Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Berbagai Konspirasi Di Provinsi Aceh

Berbagai Konspirasi Di Provinsi Aceh

Ratings: (0)|Views: 212 |Likes:
Published by disnak

More info:

Published by: disnak on Nov 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2011

pdf

text

original

 
BERBAGAI KONSPIRASI DI PROVINSI ACEH
Konspirasi Kepentingan di APBA 2010
Masriadi Sambo-KONTRAS 
PENGESAHAN
APBA 2010 di Gedung DPRA Aceh disinyalir penuh konspirasikepentingan. Pasalnya, pengesahan buku uang pembangunan Aceh itu molor dari jadwalyang ditentukan. Idealnya, pengesahan APBA dilakukan pada Januari 2010. Namun,kalangan legislatif dan eksekutif tampaknya memiliki kepentingan masing-masing. Hinggadatang warning dari pemerintah pusat, bila APBA tidak disahkan pada 22 Maret 2010, makaakan dikenakan sanksi pinalti. Ini pula yang membuat legislatif kebakaran jenggot danmempercepat pengesahan. Hasilnya, potret buruk pengesahan anggaran kembali terjadi.“Saya melihat sarat kepentingan. Di satu sisi, kalangan DPRA memperjuangkan dana aspirasidewan, di sisi lain eksekutif memperjuangkan dana JKA (Jaminan Kesehatan Aceh), dandana perjalanan dinas gubernur dan wakil gubernur. Ini yang membuat lama pengesahanAPBA,” terang Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian,kepada Kontras, kemarin.Dia menyebutkan, ada tiga poin besar yang harus dipertanyakan dalam pengesahan APBA,yaitu dana perjalanan dinas gubernur dan wakil gubernur yang mencapai Rp 60 miliar.Kemudian dana untuk program JKA sebesar Rp 350 miliar. Dana aspirasi 69 anggota DPRAsebesar Rp 345 miliar.“Tiga mata anggaran ini yang membuat lama pengesahan. Selain itu, tiga mata anggaran inipula yang membuat defisit APBA. APBA kali ini terlalu dipaksakan,” kritik Alfian tajam.Awalnya, APBA direncanakan sebesar Rp 6,5 triliun. Namun, pengesahannya Rp 7,6 triliun.Ini mengakibatkan APBA mengalami defisit sebesar Rp 1,3 triliun.Alfian mengeritik tajam program JKA. Menurutnya, program itu belum memiliki mekanismeyang jelas. Pasalnya, program yang hampir serupa telah diberlakukan secara nasional, yaituprogram Jamkesmas.“JKA itu bagaimana mekanismenya. Siapa saja yang berhak menerima uang premi sebesarRp 16.000 per orang untuk pengobatan itu. Ini yang patut kita pertanyakan, karenaJamkesmas juga sudah diberlakukan secara nasional,” terang Alfian.Lebih jauh dia menyebutkan, sejauh ini, belum ada mekanisme apa pun untuk JKA. Diamenduga, program itu akan menjadi program cet langet, tidak menyentuh masyarakat banyak.Selain itu, khusus untuk Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar,Alfian menyesalkan mengapa dana perjalanan dinas begitu besar. Dia mengakui sangatpaham akan keluhan gubernur yang dilansir di beberapa media lokal, tentang banyaknyamasyarakat yang datang ke rumahnya. “Kita paham keluhan gubernur. Tapi, harusnya bisadigunakan secara efektif dan efisien. Jadi, sisa dana itu bisa digunakan untuk membangunAceh,” tegas Alfian.Pada tahun 2009, sebut Alfian, dana perjalanan gubernur dan wakilnya mencapai Rp 70
 
