Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Dan Paradigma Dan Analisa Kritis Terhadap Model Pembangunan Indonesia

Teori Dan Paradigma Dan Analisa Kritis Terhadap Model Pembangunan Indonesia

Ratings: (0)|Views: 876 |Likes:

More info:

Published by: Brian Steve Bastiaan on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
TEORI DAN PARADIGMAYANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN DUNIADAN ANALISA KRITIS TERHADAP MODEL PEMBANGUNAN INDONESIA PERIODEREPELITA 1969-1994
RINGKASANPembangunan secara umum diartikan sebagai pemenuhan kesejahteraan individu yang meliputi pendapatan per kapita, kebutuhan pendidikan, kesehatan, kualitas hidup termasuk kebutuhan akanadanya harga diri. Dalam prakteknya perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan sangatdipengaruhi oleh cara pandang, hashab atau paradigma pembangunan yang dianut oleh para elit pada masing-masing negara.Paradigma yang berkembang dimulai dengan Teori Pembangunan Klasik yang terpecah menjadi berbagai aliran dan menurunkan faham-faham kapitalisme dan sosialisme. Selanjutnya berkembang pula teori-teori turunan seperti Teori Tahapan Linear, Teori Perubahan Struktural, Teori RevolusiKetergantungan Internasional, Tesis Pembangunan Dualistik, Teori Kontra Revolusi Neoklasik, danyang terakhir Paradigma Pembangunan Berkelanjutan. Negara-negara Sedang Berkembang (Developing Countries) banyak bereksperimentasi dengancampuran dari teori-teori di atas mulai dari yang sentralistik sampai kepada yang liberal tergantungfaham idiologi yang di anut. Hal yang perlu dicatat, tidak satu pun Negara Sedang Berkembang bisamenyelesaikan masalah pembangunannya dengan hanya mengadapsi satu teori secara bulat danutuh. Karena teori-teori pembangunan yang ada berkembang secara local spesific sehingga tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada situasi yang berbeda.Sejak kemerdekaan tahun 1945 pembangunan di Indonesia sendiri dapat dikatakan telah berganti-ganti faham. Namun ada satu ciri yang khas, yaitu menerapkan teori-teori yang liberal namun dalamsituasi yang sangat sentralistik dan peranan pemerintah sangat dominan. Namun karena situasi localspesific tidak terlalu dikenali dan didalami, selalu dihadapkan kepada keadaan dead lock baik dimasa Orde Lama maupun di masa Orde Baru.
HAKEKAT PEMBANGUNAN
Secara umum disepakati bahwa pembangunan adalah suatu proses perubahan yang mengarahkepada peningkatan kesejahteraan manusia yang meliputi perbaikan tingkat hidup, kesehatan, pendidikan, serta keadilan. Karena tumpuan dari proses perubahan tersebut adalah bidang ekonomi,maka definisi dari pembangunan sering terfokus kepada definisi pembangunan ekonomi, yaitu: (1) pemenuhan kesejahteraan individu yang sering diukur dalam bentuk pendapatan per kapita, (2) pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup secara umum, dan (3) pemenuhanakan adanya harga diri (self-esteem dan self-respect). (Goulet, 1971; Pearce and Warford, 1993).
TEORI DAN PARADIGMA YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN DUNIA
Praktek-praktek perencanaan pembangunan sangat dipengaruhi oleh cara pandang, mazhab atau paradigma pembangunan yang dianut oleh para elit dari masing-masing negara. Teori atau paradigma tersebut dapat diklasifikasikan dan dirangkum sebagai berikut:
1. Teori Pembangunan Klasik.
Teori Pembangunan Klasik memiliki tiga aliran, yaitu aliran-aliran Emile Durkheim, Max Weber,dan Karl Marx.
 
a. Aliran Durkheim.
Menurut Durkheim pembangunan adalah proses perubahan masyarakat dalam dimensi kuantitatif dan kualitatif, yaitu adanya perubahan orientasi masyarakat dari berfikir tradisional menjadimodern. Karena itu akan terjadi perubahan tata nilai masyarakat dari yang berbasiskan solidaritasmekanik menjadi solidaritas organik. Indikator yang bisa dilihat adalah tumbuh dan berkembangnyaorganisasi-organisasi sosial ekonomi modern. Implikasi dari konsep pembangunan ini, masyarakat berkembang secara bertahap sebagai berikut:· Tahap Pra Industri: pada tahap ini hubungan sosial yang berkembang pada umumnya hanya terjadidalam kelompok masyarakat (isolasi fungsional);· Tahap Industrialisasi: sebagai akibat dari proses industrialisasi maka terjadi perembesan (spillover) struktur budaya modern dari pusat yang berada di kota ke daerah pinggiran yang berada di pedesaan;· Tahap Perkembangan: pusat secara terus menerus menyebarkan modernisasi sehingga tercapaikeseimbangan hubungan fungsional antara pusat dan pinggiran.
a. Aliran Weber.
Weber berpendapat bahwa pembangunan adalah perubahan orientasi masyarakat dari tradisional-irasional menuju modern-rasional. Indikatornya adalah munculnya birokratisasi dalam setiap unsur kehidupan yang dicapai melalui distribusi kekuasaan serta munculnya budaya oposisi di wilayah pinggiran sebagai respon terhadap dominasi pusat yang berkepanjangan.
b. Aliran Marx.
Sedangkan menurut Karl Marx, pembangunan adalah perubahan sosial yang terjadi sebagai akibatkonflik sosial antar kelas, yang secara bertahap akan merubah kehidupan masyarakat. Esensi dariteori ini adalah pembangunan akan mewujudkan masyarakat tanpa kelas (classless society) danmaterialisme sebagai hirarkinya. Berdasarkan teori Marx, masyarakat terbagi atas: (1) masyarakat primitif, (2) masyarakat feodal, (3) masyarakat kapitalis, (4) masyarakat sosialis, dan (5)masyarakat komunis.
2. Teori Tahapan Linear (Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Rostow).
Menurut Rostow, perubahan dari terbelakang (underdeveloped) menjadi maju (developed) dapatdijelas dalam seri tahapan yang harus dilalui oleh semua negara. Sebelum suatu negara berkembangmenjadi negara maju, harus dilalui suatu tahap yang disebut tahap tinggal landas (take off). Teori inimenyarankan agar negara-negara sedang berkembang (developing country) tinggal mengikuti sajaseperangkat aturan pembangunan tertentu untuk tinggal landas, sehingga pada gilirannya akan berkembang menjadi negara maju. Prasyarat penting untuk dapat tinggal landas, suatu negara harusmampu membangun pertanian, industri, dan perdaganganya sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Prasyarat penting lainnya adalah harus adamobilisasi tabungan dengan maksud untuk menciptakan investasi yang cukup untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.Harrod-Domar mengemukakan bahwa Pertumbuhan Pendapatan Nasional Kotor (Gross NationalProduct/GNP) secara langsung bertalian erat dengan rasio tabungan, yaitu lebih banyak bagian GNPyang ditabung dan diinvestasikan maka akan lebih besar lagi pertumbuhan GNP tersebut. Dari
 
