U
nsur-
U
nsur Yang Menentukan Kewarganegaraan
1.
U
nsur Darah Keturunan (Ius Sanguinis)
Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraanseseorang, prinsip ini berlaku diantaranya di Inggris, Amerika, Perancis, Jepang, danIndonesia.
2
.
U
nsur Daerah Tempat Kelahiran (Ius Soli)
Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan,prinsip ini berlaku diAmerika, Inggris, Perancis, dan Indonesia, terkecuali di Jepang.
3
.
U
nsur Pewarganegaraan ( Naturalisasi)
O
rang asing bisa masuk menjadi warga negara Indonesia melalui proses naturalisasi. Ada 2cara, yaitu :
1.
Naturalisasi biasa
mengajukan permohonan kepada Menteri hukum dan HAM melalui kantor pengadilannegeri setempat dimana ia tinggal atau di Kedubes RI apabila di luar negeri permohonanini ditulis dalam bahasa Indonesia. Bila lulus maka ia harus mengucapkan sumpah setiadi hadapan pengadilan negeri.
2
.
Naturalisasi istimewa
diberikan kepada orang asing yang berjasa kepada negara.
O
rang dapat menjadi warga negara dari suatu negara setelah melakukan langkah-langkahhukum tertentu. Biasanya dilakukan setelah dewasa. Adanya perbedaan dalam menentukankewarganegaraan di suatu negara dapat menimbulkan 2 kemungkinan bagi seseorang yaitu:
1.
Apatride (tanpa kewarganegaraan)
2
.
Bipatride (punya kewarganegaraan ganda)
Dalam menentukan status kewarganegaraan suatu negara, pemerintah lazimmenggunakan stelsel aktif dan stelsel pasif. Menurut stelsel aktif orang harus melakukanlangkah-langkah hukum tertentu agar diakui kewarganegaraannya, sedang stelsel pasif orang yang berada dalam suatu negara dengan sendirinya dianggap menjadi warga negaratanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu.Berkaitan dengan 2 stelsel di atas, seorang warga negara dalam suatu negara padadasarnya mempunyai hak opsi dan hak repudiasi.
a
.
hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarganegaraan (dalam stelsel aktif)b
.
hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan (dalam stelsel pasif)