miliar. Padahal, revisi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, uang perjalanan dinashanya bisa digunakan sebesar Rp 22 miliar. Namun, kenyataannya tetap digunakan sebesarRp 70 miliar.“Artinya, kejadian tahun lalu terulang kembali tahun ini. Ini berpotensi terjerat masalahhukum,” urai aktivis lajang ini. Alfian menyebutkan, idealnya, dalam APBA tertampungprogram yang pro-rakyat. Program pro-rakyat adalah membangun dan melengkapi fasilitaskesehatan di seluruh Aceh. Saat ini, rumah sakit di semua daerah masih mengalamikekurangan fasilitas. Rumah sakit yang memadai hanya terletak di ibukota provinsi di BandaAceh. Sedangkan di daerah, cerita pasien miskin telantar, hanya karena tidak ada uang dantidak didukung peralatan medis yang memadai masih saja terdengar nyaring di seluruh Aceh.Selain itu, program memperkuat ekonomi masyarakat juga dikritiknya. Sejauh ini, konseppemberdayaan ekonomi masyarakat perlu segera dirancang. Sebelumnya, Gubernur AcehIrwandi Yusuf mencanangkan Kredit Pemakmu Nanggroe (KPN). Kini, kredit ini sudahdihentikan. Seharusnya, dicari formula lain sebagai pengganti program ini, yang lebih efektif dan efisien untuk mendongkrak ekonomi masyarakat di Aceh.Program lainnya yang tak kunjung membaik adalah pembangunan infrastruktur jalan yangmemadai di seluruh Aceh. Sejauh ini, daerah barat-selatan masih sangat terisolir. Jalanberkubang menjadi pemandangan sehari-hari di daerah itu. Ini juga belum tersentuh denganbaik dalam APBA.
Dana Otsus
 Selain itu, Alfian juga mengeritik mengapa sampai saat ini Pemerintah Aceh belummengubah aturan menggunakan dana otonomi khusus. Keistimewaan dan kekhususan Acehuntuk menggunakan dana Otsus ada di provinsi. Akibatnya, daerah selalu ketiban masalah.Daerah tidak memiliki hak untuk mengelola dana Otsus. Efek dari itu, sejak tahun 2007sampai saat ini, proyek yang didanai dengan dana Otsus selalu tidak rampung alias telantar.Daerah yang paling dirugikan tahun lalu oleh provinsi adalah Aceh Utara. Pasalnya, sebesarRp 32 miliar dana Otsus untuk bidang pendidikan tidak bisa dicairkan, hanya karenaketerlambatan provinsi menyiapkan sket gambar bangunan. “Aceh Utara salah satu daerahyang paling dirugikan. Seharusnya, dana Otsus bisa dikelola di daerah. Caranya, ubah duluqanun yang ada,” kata Alfian.Dia menyesalkan sikap Pemerintah Aceh dan DPRA yang tidak peka terhadap persoalan danaOtsus ini. Sebelumnya, Forum Kabupaten Kota (FKK) bahkan telah mendesak GubernurAceh Irwandi Yusuf untuk melimpahkan dana Otsus ke daerah. Sehingga, pengawasanmudah dilakukan. Tujuannya jelas, mengoptimalkan pembangunan yang berkualitas di Aceh.“Ada kesan, kalau dikelola daerah, maka provinsi tidak memiliki uang lagi. Ini yang aneh.Padahal, tujuan pembangunan adalah membuat bangunan yang berkualitas untuk dinikmatirakyat,” kata Alfian. Namun, dia menilai, belum ada itikad baik untuk mengubah aturanterkait dana Otsus. “Tidak ada pengawalan proyek dana Otsu sselama ini. Siapa yangmengawal, oke katakanlah gubernur. Buktinya, proyek bermasalah. Uang ditarik, proyek telantar. Kan itu realitas yang tak bisa kita pungkiri selama ini,” pungkas Alfian.--Tabloid KONTRAS Nomor : 534 | Tahun XI 25 - 31 Maret 2010
 
Konspirasi Kelulusan CPNS Aceh Tamiang
Monday, 08 June 2009 23:57
CPNS
Oleh Syarifuddin Buhfa
-Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Aceh Tamiang diduga melakukanmanipulasi ranking Calon PegawaiNegeri Sipil (CPNS). Siapa beranimengungkapnya?
Kasus ini bermula dari pungutanliar (pungli) terhadap CalonPegawai Negeri Sipil (CPNS)yang berimbas pada konspirasimerubah data CPNS formasiMenpan NomorB/1099/M.PAN/3/2008. Diduga,perubahan ilegal itu dilakukanoknum pejabat di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten AcehTamiang.Modus operandinya dilakukan dengan menarik setoran (baca-pungli) pada CPNS dengan jumlah bervariasi dengan janji akan diuluskan dalam formasi tersebut. Diperkirakan totalnominalnya berjumlah miliaran rupiah. Per CPNS ditarik dana mulai Rp20 juta untuk katagori D-II dan Rp70 juta untuk S-1.Dari jumlah yang diminta itu, ada CPNS yang menyerahkan langsung tunai 100 persen ada juga yang menyetor 50 persen sebagai tanda jadi pengurusan kelulusan. Kepada CPNS(korban-red) oknum di dinas tersebut berdalih uang sebanyak itu untuk biaya pengurusankelulusan mereka ke Kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional VI Medan,Sumatera Utara dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Provinsi Aceh.Indikasi kecurangan ini sudah terendus sejak lama. Berbagai kejanggalan terjadi. Sebut sajaproses administrasi yang dilakukan BKPP Aceh Tamiang. Pengumpulan berkas administrasiCPNS dilakukan sebelum adanya pengumuman kelulusan CPNS sisipan 2008 dari BKPPProvinsi Aceh.Sejumlah CPNS juga sudah mempersiapkan berkas-berkan administrasi kelulusan sebelumpengumuman lulus resmi diumumkan. Penelusuruan Harian Aceh ada 23 nama CPNS yangmasuk lewat jalur ilegal ini. Ke-23 nama itu tertuang dalam surat usulan Bupati AcehTamiang nomor 800/796/2009, tanggal 20 Maret 2009.Surat itu dinilai bertentangan dengan surat keputusan Menpan nomor B/109/M.PAN/3/2009,tentang persetujuan perubahan penerimaan formasi CPNS sisipan Kabupaten Aceh Tamiangtahun 2008.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->