[TUGAS PENYIDIKAN PAJAK]
I Gede Yudi Henrayana | 3-E/19
2
1.
Perbedaan Bahan Bukti, Alat Bukti, dan Barang Bukti
B
erdasarkan PER - 47/PJ/2009,
Bahan
Bukti
adalah benda berupa bukutermasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara elektronik atausecara program aplikasi on-line, catatan, dokumen, keterangan dan/atau benda lainnyayang menjadi dasar, sarana dan/atau hasil pembukuan, pencatatan, atau pembuatandokumen, termasuk dokumen perpajakan yang berhubungan langsung maupun tidaklangsung dengan usaha atau pekerjaan Wajib Pajak atau orang lain yang didugamelakukan tindak pidana dibidang perpajakan.
B
ahan bukti itu diperoleh pada saatpemeriksaan bukti permulaan.
B
ahan bukti ini diperlukan untuk melaksanakankepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan, dan peradilan.
B
erikutnya adalah definisi barang bukti.
B
erdasarkan KEP - 272/PJ/2002,
Barang
Bukti
adalah bahan bukti yang telah disortir menurut macam, jenis, maupun jumlahnya,yang dapat digunakan sebagai sarana pembuktian dalam penyidikan, penuntutan, danperadilan. Dari definisi di atas, kita ketahui bahwa barang bukti adalah hasil atau produklanjutan dari bahan bukti.Selanjutnya adalah definisi alat bukti. Menurut Andi Hamzah,
Al
at
Bukti
adalahupaya pembuktian melalui alat-alat yang diperkenankan untuk dipakai membuktikandalil-dalil atau dalam perkara pidana dakwaan di sidang pengadilan misalnya keteranganterdakwa, saksi, ahli, surat dan petunjuk, dalam perkara perdata termasuk persangkaandan sumpah.Menurut UU No. 8 Tahun 1981 yang lebih sering disebut Kitab Undang-UndangHukum Acara Pidana (KUHAP), alat bukti yang sah adalah:a.
Keterangan saksi.Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupaketerangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihatsendiri, dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dan pengetahuannya itu.b.
Keterangan ahli.Keterangan ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seseorang yang memilikikeahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkarapidana guna kepentingan pemeriksaan.