklat Perencanaan Tambang TerbukaUnisba, 12 – 22 Juli 2004
1
PERENCANAAN JALAN TAMBANG
1. PENDAHULUAN
Setiap operasi penambangan memerlukan jalan tambang sebagai sarana infrastruktur yangvital di dalam lokasi penambangan dan sekitar-nya. Jalan tambang berfungsi sebagai penghubunglokasi-lokasi penting, antara lain lokasi tambang dengan area
crushing plant 
, pengolahan bahangalian, perkantoran, perumahan karyawan dan tempat-tempat lain di wilayah penambangan.Konstruksi jalan tambang secara garis besar sama dengan jalan angkut di kota. Perbedaanyang khas terletak pada permukaan jalannya (
road surface
) yang jarang sekali dilapisi oleh aspalatau beton seperti pada jalan angkut di kota, karena jalan tambang sering dilalui oleh peralatanmekanis yang memakai
crawler track 
, misalnya bulldozer, excavator, crawler rock drill (CRD), trackloader dan sebagainya. Untuk membuat jalan angkut tambang diperlukan bermacam-macam alatmekanis, antara lain:
 
bulldozer yang berfungsi antara lain untuk pembersihan lahan dan pembabatan, perintisanbadan jalan, potong-timbun, perataan dll;
 
alat garu (
roater 
atau
ripper 
) untuk membantu pembabatan dan meng-atasi batuan yang agakkeras;
 
alat muat untuk memuat hasil galian yang volumenya besar;
 
alat angkut untuk mengangkut hasil galian tanah yang tidak diperlukan dan membuangnya dilokasi penimbunan;
 
motor grader untuk meratakan dan merawat jalan angkut;
 
alat gilas untuk memadatkan dan mempertinggi daya dukung jalan;Seperti halnya jalan angkut di kota, jalan angkut di tambang pun harus dilengkapipenyaliran (
drainage
) yang ukurannya memadai. Sistem penyaliran harus mampu menampung air hujan pada kondisi curah hujan yang tinggi dan harus mampu pula mengatasi luncuran partikel-partikel kerikil atau tanah pelapis permukaan jalan yang terseret arus air hujan menuju penyaliran.Apabila jalan tambang melalui sungai atau parit, maka harus dibuat jembatan yang konstruksinyamengikuti persyaratan yang biasa diterapkan pada konstruksi jembatan umum di jalan kota. Parityang dilalui jalan tambang mungkin dapat diatasi dengan pemasangan gorong-gorong (
culvert 
),kemudian dilapisi oleh campuran tanah dan batu sampai pada ketinggian jalan yang dikehendaki.
2. GEOMETRI JALAN ANGKUT
Fungsi utama jalan angkut secara umum adalah untuk menunjang kelancaran operasipenambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan. Medan berat yang mungkin terdapatdisepanjang rute jalan tambang harus diatasi dengan mengubah rancangan jalan untukmeningkatkan aspek manfaat dan keselamatan kerja. Apabila perlu dibuat terowongan (
tunnel 
)atau jembatan, maka cara pembuatan dan konstruksinya harus mengikuti aturan-aturan teknik sipilyang berlaku. Lajur jalan di dalam terowongan atau jembatan umumnya cukup satu dan alatangkut atau kendaraan yang akan melewatinya masuk secara bergantian. Pada kedua pintuterowongan ditugaskan penjaga (Satpam) yang mengatur kendaraan masuk secara bergiliran,terutama bila terowongan cukup panjang.Geometri jalan angkut yang harus diperhatikan sama seperti jalan raya pada umumnya,yaitu: (1) lebar jalan angkut, (2) jari-jari tikungan dan super- elevasi, (3) kemiringan jalan, dan (4)
cross slope
. Alat angkut atau truk-truk tambang umumnya berdimensi lebih lebar, panjang danlebih berat dibanding kendaraan angkut yang bergerak di jalan raya. Oleh sebab itu, geometri jalanharus sesuai dengan dimensi alat angkut yang digunakan agar alat angkut tersebut dapatbergerak leluasa pada kecepatan normal dan aman.
2.1. LEBAR JALAN ANGKUT
Jalan angkut yang lebar diharapkan akan membuat lalulintas pengangkutan lancar danaman. Namun, karena keterbatasan dan kesulitan yang muncul di lapangan, maka lebar jalanminimum harus diperhitungan dengan cermat. Perhitungan lebar jalan angkut yang lurus dan belok(tikungan) berbeda, karena pada posisi membelok kendaraan akan membutuhkan ruang gerak
 
Perencanaan Jalan Tambang Awang Suwandhi, Ir., M.Sc
Diklat Perencanaan Tambang TerbukaUnisba, 12 – 22 Juli 2004
2
yang lebih lebar akibat jejak ban depan dan belakang yang ditinggalkan di atas jalan melebar. Disamping itu, perhitungan lebar jalan pun harus mempertimbangkan jumlah lajur, yaitu lajur tunggaluntuk jalan satu arah atau lajur ganda untuk jalan dua arah.
 
