Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
10 Kejanggalan Penanganan Kasus Gayus Oleh Polisi

10 Kejanggalan Penanganan Kasus Gayus Oleh Polisi

Ratings: (0)|Views: 22|Likes:
Published by Putroe2

More info:

Published by: Putroe2 on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2010

pdf

text

original

 
10 Kejanggalan Penanganan Kasus Gayusoleh Polisi
detikNews, Minggu, 21/11/2010
 Jakarta
- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alihpenyelidikan kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus Tambunan, bukannyatanpa dasar alasan. Ada 10 kejanggalan yang ditemukan selama polisimenangani kasus yang menyeret petinggi Polri dan Kejaksaan itu.Berikut daftar 10 kejanggalan penangananan kasus Gayus yang IndonesiaCorruption Watch (ICW) berhasil identifikasi. Daftar kejanggalan tersebutdisampaikan dalam keterangannya di kantor ICW, Jl Kalibata, Jakarta, Minggu(21/11/2010).1. Gayus dijerat pada kasus PT SAT dengan kerugian negara Rp 570.952.000,bukan pada kasus utama yakni kepemilikan rekening Rp 28 M. Kuat dugaankasus itu dipilih polisi untuk mengindarkan terungkapnya simpul besar kasusmafia pajak yang diduga menjerat para petinggi di institusi kepolisian dankejaksaan."Kasus PT SAT sendiri amat jauh keterkaitannya dari asal muasal mencuatnyakasus ini, yaitu kepemilikan rekening Rp 28 milias milik Gayus. Sehingga tentuini amat janggal sekali antara kasus awal dan kasus yang didakwakankepadanya," jelas Peneliti Hukum ICW, Donal Faris.2. Polisi menyita save deposit milik Gayus sebesar Rp 75 M, namunperkembangannya tidak jelas hingga saat ini. Bahkan polisi enggan terbukamengenai nilai nominal yang diduga sebenarnya jauh lebih besar.3. Tiga perusahaan besar (Bumi Resource, KPC dan Arutmin) yang diduga terlibatdalam kasus Gayus, belum tersentuh hukum sejauh ini. Padahal Gayus sedariawal telah mengakui menerima USD 3 juta dari perusahaan tambang yangsebagian kepemilikan ada pada kelompok usaha Bakrie Brothers."Alasan kepolisian terkesan mengada-ada. Misalnya saja belum cukup bukti,padahal kesaksian Gayus di persidangan sudah menjadi alat bukti yang sah dimata hukum," papar Donal.4. Dua penyidik Bareskrim Mabes Polri yang menangani kasus Gayus, KompolArafat dan AKP Sri Sumartini, sudah divonis bersalah. Namun, perwira tinggi Polriyang pernah disebut-sebut keterlibatannya belum tersentuh hukum."Polri terkesan melindungi keterlibatan para perwira tinggi ini. Padahal dalamkesaksiannya, Gayus mengakui mengeluarkan uang sebesar USD 500 ribu yang
 
