Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Delimitasi Zona Ekonomi Eksklusif

Delimitasi Zona Ekonomi Eksklusif

Ratings: (0)|Views: 618 |Likes:
Published by denny KARWUR
International Law
International Law

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: denny KARWUR on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

 
1
DELIMITASI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAANPULAU-PULAU KECIL TERLUAR DI PROVINSI SULAWESI UTARA
1
 
(Delimitation of Exclusive Economic Zone as Managing Strategies for the Outermost Small Islands in the North Sulawesi Province)
1
 
Denny B.A. Karwur 
2
, Dietriech G. Bengen
3
, Rokhmin Dahuri
4
, Daniel R.Monintja
5
, Victor Ph. Nikijuluw
6
dan Maria F. Indrati
7
.
 ABSTRACT 
Small islands border region has a tremendous potential in supporting national development. The determination of management policy is very important because of thestrategic of border marine resources existence. The islands in the border regions of thecountry are vulnerable to the intervention of other countries and transnational crimes. Theconcept of development policy of small islands in Indonesia must be planned and implemented in an integrated manner for the development and welfare of the nation. Thenorthern regions, i.e. the North Sulawesi Province, that locates next to the Philippines isimportant for the integrity of the management of small islands and border areas and of law enforcement in Indonesia. Target elements, elements and strategies explain theDelimitation of the Nation Borders between Indonesia and the Philippines, in particular theExclusive Economic Zone (EEZ) that overlaps each other, to optimize the management of natural resources. Draft of Law of Small Islands State Border and the provision of local government authority to carry out assistance duty of border management and stating Small Islands in the border regions as state islands and given a special certificate.Keywords: Coastal Law, Delimitation of EEZ of Indonesia, Certificate of State Island 
 
I. Pendahuluan
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan(
archipelagic state
)
yang berciri Nusantara mempunyai kedaulatan atas wilayahserta memiliki hak-hak berdaulat di luar wilayah kedaulatannya untuk dikelola dandimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 25A mengamanatkanbahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yangbatasnya secara geografis berada pada posisi silang antara Samudra Pasifik danSamudra Hindia dengan panjang pantai 95.181 km
2
dan dengan wilayah laut seluas5,8 juta km
2
serta terdiri dari sekitar 17.480 pulau, beserta semua ekosistem lauttropis produktif. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Indonesia memilikikeanekaragaman habitat yang sangat tinggi, memiliki potensi sumberdaya alam dan
1
Makalah ini merupakan bagian dari Disertasi yang disampaikan pada Seminar Sekolah Pascasarjana IPB
2
Mahasiswa Program Doktor SPs IPB Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan
3
Ketua Komisi Pembimbing Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB
4
Anggota Komisi Pembimbing Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB
5
Anggota Komisi Pembimbing Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB
6
Anggota Komisi Pembimbing Direktur Usaha dan Investasi Departemen Kelautan dan Perikanan RI
7
Anggota Komisi Pembimbing Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Hakim Mahkamah Konstitusi.
 
 
2
 jasa-jasa lingkungan kelautan yang sangat besar, yang dapat pulih (
renewableresources
)
, dan tidak dapat pulih (non-
renewable resources
)
.Ekosistem wilayah pesisir dan laut merupakan lokasi beberapa ekosistem yangunik dan saling terkait dinamis dan produktif. Ekosistem utama yang secara permanenataupun secara berkala tertutup air dan terbentuk melalui proses alami antara lainekosistem terumbu karang (
coral reef 
)
, ikan (
fish
)
, rumput laut (
seaweed 
)
, padang lamun(
seagrass beds
)
, pantai berpasir (
sandy beach
)
, pantai berbatu (
rocky beach
)
, hutanmangrove (
mangrove forest 
)
, estuaria, laguna, delta dan pulau-pulau kecil.Pulau-pulau kecil memiliki potensi sangat besar dalam menunjang pembangunannasional sehingga penentuan kebijakan pemanfaatan karena keberadaan (eksistensi
)
 sumberdaya kelautan menjadi strategis. Oleh karena itu konsep kebijakan pembangunanpulau-pulau kecil di Indonesia yang direncanakan, berdasarkan azas kelestarian alam dankeberlanjutan lingkungan yang ada; sehingga penting untuk pengembangan berbagaiaktivitas pembangunan secara terpadu di pulau-pulau kecil menjadi faktor pendukungpulau-pulau kecil Indonesia secara berkelanjutan.Berpijak dari kerangka pemikiran bahwa pengelolaan pulau-pulau kecil terluar sangat strategis sehingga penelitan tentang perbatasan negara serta pengelolaan pulaukecil dikaitkan dengan kebijakan dan penegakan hukum, perlu diteliti denganmenganalisis potensi dan permasalahannya yang mencakup aspek sumberdaya alam,sosial, ekonomi, budaya, hukum dan kelembagaan termasuk pertahanan dan keamanan.Secara umum permasalahan yang ada di wilayah pesisir dan laut termasuk pulau-pulau kecil dapat disebut sebagai suatu penyakit yang kronis karena kegiatan eksploitasisumberdaya dan pemanfaatan sudah berlangsung sejak dahulu, dan tidakmemperhatikan keberlanjutan sumberdaya dan lingkungan, antara lain: sektor perikananlaut, pertambangan, pemukiman, kepelabuhanan, kepariwisataan dan lain-lain, sehinggakegiatan yang melampaui daya dukung lingkungan menyebabkan konflik dan penyakitpesisir (
coastal disease
)
.Kawasan Perbatasan merupakan kawasan strategis dalam menjaga integritasWilayah Negara, maka diperlukan juga pengaturan secara khusus. Pengaturan batas-batas Wilayah Negara dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum mengenairuang lingkup wilayah negara, kewenangan pengelolaan Wilayah Negara, dan hak±hakberdaulat. Negara berkepentingan untuk ikut mengatur pengelolaan dan pemanfaatan di
 
3
laut bebas dan dasar laut internasional sesuai dengan hukum internasional. Pemanfaatandi laut bebas dan di dasar laut meliputi pengelolaan kekayaan alam, perlindunganlingkungan laut dan keselamatan navigasi. Pengelolaan Wilayah Negara dilakukandengan pendekatan kesejahteraan, keamanan dan kelestarian lingkungan secarabersama-sama. Pendekatan keamanan dalam arti pengelolaan Wilayah Negara untukmenjamin keutuhan wilayah dan kedaulatan negara serta perlindungan segenap bangsa.Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi sangat penting terkait dengan pelaksanaanfungsi-fungsi pemerintahan sesuai dengan prinsip otonomi daerah dalam mengelolapembangunan.
II. Metode Penelitian2.1 Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten KepulauanTalaud di Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi yang dipilih untuk penelitian sangat menarikkarena berbatasan langsung dengan negara Filipina.
2.2 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
 Analisis kebijakan menggunakan
 A
nalytical Hierarchy Process
(AHP
)
untukpengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Metode inimenstrukturkan masalah dalam bentuk hirarki dan memasukkan pertimbangan-
Gambar 1 Peta Batas Maritim Indonesia-Filipina / Pulau Miangas dan Pulau Marore

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wisnu Putra liked this
saiamrock liked this
Lukhi Ramardhani liked this
Zaky Alin Nuary liked this
pricilliaesther added this note
Mner,permisi ba hoba...thanks more
abantung liked this
greensangrilla liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->