Lebar jalan angkut pada jalan lurus
Lebar jalan minimum pada jalan lurus dengan lajur ganda atau lebih, menurut
 Aasho Manual Rural High Way Design,
harus ditambah dengan setengah lebar alat angkut pada bagian tepikiri dan kanan jalan (lihat Gambar 1). Dari ketentuan tersebut dapat digunakan cara sederhanauntuk menentukan lebar jalan angkut minimum, yaitu menggunakan
rule of thumb
atau angkaperkiraan seperti terlihat pada Tabel 1, dengan pengertian bahwa lebar alat angkut samadengan lebar lajur.Tabel 1Lebar Jalan Angkut MinimumJUMLAH LAJURTRUCKPERHITUNGANLEBAR JALANANGKUT MIN.1 1 + (2 x ½ ) 2,002 2 + (3 x ½ ) 3,503 3 + (4 x ½ ) 5,004 4 + (5 x ½ ) 6,50Dari kolom perhitungan pada Tabel 1 dapat ditetapkan rumus lebar jalan angkut minimumpada jalan lurus. Seandainya lebar kendaraan dan jumlah lajur yang direncanakan masing-masing adalah Wt dan n, maka lebar jalan angkut pada jalan lurus dapat dirumuskan sebagaiberikut:L
min
= n.Wt + (n + 1) (½.Wt)………………………….(1)di mana : L
min
= lebar jalan angkut minimum, mn = jumlah lajur Wt = lebar alat angkut, mDengan demikian, apabila lebar truck 773D-Caterpillar antara dua kaca spion kiri-kanan 5,076m, maka lebar jalan lurus minimum dengan lajur ganda adalah sebagai berikut:
L
min
= n.Wt + (n + 1) (½.Wt)= 2 (5,076) + (3) (½ x 5,076)=
17,77 m
18 m
 
Perencanaan Jalan Tambang Awang Suwandhi, Ir., M.Sc
Diklat Perencanaan Tambang TerbukaUnisba, 12 – 22 Juli 2004
3
Gambar 1. Lebar Jalan Angkut Dua Lajur Pada Jalan Lurus
 
 
Lebar jalan angkut pada belokan
Lebar jalan angkut pada belokan atau tikungan selalu lebih besar daripada lebar jalan lurus.Untuk lajur ganda, maka lebar jalan minimum pada belokan didasarkan atas:
Lebar jejak ban;
Lebar juntai atau tonjolan (
overhang 
) alat angkut bagian depan dan belakang pada saatmembelok;
Jarak antar alat angkut atau kendaraan pada saat bersimpangan;
Jarak dari kedua tepi jalan.Dengan menggunakan ilustrasi pada Gambar 2 dapat dihitung lebar jalan minimum padabelokan, yaitu seperti terlihat di bawah ini:di mana : W
min
= lebar jalan angkut minimum pada belokan, mU = lebar jejak roda (
center to center tires
), mFa = lebar juntai (
overhang 
) depan, mFb = lebar juntai belakang, mZ = lebar bagian tepi jalan, mC = jarak antar kendaraan (
total lateral clearance
), mMisalnya akan dihitung lebar jalan membelok untuk dua lajur truck 773D-Caterpillar. Lebar sebuah ban pada kondisi bermuatan dan bergerak pada jalan lurus adalah 0,70 m. Jarakantara dua pusat ban 3,30 m. Pada saat membelok meninggalkan jejak di atas jalan selebar 0,80 m untuk ban depan dan 1,65 m untuk ban belakang. Bila jarak antar truck sekitar 4,50 m,maka lebar jalan membelok adalah sebagai berikut:
778778CATERPILLAR
1/2 Wt1/2 Wt1/2 WtWt Wt
L min
Parit Tanggul 

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sutioko Wono liked this
Mhey Habur liked this
RenNy Luvflen liked this
d3ma4 liked this
Jemi Jie Ditidung added this note|
munatap ilmunya----permisi copas yaa !!!
Saipul Rahman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->