model yang dikemukakan oleh Harrod-Domar tersebut Rostow menyimpulkan bahwa negara-negara yang dapat menabung 10-20% dari GNP-nya dapat tumbuh dengan tingkat pertumbuhanekonomi yang lebih cepat dibanding dengan negara-negara yang tabungannya kurang dari kisarantersebut. Di negara-negara berkembang pembentukan modal relatif rendah sehingga untuk memperoleh pertumbuhan yang diinginkan dibutuhkan pinjaman luar negeri.
3. Teori Perubahan Struktural.
Teori Perubahan Struktural ini mempunyai dua model, yaitu Model Pembangunan Lewis dan ModelPerubahan Struktur dan Pola Pembangunan.
a. Model Pembangunan Lewis.
Dalam Model Pembangunan Lewis, perekonomian dianggap terdiri dari dua sektor: (1) Sektor Tradisional, dengan ciri-ciri di pedesaan, subsisten, kelebihan tenaga kerja dan produktivitasmarjinalnya sama dengan nol; (2) Sektor Modern, dengan ciri-ciri di perkotaan, industri, produktivitasnya tinggi, sebagai tempat penampungan tenaga kerja yang ditranfer sedikit demisedikit dari Sektor Tradisional. Model ini memfokuskan pada terjadinya proses pengalihan tenagakerja dan pertumbuhan ekonomi serta kesempatan kerja di Sektor Modern, yang dimungkinkandengan adanya perluasan lapangan kerja di Sektor Modern.
b. Model Perubahan Struktur dan Pola Pembangunan Hollis Chenery .
Model ini dikembangkan oleh Hollis Chenery yang menyarankan adanya perubahan struktur  produksi, yaitu pergeseran dari produksi barang pertanian ke produksi barang industri pada saat pendapatan per kapita meningkat. Model ini menyatakan bahwa peningkatan tabungan dan investasi perlu tetapi tidak harus cukup (necessary but not sufficient condition) untuk memungkinkanterjadinya pertumbuhan ekonomi. Pola ini juga menyaratkan bahwa selain akumulasi modal fisik dan manusia, diperlukan pula himpunan perubahan yang saling berkaitan dalam struktur  perekonomian suatu negara untuk terselenggaranya perubahan dari sistem ekonomi tradisional kesistem ekonomi modern. Perubahan struktur ini melibatkan seluruh fungsi ekonomi termasutranformasi produksi dan perubahan dalam komposisi permintaan konsumen, perdaganganinternasional serta perubahan-perubahan sosial-ekonomi seperti urbanisasi, pertumbuhan dandistribusi penduduk.
4. Teori Revolusi Ketergantungan Internasional.
Pada dasawarsa 1970-an, teori dan model-model ketergantungan internasional kian mendapatdukungan di Dunia Ketiga. Teori ini memadang bahwa negara-negara Dunia Ketiga telah menjadikorban dari berbagai kelakuan kelembagaan politik dan ekonomi internasional maupun domestik. Negara-negara Dunia Ketiga telah terjebak dalam hubungan ketergantungan dan dominasi olehnegara-negara kaya. Teori ini mempunyai dua aliran, yaitu Model Ketergantungan Kolonial danModel Paradigma Palsu.
a. Model Ketergantungan Kolonial.
Teori Ketergantungan ini muncul sebagai antitesi terhadap Teori Modernisasi dan merupakanvariasi dari teori yang dikembangkan oleh Karl Marx (Marxian). Ketergantungan itu sendiri berarti berarti situasi di mana ekonomi suatu negara dikondisikan oleh perkembangan dan ekspansiekonomi negara lain dan ekonomi negara tersebut tunduk padanya.Secara sengaja negara-negara kaya mengeksploitasi dan menelantarkan ko-eksistensi negara-negara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->