diserahkan melalui pengacaranya Haposan Hutagalung untuk diberikan kepadasejumlah perwira tinggi agar blokir rekeningnya dibuka," beber Donal5. Kepolisian menetapkan Gayus Tambunan, Humala Napitupulu dan MaruliPandapotan Manulung sebagai tersangka kasus pajak PT SAT. Namun tidakmenjerat atasan mereka bertiga di Dirjen Pajak yang sesungguhnya memilikitanggung jawab yang lebih besar.6. Mabes Polri menetapkan Jaksa Cyrus Sinaga dan Poltak Manulang sebagaitersangka kasus suap dalam kasus penggelapan pajak yang dilakukan Gayuspada 10 Juni 2010 lalu. Namun tiba-tiba saja, statusCyrus berubah menjadisaksi."Perubahan status ini dicurigai sebagai bentuk kompromi penegak hukum untukmenjerat pihak-pihak yang diduga terlibat," sambung Donal.7. Kejaksaan Agung melaporkan Cyrus ke kepolisian terkait bocornya RencanaPenuntutan (Rentut). Sedangkan kasus dugaan suap Rp 5 miliar dan tindakpenghilangan pasal korupsi serta pencucian uang dalam dakwaan pada kasussebelumnya yang juga melibatkan Cyrus, tidak ada tindak lanjutnya.8. Dirjen Pajak terkesan enggan memeriksa ulang pajak perusahaan yang didugapernah menyuap Gayus karena beralasan menunggu Novum baru.9. Gayus keluar dari Mako Brimob dan bebas bepergian ke Bali denganmenggunakan identitas palsu. Ini bukti bahwa Gayus memiliki posisi tawarmenawar yang kuat kepada pihak-pihak yang pernah menerima suap ataumenerima pelayanan darinya semasa bertugas di Dirjen Pajak.10. Polri menolak kasus Gayus diambil alih oleh KPK. Padahal kepolisian terlihattidak serius menangani kasus ini, hingga terungkapnya pada aksi 'kabur' Gayuske Bali.
(mei/lh)
ICW: Kasus Gayus Harus Ditangani KPK 
 Jakarta
- Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai Polri tidak serius dalammenangani kasusGayus Halomoan Tambunan. Untuk itu, ICW mendesak agar kasus tersebutditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Peneliti Hukum ICW Donal Faris mengatakan bahwa keluarnya Gayus daritahanan Mako Brimob Kelapa Dua beberapa waktu lalu menandakanketidakseriusan Polri dalam menangani kasus tersebut.
 
"Kita yakin ini efek domino dari ketidakseriusan Polri dalam menangani kasusGayus sehingga tidak menyentuh akar permasalahan dan oknum yang terlibatdalam kasus tersebut," kata Donal dalam jumpa pers di kantor ICW, JalanKalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (21/11/2010).Penolakan Polri terhadap KPK untuk mengambil alih kasus Gayus sepertidisampaikan Irjen Edward Aritonang pada Maret 2010 lalu, juga sebagai buktiketidakseriusan Polri. Polri berdalih masih mampu menangani kasus tersebut."Banyak ketidakseriusan, jadi sebaiknya ditangani KPK saja. Logika sederhana,ketika KPK ambil alih dapat meringankan beban Polri dan membantu kerjapolisi," katanya.Alasan lain mengapa kasus Gayus harus ditangani KPK, karena banyakkeganjilan selama kasus tersebut ditangani Polri. Kejanggalan paling menonjoldimulai dengan adanya desain sistematis untuk membonsai kasus tersebut."Dimana Gayus justru dijerat pada kasus PT SAT dengan kerugian negara hanyaRp 570.952.000, dan bukan pada kasus utama yakni kepemilikan rekening Rp 28miliar dan
save deposite
sebesar Rp 75 miliar," katanya.Padahal, lanjut Donal, kasus PT SAT sendiri sangat jauh keterkaitannya denganasal muasal kasus tersebut mencuat. Publik bahkan tidak mengetahui samasekali perkembangan kasus tersebut."Manuver ini disinyalir
by design
sebagai skenario Kepolisian untuk menghindardari simpul besar kasus mafia pajak yang diduga menjerat para petinggi diintitusi Kepolisian," ujarnya.Bahkan, Polri tidak menyentuh sama sekali sejumlah pejabat tinggi Kepolisianyang diduga menerima uang dari Gayus. Polri justru mengorbankan kalanganperwira menengah saja untuk menutupi keterlibatan perwira tinggi dalam kasuspajak Gayus."Kasus ini hanya sampai kepada perwira menengah saja seperti Kompol Arafatdan AKP Sri Sumartini, keduanya seolah menjadi tumbal. Padalah mereka hanyapemain kecil saja," katanya.ICW juga mendesak agar Kepolisian bersikap terbuka dan menghilangkangelombang resistensi terhadap KPK dalam upaya pengambilalihan kasus ini.Presiden SBY juga didesak untuk bersikap aktif dalam membongkar kasustersebut."SBY harus bertindak konkret perintahkan Kapolri untuk kerjasama dengan KPK,"kataKoordinator Divisi Hukum ICW Febridiansyah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->